it’s about all word’s

Potensi besar Cilacap

Posted on: February 21, 2008

Pekan lalu saya mendapat undangan penerbangan perdana PT Merpati Nusantara Airlines untuk jalur Jakarta-Cilacap-Semarang menggunakan pesawat turboprop CN 235. Meski mendadak. Ini tentu undangan yang tidak boleh dilewatkan.

Bagaimana tidak? Dengan pesawat yang terbang rendah, sekitar 15.000 kaki. Lokasi pariwisata seperti Tangkuban Perahu, gunung, sawah, kilang minyak, Pulau Nusa Kambangan yang indah terbentang di bawah sana bisa saya nikmati dengan lebih jelas.

Tak heran jika kemudian kantuk yang sempat menggelayuti kedua pelupuk mata ini sontak hilang. Yang sangat membantu, selama perjalanan pilot selalu mengumumkan daerah-daerah apa saja yang kami lewati.

Hasilnya beberapa penumpang dengan antusias melongok-longok ke bawah. Beberapa di antaranya, termasuk saya mendapat kesempatan mengintip pemandangan yang cerah itu melalui kokpit pesawat. Sayang, kokpit pesawat bandel ini sangat sempit.

Dengan suguhan pemandangan yang indah terhampar itu. Perjalanan selama 30 menit dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Bandara Tunggul Wulung di Cilacap terasa terlalu singkat.

Kebetulan hari itu kabupaten itu sedang bersiap untuk berulang tahun yang ke 150 tahun. Tanggal lahirnya, 21 Maret 1856. Wilayah ini merupakan kabupaten terluas di Provinsi Jawa Tengah, dengan luas 2.138 kilometer persegi.

Sejak lama Cilacap lebih dikenal sebagai kawasan industri. Di kabupaten ini terdapat berbagai industri besar a.l pupuk kantung, biji cokelat dan olahan karet, tepung terigu, semen portland, benang tenun, penggergajian kayu, pasir besi, dan tentu saja pengilangan minyak.

Pada sisi lain, bidang pertanian masih tetap memegang peranan cukup strategis. Sejak lama produksi hasil bumi seperti padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat dan kedelai selalu mencapai surplus.

Wilayah yang seperti berada di jalan buntu alias hanya mengenal satu jalan untuk ke masuk dan keluar ini mempunyai beberapa lokasi wisata alam serta wisata budaya dan sejarah yang tidak kalah menariknya bagi wisatawan.

Bagi penggemar jamu tradisional. Anda bisa mampir ke Desa Genta Sari, di Kecamatan Kroya. Tempat itu adalah sentra industri jamu tradisional yang terbesar di Jateng. Di tempat ini seluruh penduduknya adalah perajin jamu tradisional.

Kalau Anda penggemar wayang. Pasti akan tahu mitos Kembang Wijaya Kusuma. Konon bunga ini merupakan senjata ampuh karena mampu menghidupan kembali setiap insan manusia (wayang) yang belum saatnya meninggal.

Sedangkan dalam upacara Kesultanan Solo dan Yogya, kembang ini dianggap sebagai syarat mutlak (dalam sesajen) pada upacara-upacara besar. Dipercaya untuk melanggengkan kekuasaannya, raja-raja Mataram harus mendapatkan bunga ini.

Tapi itu tak mudah. Mereka harus jalan kaki dari Yogyakarta. Selain itu mereka harus menunggu bunga tersebut mekar di tempat. Konon Suharto pun melakukan hal ini sehingga langgeng menjadi Presiden.

Sementara itu ada satu prosesi sedekah Laut Nelayan Cilacap yang dipusatkan di Pantai Teluk Penyu. Tradisi melarung sesaji yang dimulai sejak 1873 saat Bupati Tjakrawedana III berkuasa.

Selain merupakan ucapan syukur atas hasil laut yang melimpah. Diharapkan pula para penjaga laut seperti Nyi Roro Kidul, Ki dan Nyi Sang Hyang Baruna, Ki dan Nyi Bodo Basu, Ki dan Nyi Kerti memberi keselamatan pada nelayan.

Cilacap juga punya banyak pemandangan indah a.l Pantai Teluk Penyu, Hutan Payau, Gunung Selok, Gunung Srandil, Pantai Widarapayung, Pantai Jetis, dan Permandian Air Panas Cipari.

Sedangkan bagi wisatawan yang ingin menelusuri sejarah bisa menikmati keberadaan Benteng Pendem Cilacap. Benteng yang dikenal sebagai Kusbatterij Op De Lantong Te Tjilatjap ini merupakan markas pertahanan tentara Hindia Belanda yang dibangun selama 18 tahun (1861-1879) dengan luas 6,5 hektar.

Penggemar burung pun bisa menemukan surga di Cilacap. Anda wajib mengunjungi kawasan mangrove di laguna Segara Anakan. Meski mulai terancam sedimentasi, tempat ini kaya akan burung-burung air.

Bagi yang gemar dengan dunia militer, Anda wajib ke Pantai Permisan yang berada di tepi Samudera Indonesia. Ombak lautnya ganas. Kalau Anda jeli di bibir pantai terdapat pulau karang yang di atasnya ditancapi replika pisau komando berukuran raksasa.

Ya, tempat ini setiap tahun menjadi lokasi pembaretan para prajurit Kopassus, setelah pelatihan bertahan hidup di hutan Nusakambangan. Pembaretannya tak gampang.

Menurut penuturan beberapa anggota Kopassus di Kartasura, mereka wajib mengarungi ganasnya ombak untuk menuju pulau karang tempat baret mereka diletakkan. Dan itu dilakukan pada saat malam tanpa bulan.

Menelusup ke Nusa Kambangan

Siapa sih yang tidak kenal Alcatras? Selama dioperasikan, nyali penjahat sekaliber Al Capone pun sontak ciut begitu mendengar nama pulau hotel prodeo paling ketat di Amerika Serikat itu.

Tak heran, meski sudah resmi ditutup tahun? Alcatras tetap laku dijual. Tidak hanya untuk atraksi wisata penjara tetapi juga laris manis disewa banyak sutradara Hollywood untuk setting film mereka.

Tak kalah dengan di AS, Indonesia pun memiliki pulau penjara yang oleh para residivis se tanah air sebagai sekolah paling bergengi. Lulusannya berderet-deret dari berbagai jenis dan kelas tapi punya sertifikat kelas kakap.

Sebut saja tukang curi Kusni Kasdut, napi selebritis Jonny Indo, pelaku sodomi Robot Gedek, Taipan hutan Bob Hasan hingga, tentu saja putra kesayangan orang terkuat di jaman Orde Baru, Tommy Suharto.

Keangkeran Nusakambangan bahkan mengalahkan nama Cilacap. Maklum pulau dengan panjang sekitar 36 kilometer dan lebar enam kilometer, Nusakambangan sejak zaman Belanda dipakai untuk mengasingkan narapidana kelas kakap.

Di pulau itu terdapat sembilan bangunan penjara peninggalan Belanda, yang dibangun antara tahun 1908 hingga 1912. Sekarang hanya tinggal empat penjara yang masih dipergunakan, yakni Penjara Besi, Batu, Kembangkuning, dan Permisan.

Yang samar-samar, sejak tahun 2003 sudah ada rencana untuk membangun penjara super ketat yang diperuntukkan bagi para pelaku teroris.

Karena resminya merupakan lembaga pemasyarakatan, akses wisata di tempat ini sangat terbatas. Belum seluruh pelosok pulau boleh dikunjungi wisatawan. Padahal, potensi Nusakambangan sebagai daerah tujuan wisata sangat menjanjikan.

A.l monumen Nusakambangan di Pelabuhan Sodong, pesanggrahan dan eks lembaga pemasyarakatan Buntu, Gua Pasir, Gua Kelelawar, Gua Bisikan, Gua Ratu dan Gua Putri, Kampung Laut, pantai Pasir Putih Permisan, Gua Kledeng dan bekas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Buntu.

Selain itu ada Monumen Artlileri Benteng Pendem dan Mercusuar Cimiring, Cagar Alam Nusakambangan Timur, Gua Panembang, Gua Sikempis, Pulau Karangbandung, Gua Salak, Gua Ketapang, dan Gua Bantar Panjang, bekas penjara Nirbaya Gladagan, Cagar Alam Nusakambangan Barat dan Hutan Lindung Pohon Plalar.

Di Pantai Permisan, Anda juga akan dengan mudah menemui napi LP Permisan yang sedang menjalani masa sosialisasi. Dengan seragam LP, mereka menjajakan aksesori batu akik hasil kerajinan para napi.

Kualitasnya cukup bagus. Harganya pun tak terlalu mahal Mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 150.000. Yang unik cincin yang membalut batu tersebut terbuat dari uang logam pecahan.

Akan tetapi, pulau ini masih menyisakan persoalan a.l meski secara administratif berada di bawah kendali Kabupaten Cilacap, pengelolaannya masih berada di tangan Departemen Kehakiman.

Usaha-usaha pemerintah Kabupaten Cilacap untuk bisa mengelola Nusakambangan secara total dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih terbentur tembok tebal.

Akses makin mudah

Untuk mencapai Cilacap kini makin mudah. Selain memanfaatkan penerbangan maskapai PT MNA tiga kali seminggu. Anda bisa menempuh jalur darat yang setiap harinya dilayani oleh KA Eksekutif “Purwajaya”.

Jika gemar mengemudi, Anda bisa menyusuri jalur Jakarta-Bandung – Cilacap atau Yogyakarta – Cilacap.

Untuk bisa masuk ke Nusa Kambangan. Anda wajib mendapat izin dari Kanwil Kehakiman dan HAM Jateng. Setelah itu baru Anda bisa memilih paket wisata atau membeli karcis pada Badan Pengelola Objek Wisata (BPOW) Khusus Pulau Nusakambangan.

Ada tiga paket wisata. Paket minimal 100 orang dengan membawa kendaraan sendiri. Karcis tanda masuk Rp 20.000/orang dan biaya menaikkan kendaraan Rp 55.000/kendaraan.

Atau, paket minimal 40 orang dengan carter kapal Rp 750.000 dan karcis tanda masuk Rp 13.000/orang yang dilayani setiap Sabtu, Minggu, dan hari libur dengan penyeberangan lewat Pelabuhan Lomanis.

Lalu paket minimal 30 orang dengan membawa kendaraan sendiri. Karcis masuk paket ini Rp 20.000/orang, biaya menaikkan kendaraan Rp 60.000/ kendaraan yang dilayani setiap hari Sabtu, Minggu, dan hari libur. Penyeberangannya lewat Pelabuhan Wijayapura.

21/2/2006

About these ads

3 Responses to "Potensi besar Cilacap"

Salam kenal. Saya Anita. Saya saat ini sedang memburu informasi tentang cilacap baik kotanya, akses transportasinya dan semua tentang kota cilacap. Saya selama ini tinggal di jakarta, namun dalam waktu dekat suami saya akan dipromosi ke cilacap. so…karena terlalu lama di kota besar, ada sedikit ke khawatiran untuk hidup disana apalagi bawa anak kecil. Namun dengan informasi pak sandiaga, saya lebih plong.Ternyata tidak udik udik banget. Thanks ya pak.

wah…saya aergot mbak…bukan sandiaga uno….bisa marah-marah bu mien uno…sandiaga uno cuma salah satu narasumber saya…

salam kenal juga…semoga bahagia tinggal di kota kecil cilacap

betul sekali, saya sepakat dengan tulisan ini.. :-) di WP saya ada beberapa artikel terkait dengan artikel ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 41 other followers

%d bloggers like this: