it’s about all word’s

Pesta blogger dan harapan kemandirian

Posted by: algooth putranto on: October 10, 2007

Adalah fakta dalam dunia weblog, dengan senang sebutlah saya janin. Terbilang amat sangat telat dibanding teman-teman di Bisnis Indonesia a.l. Gombang Nan Cengka, Ratna Ariyanti (Atta), Deriz Syahpatria atau Yosef Ardi.

Yosef sepulang dari Harvard dan memulai IndonesiaToday langsung meracuni saya untuk memulai blog, begitu juga dengan Deriz. Saat itu saya hanya terkekeh-kekeh dan menjawab “Ngapain oom. Buku harian ya buat dibaca sendiri dong!” satu jawaban yang menyembunyikan ketidakpedean saya!

Hingga akhirnya mau tak mau saya harus membuat blog saya. Itu pun gara-gara Andreas Harsono dalam pertemuan awal Kursus Narasi II yang mewajibkan seluruh peserta harus bikin blog.

“Selain kita bisa saling bertukar ide tulisan. Setidaknya tulisan-tulisan Anda bisa terdokumentasi jika sewaktu-waktu harus meninggalkan institusi Anda,” ujarnya saat itu. Seperti biasa ucapannya tenang tapi bikin orang nurut.

Yah, mau tak mau saya harus bikin blog. Deriz sebagai orang yang melek iptek langsung saya bajak menjadi instruktur. Dua kawan ‘besar’ dari Maverick, Rommy Rustami dan Nur Shilla Christianto banyak memberi input untuk fokus pada materi.

Sementara Yosef setelah terlebih dahulu mengucapkan selamat seperti biasanya, bertindak sebagai editor yang ganas. Skeptisme, yang membuat yuniornya tertantang lebih baik.

Waktu berjalan dan ternyata nge-blog itu mengasyikan. Banyak materi tulisan yang tak mungkin dicetak Bisnis Indonesia bisa saya lempar ke blog. Setidaknya orgasme intelektual saya tersalurkan lewat media ini.

Dengan nge-blog saya jadi tahu kenapa situs cerita porno begitu menyenangkan. Begitu juga kenapa dulu banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri getol membaca situs Indocampus.com yang dikelola Monty Tiwa dkk atau yang paling fenomenal, Kaskus!

Hidup perblogan saya yang soliter agak terusik ketika di akhir September lalu. Redaktur lifestyle Bisnis Indonesia edisi Minggu, Indyah Sutriningrum menugaskan untuk meliput Pesta Blogger 2007. Sayang saya tak bisa datang.

Kesibukan menggarap halaman Oasis Bisnis Indonesia mirip ngurus pacar cantik nan bawel. Sayang ditinggalin tapi juga nggemesin kalo tidak diurusin, dibelai-belai, dan di di di lain yang menyenangkan.

Pesta Blogger baru mengkilik-kitik saya ketika melihat betapa bernafsunya pebloger Tanah Air yang diklaim kini mencapai 130 ribu! Beberapa posting begitu antusias ingin bergabung dengan acara ini. Wah ini tren baru setelah AA Gym ketahuan kawin lagi.

‘power tend to corrupt!’

Penasaran saya semakin memuncak saat diskusi mendadak dengan Deriz akhir pekan lalu (7/10). “Ngapain gabung. Yosef aja ngga datang. Kita udah ngobrol. Tapi sebagai jurnalis aku hadir. Ini fenomena menarik.” Wah seru nih.

Seninnya (8/10) dengan tidak sengaja, awalnya selain ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada Shilla dan minta permen pada anak-anak Maverick, saya malah jadi ngobrol bersama para petinggi Maverick: Lita Soenardi, Crivenica Alam dan Shilla di sebuah restoran makanan China, lantai dasar tower dua Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Mata Shilla dan Lita langsung melotot mendengar Yosef tak akan datang. “Lho padahal namanya sudah kita masukin. Kenapa sih, ini kan sekadar acara gathering. Bukan untuk membentuk organisasi,” ujar Lita lalu menjumput daging sapi lada hitamnya.

Saya hanya bisa bilang pada mbakyu satu itu. Kalau secepatnya akan menanyakan hal itu pada Yosef. Janji adalah janji.

Esoknya (9/10) usai berburu berita ke BEJ, iseng-iseng saya sambangi Yosef di mejanya di lantai enam Wisma Bisnis Indonesia sembari menanti nasi Padang pesanan saya datang.

Seperti biasanya dia nyengir nakal setiap kali saya datang ke mejanya. Maklum posisinya sekarang kurang seksi dan potensial untuk didekati. Tanpa banyak basa-basi saya utarakan pertanyaan perihal ketidakhadirannya ke Pesta Blogger.

“Kawan. Pekerjaan ini [blogging] pekerjaan soliter. Kita tetap butuh kemandirian. Jangan sampai para blogger berkumpul membentuk sebuah entitas. Kalau sudah punya entitas artinya punya kekuatan. Dan orang bilang power tend to corrupt! Ini sudah terjadi di PWI dan AJI mulai tergoda ke arah itu,” ujarnya sembari menyender dalam-dalam ke kursinya.

Tapi, lanjut Yosef. Aku dukung kawan-kawan. Ini party. Sorry to say, aku ga bisa ikut karena harus ke luar negeri. Cari nasi. Emang bisa lo hidup dari blog!,” tutur Yosef lalu tertawa terbahak-bahak.

Tak berapa lama Deriz nongol. Posisi duduknya dengan Yosef memang hanya beberapa depa saja. “Wah telat lo. Kita udah diskusi ini kemarin-kemarin. Beberapa PR sinis dengan keterlibatan Maverick.”

Sore harinya, usai buka puasa di Bebek Bali-Senayan, jawaban yang hampir serupa datang dari Wimar Witoelar. Pria gendut berambut kriwil itu nampak hepi berseri-seri setelah terbebas dari kursi roda meski melangkah dengan sempoyongan.

“Pada dasarnya blog itu berisi para individualis. Justru jadi menarik karena keragamannya. Jangan disatukan. Dan saya dukung karena ini party. Kumpul-kumpul saja,” ujar bos perusahaan konsultan kehumasan Intermatrix itu.

Menurut dia justru blog Indonesia jauh lebih menarik daripada blog Singapura atau Malaysia. Banyak pendapat yang menunjukkan proses demokrasi di Indonesia lebih maju dibanding para blogger dari kedua jiran itu.

Gimana dengan keterlibatan Maverick? Bagi beberapa perusahaan konsultan kehumasan hal ini dipandang sinis? Saya cepat mengejar putra bungsu pasangan Raden Achmad Witoelar Kartaadipoetra dan Nyi Raden Toti Soetiamah Tanoekoesoemah itu.

“Bagi saya itu bukan persoalan. Saya kenal baik dengan Ong [Ong Hock Chuan, bos Maverick] dan ini kan party. Acara buat senang-senang,” tutur Wimar.

Kumpul buat senang-senang? Wah ini sih alasan saya saat memutuskan agar organisasi Pers Kampus Akademika, Universitas Udayana memisahkan diri dari Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) saat kongres V PPMI di Universitas Mataram, Lombok tahun 2000.

Saat itu saya memang tak mau berbusa-busa ria seperti halnya kawan-kawan persma Yogyakarta yang memang matang dalam hal kajian ideologis. Saya sadar pengetahuan saya mentok pada doktrin biologis karya The Ramones atau Sex Pistols.

Makanya sempat saya usulkan agar kawan-kawan yang memilih memisah dari PPMI membentuk entitas Forkom Sperma (Forum Komunikasi Serikat Pers Mahasiswa) sayang ditolak dengan alasan kurang masuk akal menjadi Forkom Persma

Kembali soal blog, bagi saya pers alternatif—persma, blog atau newsletter atau apalah–harus tetap bebas lepas. Yah seperti ungkapan almarhum Prof. Dr. T. Jacob, mantan ketua IWMI (Ikatan Wartawan Mahasiswa Indonesia) dan mantan rektor UGM. “Biar pakai nama setan, tidak jadi soal, asal dia jalan!”

Sejarah membuktikan pers alternatif memiliki kreativitas kala terpasung. Tertekan dalam era otoritarian. Jika dulu persma solid dan militan di jaman Orba, kini saatnya blog menjadi suara alternatif dijaman tirani pers umum.

Barangkali agak berlebihan tapi kenapa tidak. Siapkah kita? waktu akan berbicara.

*Ditulis sembari menanti mudik

4 Responses to "Pesta blogger dan harapan kemandirian"

Haha. Ngumpul ngumpul dan party aja. That’s why we called it Pesta Blogger supaya suasana nya informal aja.

PR lain yang sinis terhadap keterlibatan Maverick: Sour Grapes?

Kita nggak bikin partai, kok :) hehehehe cuma kumpul-kumpul aja, namanya juga Pesta Blogger, berpestalah sebelum pesta itu dilarang ;p kan lo sendiri yang bilang harus menikmati hidup hihihi. Kalau mau bergabung dengan komunitas silakan, mau independen juga nggak masalah–yang penting kita ketemuan di Pesta Blogger; sekalian silaturahmi, lah. Pusing kan ngeliatin layar komputer melulu hehehe :)

Yes indeed Sour Grapes. Sebagai blogger saya tergolong masih baru dibandingkan om-om dan tante-tante disana. Tapi sebagai jurnalis yang meliput kegiatan bisnis –termasuk perkembangan marketing communications- ini menjadi fenomena menarik, sama menariknya dengan kecenderungan perusahaan saat ini merekrut staf markom dengan jobdes anyar: mengelola consumer generated media, yang antara lain: Blogger.

for me blogging is my virtual life, and it’s only there when I turn on the laptop and connect to the internet, and my real life is here when I disconnect the internet and shut down the laptop..i just dont want to mix it up :)

Leave a Reply


  • roi: elu disangka orang Jepang tuh Gooth, ada spam huruf kanji.....
  • adedanu: P Adam, Saya punya model kerjasama marketing untuk meraih pasar di wilayah cirebon. Bila berkenan, Silakan kontak kami.
  • ukhti: Apakah PT.Castrol Indonesia mengeluarkan sebuah promo berhadiah? Terima kasih. Email : salimukhti@yahoo.co.id

Categories

Archives

Tags

Pages

 

October 2007
M T W T F S S
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031