Posted by: algooth putranto on: March 16, 2008
Cabut saham AdamAir, Bhakti besarkan Star Eagle?
Kaburnya PT Bhakti Investama Tbk dari AdamAir sebetulnya bukan kabar mengejutkan. Sejak akhir tahun lalu tanda-tanda hengkangnya Hary Tanoe jelas terendus.
Coba ingat-ingat ketika Bhakti melalui PT Global Transport Service berencana menggarap penerbangan reguler berpelayanan penuh (full service) dengan bendera Eagle Air.
Siapapun tahu Global Transport Service adalah bagian dari PT Bhakti Investama Tbk yang telah membeli 50% saham PT Adam SkyConnection Airlines (AdamAir) pada April 2007.
Meski dikatakan maskapai Eagle Air—konon namanya akan menjadi Star Eagle—bakal head to head dengan Garuda. Tapi kelihatan kalau bos MNC itu sudah mempersiapkan rencana lain untuk bisnis penerbangannya.
Eagle Air itu berencana terbang mulai pertengahan tahun ini setelah mendapat izin operasi dari Departemen Perhubungan. Toh ini bukan rumor karena dibenarkan oleh Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Budhi Muliawan Suyitno
“Eagle Air sedang dalam proses, Insya Allah pada 2008 mereka akan terbang,” katanya seusai memberi sambutan pada kuliah umum Program Magister Manajemen Transportasi Udara Universitas Sahid Jakarta, Desember 2007.
Menurut Budhi, Eagle Air diharapkan minimal masuk dalam kategori II. Maskapai berkategori II dinilai telah memenuhi peraturan penerbangan sipil yang berlaku secara internasional.
Selain Eagle Air, ada maskapai baru yang lain yaitu Aviastar yang berencana menggarap penerbangan reguler di rute pengumpan (feeder), Linus Airways, Lorena Air, Top Air, dan Effata Air.
Semua maskapai itu dijadwalkan mulai terbang pada awal tahun depan dengan menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara asal (base). Surat permohonan seluruh maskapai baru juga telah diserahkan kepada pihak bandara.
Lagi-lagi ini dibenarkan Kepala PT Angkasa Pura II Cabang Soekarno-Hatta Hariyanto.
“Empat perusahaan penerbangan itu sudah mengajukan surat pemberitahuan akan terbang dari Soekarno-Hatta ke sejumlah kota tujuan di Indonesia,” ujarnya.
Dalam surat pemberitahuan kepada manajemen Bandara Soekarno-Hatta, keempat maskapai itu akan terbang mulai akhir tahun ini dan awal 2008.
Budhi mengatakan maskapai harus mengoperasikan sedikitnya lima unit pesawat agar bisa beroperasi secara reguler.
Menurut Budhi, Indonesia masih membutuhkan maskapai penerbangan berkonsep pelayanan penuh, karena kebutuhan itu tak bisa dicukupi oleh satu maskapai Garuda Indonesia yang berkonsep tersebut.
Direktur Utama PT Global Transport Service Hartono Tanoesoedibjo mengatakan pihaknya memesan pesawat Boeing 737-800 NG sebanyak 16 unit.
“Kami telah memproses izin perusahaan baru Eagle Air di bawah PT Global Transport Service,” kata Hartono.
Janji kampret
Konyolnya tanda-tanda Bhakti menarik sahamnya dari Maskapai berkelir Oranye itu hanya terpaut setengah tahun dari koar Tanoe tentang AdamAir.
Dalam acara ‘Peluncuran Bhakti Grup Resmi Masuk Adam,’ sekitar bulan Juni 2007 mengungkapkan mimpinya tentang AdamAir dari maskapai berkonsep biaya rendah (low cost carrier) untuk masuk ke segmen penerbangan dengan layanan penuh (full service).
“Seperti kami di bisnis TV atau IT [teknologi informasi], ada segmen pemirsa A, B, C, D. Lantas di IT ada yang butuh ponsel hanya untuk pesan singkat dan terima telepon, tapi ada juga yang butuh kamera ponsel. Di penerbangan, kami juga ingin masuk ke pasar yang ada, full service dan low cost carrier,” ujarnya.
“Soal pesawatnya akan disesuaikan. Itu pesan saya sebagai penentu policy di AdamAir kepada bagian operasional, agar secepatnya melakukan ekspansi segmentasi ini, karena kebutuhan penerbangan kita mencapai hingga 36 juta penumpang tahun lalu. Itu pasar yang sangat besar, itu alasan kami ikut andil di transportasi udara,” tandasnya.
Untuk bisnis kargo udara, kata Hary, AdamAir untuk sementara belum melirik pasar itu dan belum berencana melakukan ekspansi kapasitas. “Kami masih fokus ke pasar penumpang. Soal akuisisi perusahaan penerbangan nasional lain, saya no comment dulu.”
Dia mengatakan Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan kebutuhan transportasi yang kian tinggi seiring pelaksanaan otonomi daerah, memungkinkan kegiatan ekonomi berkembang tidak hanya berpusat di Jakarta.
Ekspansi tersebut, lanjutnya, akan memperkuat AdamAir menghadapi tantangan kebijakan langit terbuka (open sky) Asean pada 2008. “Selama ini, kami terbiasa dengan pasar bebas untuk bersaing, maka kami betul-betul bersiap menghadapi tantangan pasar bebas itu.”
Meski begitu, Hary berharap pemerintah tetap memproteksi pelaku usaha penerbangan nasional agar mampu bersaing dengan maskapai penerbangan asing.
Direktur Utama PT Global Transport Services Hartono Tanoesoedibjo menambahkan pihaknya optimistis bergabungnya AdamAir ke dalam Grup Bhakti akan memperkuat daya saing maskapai itu di kancah penerbangan nasional dan internasional.
Dalam lima tahun ke depan, ungkapnya, AdamAir menargetkan untuk mengoperasikan sedikitnya 60 pesawat serta meningkatkan rute dan frekuensi penerbangan baik dalam maupun luar negeri.
Sementara itu, Direktur Utama AdamAir, Adam Adhitya Suherman mengatakan AdamAir terus berusaha meningkatkan standar keamanan dan pelayanan penerbangan.
“Kami mengundang konsultan asing guna membantu AdamAir mengikuti audit keamanan operasional IATA [International Air Transport Association],” ujarnya.
“walah trus gimana tiket gue? Gue dah pegang tiket buat tanggal 18 [Maret] neh?,” tanya Ade Vidonta, ketika kami meluncur ke Bogor untuk bersua dengan bule Australia asal Perth, akhir pekan lalu.
Pekerja sebuah pabrik pulp di Serang itu kontan panik ketika saya beritahu soal maskapai kesayangannya itu terancam bernasib lebih buruk dari bajaj. Ngga bisa narik karena pailit.
Kepadanya saya tak bisa memberi banyak penjelasan sebab sejak Jumat (14/3) lalu call center Adam Air (021-6191-999) tak aktif, sementara situs www.flyadamair.com bertuliskan ‘Sorry, we are offline’
Tampang Kris Dayanti memang tak berubah. Giginya memang tetap meringis. Tak kalah cemerlangnya dengan pringisan saya membayangkan nasib PON XVII yang digelar 6-18 Juli 2008 di Kaltim. Lha gimana lagi AdamAir kan official carrier. Puyeng ga loe!