it’s about all word’s

Sekolah Internasional, antara harga dan mutu

Posted on: February 21, 2008

Pendidikan adalah modal penting untuk menghadapi persaingan sumber daya manusia yang semakin ketat dalam era globalisasi. Belum lagi industri Indonesia yang ikut-ikutan latah pada lulusan sekolah dengan embel-embel asing.

Bahan jualan sekolah dengan sebutan internasional tentu saja kurikulum asing yang bisa membuat encer otak anak didik di atas rata-rata dan merangsang kemampuan berbahasa asing.

Tidak saja tenaga guru asing dilengkapi perlengkapan sekolah yang canggih dan kelas kecil disebut-sebut membangun anak lebih cerdas di banding sekolah biasa saja.

Hasilnya? Bisa ya bisa tidak. Buktinya sampai saat ini belum ada siswa yang sejak awal dididik di sekolah internasional lalu jadi jawara olimpiade internasional.

“Sejauh ini para jawara olimpiade internasional asal Indonesia lebih banyak adalah anak-anak biasa yang dididik di sekolah dengan kurikulum biasa-biasa saja,” ujar Yohannes Surya.

Tetapi mengapa justru sekolah-sekolah dengan label internasional atau kurikulum internasional yang berbiaya mahal itu sangat laku di mata para orang tua murid Indonesia?

“Kalau saya memang memasukan anak saya ke sekolah internasional karena menghindari shock culture. Pekerjaan saya di luar negeri membuat anak-anak kami harus sekolah di luar negeri. Mereka sudah terbiasa seolah dengan bahasa Inggis,” ujar Marketing Director Nestlé Indonesia, Maurits Klavert.

Padahal tak murah untuk sekolah di sekolah-sekolah dengan label internasional tidak hanya berkisar pada hitungan jutaan rupiah, beberapa sekolah malah meminta bayaran dengan kurs dollar.

Beberapa sekolah yang betul-betul internasional malah tidak hanya menyandarkan diri pada nilai lembaran uang yang harus disetorkan ada pula yang meminta surat rekomendasi dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) di Jakarta.

Selain itu, masih ada persyaratan administratif seperti paspor, kartu susunan keluarga (KSK) dan akta kelahiran yang sudah jelas menggambarkan latar belakang orang tua siswa.

British International School dan Jakarta International School yang memang didirikan untuk anak-anak ekspatriat yang bertugas di Indonesia.

Biaya Selangit

Sebut saja Sekolah Tiara Bangsa (STB), Depok yang sudah diakreditasi oleh International Baccalaureate Organization (IBO) untuk masuk taman kanak-kanak (TK) orangtua siswa harus merogoh US$2.750 ditambah Rp 20.500.000 per tahun.

Untuk masuk sekolah dasar (SD) US$5.550 ditambah Rp 20.500.000 per tahun. Tingkat Sekolah menengah pertama (SMP), US$5.750 ditambah Rp 20.500.000 per tahun. Untuk tingkat SMA, Rp 50 juta per tahun.

Sekolah yang tergabung dalam organisasi yang berdiri tahun 1968 itu mematok harga dan kurikulum yang tak terlalu berbeda.

Beberapa sekolah yang tergabung dalam IBO a.l Bina Tunas Bangsa School, British International School, Gandhi Memorial International School, Jakarta International School, Sekolah Global Jaya, Sekolah Pelita Harapan dan Sekolah Tunas Muda.

Sementara yang di luar Jakarta a.l Bali International School, Bandung International School, Bogor Expatriate School, Cita Hati Christian High School-Surabaya, Medan International School, dan Sekolah Ciputra-Surabaya.

Atau kalau mau alternatif lain di luar sekolah yang diakreditasi oleh International Baccalaureate Organization (IBO) bisa mencoba sekolah yang berada di bawah lisensi Highscope AS yang termasuk dalam kategori sekolah nasional plus.

Sekolah ini begrerak di pendidikan tingkat taman kanak-kanak (preschool) hingga Sekolah Menengah Pertama (junior high school).

“Disebut nasional plus karena mengaplikasikan standar kurikulum pemerintah yang diperkaya dengan sistim pengajaran dengan muatan pola belajar active learning,” tutur pendiri Highscope Indonesia, Atarina SF Amir.

Sistim pengajarannya mengacu pada hasil riset yang dilakukan oleh Education Research Foundation, AS dengan harapan bisa menstimulasi anak agar dapat berfikir analitif dan selalu berpacu mencari solusi.

Target pendidikan dengan sistim bilingual ini, lanjut Atarina, tidak saja pada pencapaian akademik tetapi juga keterampilan inter dan intra persona.

Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, sampai saat ini Highscope Indonesia telah memiliki delapan cabang di TB Simatupang, Kelapa Gading, Pluit, Casablaca, Bintaro, Alfa Indah, Medan dan Denpasar.

Bagi orang tua yang terlanjur fanatik dengan sekolah dengan sistim Inggris maka Sevilla School bisa menjadi alternatif. Sekolah yang digagas oleh almarhum Cak Nur dan bos Garuda Food, Sudhamanek ini bekerjasama dengan Cambridge University, Inggris.

Menurut Kepala Sekolah Sevilla School, Putu Mudita, Sevilla menawarkan tingkat pendidikan dari TK hingga SMA. Biayanya tak terlalu jauh dengan yang lain antara Rp50-60 juta setahun.

Lokal standar internasional

Ada pula sekolah plus yang didirikan atas kerjasama lembaga swadaya masyarakat Turki, Pasiad (Pasifik Ulkeleri ile Sosyal ve Iktisadi Dayanisma Dernegi), dan Departemen Pendidikan Nasional.

Di Indonesia, Pasiad telah bekerjasama dengan sejumlah lembaga pendidikan di antaranya Sekolah Pribadi di Bandung dan Depok/Jakarta dan SMP-SMA Semesta di Semarang.

Seluruh sekolah itu bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat a.l Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gajah Mada dan Universitas Negeri Malang.

Sekolah dengan sistem boarding school asal Turki itu membuka program beasiswa kelas olimpiade tingkat SMP dan SMU yang diperuntukkan bagi anak-anak ber-IQ 130 hingga 140.

“Maklum mereka harus mampu menyelesaikan kurikulum normal (tiga tahun) hanya dalam waktu satu setengah tahun. Sisanya adalah masa bimbingan di bawah pengawasan profesor dan doktor sains,” ujar General Manager SMP dan SMA Semesta, Abdulkerim Tursun.

Tentu tak murah untuk menyelenggarakan sistim pendidikan model begini. Untuk menyelenggarakan hal ini setiap siswa membutuhkan dana sekitar Rp20 juta untuk satu tahun.

Salah satu alasan mahalnya sekolah-sekolah berlabel internasional adalah sertifikat standar internasional atau General Certificate of Education (GRE) yang menjadi modal untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi di luar negeri.

Sementara sekolah-sekolah lokal dengan kurikulum plus pun cukup banyak seperti SMAN 3 Depok, SMA Bina Bangsa School, SMA Lazuardi Global Islamic School, Depok, SMAN 70, SMAN 68, SMAN 78 dan kelas super SMAN 3 Jakarta.

Nama terakhir ini adalah proyek yang didukung PT BMW Indonesia sejak September 2004. Pabrikan mobil Jerman ini akan menanggung seluruh biaya yang dibutuhkan oleh siswa kelas super tersebut.

Setidaknya untuk anak-anak pintar yang diasuh oleh tim pendidik Tim Olimpiade Fisika Indonesia, PT BMW harus menanggung biaya pendidikan untuk setahunya senilai Rp20 juta.

Tentu saja tidak mudah masuk ke kelas super SMAN 3 itu mensyaratkan lolos seleksi IQ, EQ hingga wawancara seputar kepribadian siswa. Muatan pendidikan di kelas ini tentu berbeda dengan sekolah penganut kurikulum biasa.

Dalam kelas super itu ditekankan pelajaran seperti Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia yang setara dengan kurikulum universitas.

Hanya saja meski telah disekolahkan ke sekolah mahal bukan berarti anak kemudian dijamin sukses di masyarakat atau menjadi penemu jempolan. Seperti kata Thomas Alva Edison ,”Bakat adalah 1% sementara yang 99% adalah kerja keras!”.

28/5/2006

About these ads

28 Responses to "Sekolah Internasional, antara harga dan mutu"

Thanks atas artikelnya. Ada yang ingin saya tanyakan, apakah sekolah2 Nas plus di atas untuk pelajran musik di Sekolah Dasar sudah dijuruskan berdasar instrumen musik? jika ya ada berapa jurusan? Jika ada penjurusan di SD apakah musikalitas pada siswa tidak terganggu?

waduh perkembangan terakhir saya kurang tahu…maaf ya mbak

wah jawabannya kok ga diplomatis. Copas kali ya nulis artikelnya

saya berniat menyekolahkan anak sy ke bis(bandung internasional school) smp nanti,tapi biayanya mahal bgt.apakah ada rekomendasi dari pihak sekolah untuk keluarga yg biasa2 aja..?anak saya punya rangking n segudang prestasi..mohon untuk di berikan solusinya.terima kasih..

pertanyaan saya ko ga ada respond..? kalo gitu untuk apa artikelnya di muat..?

yah kasian deh lowh… :))

hihihi, siaaaaaaan deh, :D

Maaf informasi tentang sekolah PASIAD tampaknya kurang tepat.
saat ini ada 6 sekolah kerjamasa yayasan PASIAD dengan Diknas atau yayasan Indonesia; Pribadi BAndung, Pribadi Depok, Semesta Semarang, Kharisma Bangsa BAnten, sragen, dan dan Fatih Aceh.
Program sekolah juga biasa saja , 3 tahun seperti sekolah pada umumnya dengan kurikulum nasional puls.
sekolah PASIAD bekerjasama dengan universitas terutama untuk bimbingan siswa olimpiade.

betul…tulisan ini saya buat empat tahun lalu

ooowwhhh…. asome….

mau tanya nih… kalo biaya pendidikan SMA xiputra surabaya berapa aja nih?? termasuk uang gedung, spp, uang pengembangan dll???

kena inflasi brp setahun??

thx..

adik saya tertarik memasuki sekolah itu….

buka aja webnya. searching sekolah ciputra. sempet liat tuition fee nya sekitar 6 jutaan

Informasi yg sangat menarik, thanks

kalo smp dan sma semesta di semarang?’
hmm..sebenarnya bagaimana sistem pengembangan penjaminan mutu di skolah -skolah plus tersebut?’

Kalau mau yang berbahasa asing tapi terjangkau coba aja sekolah2 yag baru buka seperti Flying Star school di lebak bulus 750- 5492, atau mentari yang ada di bintaro, beda lokasi dia beda harga, ataupun BTB di bintaro

Sekolah yang saya baru sebutkan diatas itu biaya SPPnya 500ribu perbulan, tentunya fasilitas mereka tidak sebagus yang puluhan juta tetapi kualitasnya lumayan

kami org pinggiran…
tak mungkin bisa masuk ksitu…

untuk makan aj susah….

ap lg buat byr spp sbsr itu…

kami org piggr…..n
tak mungkin bisa masuk ksnaaa….

“untuk makan aj susah”

ap lg utk byr spp sebesar itu….

kami hanya berharap uluran tangan2 dermawan…

Info sedikit gan…. adalagi Boarding School bertaraf international dengan berbasis agama Islam dengan biaya pertahun 35 jt perbulan 5 jt hanya dua tahun saja ato Akselerasi, nama sekolah nya untuk SMP IISS ( Islamic Secondary Shool ) dan untuk SMA IIHS ( International High School ) di bawah naungan yayasan IEC yang beralamat kan di Gedung Palma One Jl. HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Selamat Hunting :)

sekolah IIHS dan IISS itu sekolah ndak jelas.. sebentar lagi mau digusur diknas.karena tidak layak mendirikan sekolah di gedung perkantoran. gmna dngnsaran labnya? mau bakar satu gedung kalo ada kecelakaan lab? wakakakakaka…

gan numpang iklan boleh…
Ramaur Taekwondo Club
Yang Butuh kegiatan tambahan untuk anak-anak mulai usia 4 thn (privat/comunitty/school) kunjungi
http://www.ramaur.blogspot.com

hmmm…kalo ngomomgin skolah” yang plus” pasti banyak perdebatan..
saya denger mw msuk smp-sma semesta di SMG, yang juara lomba tingkat nasional hanya dapat discon…dan tidak gratis…
biaya perlu dipertimbangkan,hehe..

sekolah internasional mah gak ada yg jelas men. itu kan hanya memanfaatkan keluguan ortu kaya tapi bloon buat masukin anaknya kesana dg iming2 fasilitas yg bagus. jgn lupa di indonesia ini banyak orang kaya yg bodoh, yg hanya ngerti gengsi aja. apa lagi orang kaya baru dari daerah spt kalimantan, sulawesi, dan wilayah timur. mereka tuh makanan empuk buat sekolah2 internasional yg gak jelas. ha ha ha. knapa saya bisa ngomong gitu, karena saya adalah salah satu wakasek sekolah internasioanal. setiap rapat. kita menertawakan kebodohan ortu yg masukin anaknya ke sekolah saya ha ha ha..

Sportif dong gan

Ehem, apa ini ada hubungannya sama komentar yang nomor 14 dan 15 ya? :D

sekolah internasional hanya untuk org2 yg ‘berduit’,….. ;'(

GEBLEK…!!

Mohon bantu saya, bagaimana cara mendapatkan : surat rekomendasi dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) di Jakarta. karena saya akan mendaftarkan anak saya di BIS.. please email ke: veronika_metaria@yahoo.com, ato mohon balas langsung.. Many Thank

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers

%d bloggers like this: