it’s about all word’s

Serasa pilot dengan pesawat model

Posted on: February 21, 2008

Hari minggu adalah waktu yang ditunggu-tunggu Pandu Wicaksono. Itu adalah jadual tetap bagi siswa kelas 5 SD Pondok Labu 11 Pagi itu untuk berlatih aeromodeling bersama sang ayah, Agus Prakosa.

Demi sang anak, Pimpinan Capem Bank Mega Green Garden itu harus menyusuri padatnya lajur Depok tiap kali mengantar dan menemani Pandu berlatih di lapangan Jakarta Aeromodeling Club di wilayah landasan terbang Halim Perdanakusuma

“Sebetulnya kita bisa main di [Kompleks Perumahan] Alam Sutera. Tetapi di tempat itu ramai. Was-was kalau pesawat jatuh. Sedang di sini [Halim] relatif sepi dan run way nya lebih panjang,” ujar Agus yang mulai tertarik dengan hobi ini.

Hanya saja, lanjutnya, aeromodeling termasuk mahal. Demi membahagiakan Pandu, Agus sudah mengeluarkan duit tak kurang dari Rp3 juta. Jumlah segitu hanya untuk biaya pesawat dan perangkat remote control.

Menurut Agus, biaya sebesar itu belum termasuk biaya transportasi bolak-balik Depok-Halim yang bisa mencapai Rp300 ribu. “Ini hobi mahal. Saya pernah menjatuhkan pesawat punya teman. Untuk menggantinya habis Rp2 juta.”

Hanya sepuluh langkah dari Agus dan Pandu mengutak-atik pesawat modelnya, pengusaha Bambang Wijono sedang mempersiapkan aeromodeling Sukhoi-26 yang tergolong pesawat skill.

Usai mengotak-atik pesawat model. Bergegas dia menuju papan frekuensi. “Jangan sampai kita menggunakan frekuensi yang sama dengan pesawat lain. Saya pernah mengalami. Tidak teliti. Akibatnya pesawat saya hilang kendali,” paparnya.

Bergeser ke arah timur, Kepala Teknik Kabelvision, Henry Indrawan sedang serius mempersiapkan helikopter kecilnya. Menderu-deru helikopter model seharga Rp 20 juta itu bermanuver mengikuti perintah Henry melalui remote control merek Futaba.

“Koleksi saya ada enam. Kalau dihitung-hitung sudah keluar Rp100 juta untuk hobi ini. Tapi bingung juga mau diwariskan pada siapa. Anak saya perempuan semua,” mantan penggila mobil control itu.

Sementara itu, di antara mereka terselip sosok bule, Paul Mooafield yang tak kalah sibuk membongkar pesawat modelnya. Bule separuh baya asal Adelaide, Australia Selatan itu mengaku sudah 20 tahun menekuni hobi ini.

“Saya punya hobi sejak mulai bekerja sebagai ahli geofisika. Sempat terhenti saat memiliki anak,” ujar ayah dari Tessa Mooafield itu.

Jika ada sebagian anggota JAC ini memanfaatkan aeromodeling untuk hobi dan olahraga, lain lagi dengan Agus.

Sarjana teknik yang masih tercatat sebagai air maintenance pada PT Aviasindo ini memanfaatkan aeromodelling untuk pengembangan teknologi surveillance pengamatan dari angkasa.

Dan untuk mewujudkan keinginanya itu, pesawat RC miliknya telah dilengkapi dengan sistem navigasi yang dikendalikan dengan menggunakan sensor GPS.

“Teknologi seperti ini telah dikembangkan di luar negeri, tapi selama ini kita hanya bisa adopsi saja,” ujar Agus yang juga salah satu atlit aeromodelling Federasi Aromodelling Seluruh Indonesia DKI ini.

Dari hasil utak-atik Agus, aeromodeller yang memulai hobinya sejak SMP ini telah memanfaatkan teknologinya untuk foto udara dan navigasi kemiliteran.

Jika dilihat sekilas, pesawat RC milik Agus tidak berbeda jauh dengan pesawat milik aeromodeller yang lain.

Mulai dari persiapan terbang sampai take off, pesawat warna putihnya itu masih dikendalikan dengan menggunakan remote control.

Namun untuk selanjutnya, jika aermodeller lainnya mengendalikan pesawatnya masih menggunakan remote control, pesawat Agus tidak.

Agus hanya mengarahkan kemana arah terbang pesawatnya dengan navigasi menggunakan sensor GPS. “Saya sempat mencoba mengkombinasikan dengan kamera digital lensa 3 mm untuk foto udara. Hasilnya lumayan.”

Mainan sampai beneran

Seorang aeromodeler haruslah memiliki tiga kemampuan. Merakit, membuat, dan menerbangkan pesawat aeromodeling-nya.

Dalam permainan aeromodeling, ada tiga kelas aeromodeling. Free flight, control line atau u control, dan radio control (RC).

Untuk kelas free flight, ada glidder, pesawat yang terbuat dari kayu dan diterbangkan dengan menggunakan kumparan atau lontaran tangan saja.

Sedangkan kelas RC adalah pesawat yang diterbangkan dengan menggunakan radio control dengan frekuensi tertentu. Terbagi dalam kelas aerobatic fix wings dan aerobotic helicopter.

Bahan bakar yang digunakan adalah metanol yang digunakan untuk mesin pesawat RC yang berkapasitas kurang dari 26 cc. Sedangkan untuk kapasitas mesin yang lebih dari 26 cc, aeromodeler memilih bahan bakar bensin.

Keseluruhan komponen pesawat itu dapat dibeli dari toko-toko hobi yang berada di dalam maupun luar negri. Namun untuk badan pesawat, banyak aeromodeler mulai membuatnya pesawat dari bahan kayu balsa dan kertas fill yang berbahan ringan.

Namun bagi aeromodeller sejati seperti Sukarto, M.D, kapasitasnya sebagai aeromodeler bukan hanya diaplikasikan pada model pesawat RC semata.

Purnawirawan penerbang ini telah membuktikan kemampuannya untuk merakit, membuat, dan menerbangkan pesawat yang sebenarnya.

Maka tidak heran jika di rumahnya yang terletak di kawasan Cibinong, Bogor ini terdapat dua kapal terbang berpenumpang tiga orang hasil rakitannya sendiri.

Biaya yang dikeluarkan untuk merakit Moni Tri Gear dan Pubebizny di era 1970-an ini mencapai Rp140 jutaan.

Belum lagi pesawat penumpang Piper L4J buatan Amerika tahun 1931 yang dibeli dari TNI-AU senilai Rp150 juta.

Kini dua pesawatnya di sandarkan di hanggar kecil di belakang rumahnya, sedangkan sang Piper dia sandarkan di hanggar Suryadarma.

“Jadi saya ini sudah komplit. Bisa merakit, membuat, menerbangkan, membeli lagi,” ujar aeromodeller yang memulai hobinya sejak 1951 ini.

Pendapat Sukarto diamini oleh Ketua Rajawali Aeromodeling Club Bandung (RACB) Ivan Jakaputra yang teratur berlatih di Lapangan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung setiap Sabtu dan Minggu pukul 11 hingga sore hari.

“Mengoperasikan pesawat aeromodeling dengan remote control itu tidak mudah. Jadi, kalau pesawat kita terbangnya mulus, take off-nya sempurna maka kepuasan batinnya sulit dilukiskan,” ujarnya.

Menurut dia kepuasan batin yang diterima seorang aeromodeller melebihi uang yang harus dikeluarkannya. Meski puluhan juta harus keluar, namun kesenangan yang diterima bisa berpuluh kali lipat.

Ivan menjelaskan seorang pemula setidaknya harus merogoh Rp2juta-Rp4 juta untuk memulai hobi ini. Jumlah tersebut untuk membeli bodi pesawat tipe trainer Rp750 ribu, mesin pesawat Rp1 juta, dan remote control Rp1,2 juta-Rp2,5 juta.

Setelah lancar menjalankan pesawat trainer, maka tiba saatnya membeli kapal aeromodeling jenis intermediate (menengah) maupun advance (mahir). Model pesawat tipe ini idealnya dibeli dari produk Jepang dan Amerika yang sudah teruji.

Merek yang bagus untuk badan pesawat yakni Hirobo dan Kiyoso asal Jepang serta Midwest asal AS yang harganya berkisar antara Rp2juta-Rp4 juta per unit.

Untuk mesin pesawat yang patut dipilih adalah OS asal Jepang. Harganya Rp500 ribu-Rp10 juta, sementara remote control yang baik adalah merek Futaba dan GR asal Jepang dengan harga antara Rp1,2 juta-Rp22 juta!

Kalau ingin harga miring, saat ini banyak tersedia produk asal Cina dan Taiwan seperti merek World Plane yang harganya bisa lebih murah 50% dari harga produk Jepang.

Menurut Pembina RABC, Bambang Sutrisno, kocek puluhan juta hanya dikeluarkan saat membeli pesawat saja. Selebihnya, setiap bulan hanya mengeluarkan uang ratusan ribu saja.

“Kalau kita rutin main seminggu dua kali, itu butuh uang Rp250.000 per bulan buat beli metanol satu galon sebagai bahan bakar pesawat ini. Kalau pesawat kita pakai Pertamax, itu paling hanya butuh dua liter-tiga liter per bulan,” ujarnya.

Sebab aeromodeling tidak butuh biaya perawatan yang mahal, cukup menghindarkan mesin dari debu dan kotoran. Modifikasi pada mesin sendiri tidak pernah dilakukan.

Uang baru akan keluar lagi apabila pesawat yang kita miliki crash (jatuh) akibat aeronautika yang tidak seimbang atau kesalahan aeromodeller dalam mengendalikan remote.

Berdasar pengalaman Bambang, untuk menservis pesawat jatuh itu dibutuhkan kocek antara Rp500.000 hingga Rp2 juta. Namun, tingkat kecelakaan seperti itu sangat jarang terjadi. Nah, siapa tertarik terbang ke angkasa (lewat aeromodeling).

27/3/2006

About these ads

12 Responses to "Serasa pilot dengan pesawat model"

Salam kenal. Tulisannya mantap.

makasih kapten

boleh nanya? kerja di aviasindo tahun brapa sampai berapa yah? just curious.

weh saya ini hanya buruh mbak…buruh media

aku jg lagi belajar sekuat tenaga dan kocek demi bisa terbang stabil
lihat video ku ya

Bagi rekan yang tertarik untuk membuat atau ikutan lomba menerbangkan pesawat model bertenaga karet silakan kirim email ke saya untuk selanjutnya saya kirim balik undangan/publikasi serta cara membuat pesawat bertenaga karet. Sekedar catatan membuat pesawat karet ini sangat murah. dengan ongkos 25 sudah bisa membuat 4-5 pesawat dan langsung dapat diterbangkan.
Agus Sudarmawan
Ketua panitia
agussu@indonesian-aerospace.com
o8157237699

sayapengen tau bagaimana cara membuat pesawat tenaga karet.
trima kasih

Mau juga om bikin pesawat tenaga karet ini cara nya giamana om??????

Koreksi: no HP ku yang benar 08157137699

Lomba dilaksanakan di PT DI Bandung pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2009
Salam

Hi Salam kenal

setelah membaca berita di koran mengenai lomba menerbangkan pesawat model bertenaga karet, dengan pencarian mr google, saya menemukan web blog ini dengan sangat mudah, setelah membaca artikel ini membuat saya semakin tertarik lagi untuk mengikuti aeromodelling. saya juga mulai saat ini belajar tentang aeromodelling
saya berharap teknologi aeromodelling negeri Indonesia semakin maju.

bang,saya tinggal di ciamis,tolong kasih tau penjualan heli atau plant remote yang menggunakan bahan bakar,paling tidak alamat penjualan di bandung,tak apalah yang bekas pula,mekasih bang sebelumnya

bos. ada sekolah ga klo mo dalemin dunia aeromodellin. dmana dan berapa lama prosesnya. thanx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 43 other followers

%d bloggers like this: