it’s about all word’s

Be a Game Changer for win

Posted by: algooth putranto on: September 17, 2008

Judul: Game Changer: How You Can Drive
Revenue and Profit Growth With Innovation
Penulis: A.G Lafley dan Ram Charan
Penerbit: Crown Business New York, April 2008
Tebal: 336 halaman

Buku-buku know how memang menarik apalagi jika yang dikaji adalah perusahan- perusahan besar. Kali ini A.G Lafley dan Ram Charan menjadikan perusahaan raksasa barang konsumen Proctor & Gamble sebagai objek penelitian.

Ram Charan sebagai penulis buku laris New York Times menceritakan bagaimana Proctor & Gamble bersama-sama dengan  Honeywell, Nokia, LEGO, GE, HP, dan DuPont menjadi “Game Changers”.

Istilah ‘Game Changers‘ digunakannya bagi perusahaan yang “mengendalikan permainan” di industrinya. Kita tahu Proctor & Gamble terbukti berhasil membukukan profit 300% dalam tujuh tahun terakhir.

Sisi menarik dari buku ini adalah penulisan yang tak berjarak sebab Charan melibatkan Lafley bos dari Proctor & Gamble yang secara berani mampu membalikkan kondisi keuangan Procter & Gamble.

Lafley secara berani di awal milenum Procter & Gamble mengatasi kesulitan besar itu dengan cara memberi peran sentral kepada inovasi sebagai kekuatan inti untuk jangka panjang.

Sebagai industri barang konsumen yang selalu dibutuhkan, inovasi adalah senjata utama untuk terus memenangkan persaingan. Untuk itu dibutukan kesatuan visi dan misi dari seluruh tim kerja.

Untuk itu semangat inovasi harus dipompakan sebagai landasan pokok dari jiwa Procter & Gamble. Mulai dari menjalankan bisnis, mengambil keputusan penting, memilih tujuan , strategi, struktur organisasi, alokasi sumberdaya, komitmen terhadap anggaran, ataupun pengembangan kepemimpinan.

Dengan pemikiran ini visi selalu menemukan sesuatu yang baru bukan hanya terjadi terhadap produk, teknologi, dan jasa, melainkan juga terhadap model bisnis, rantai suplai, konsep, perhitungan finansial produksi bahkan perhitungan pengambilan resiko.

Menurut Lafley, inovasi sebuah kata yang harus terus menerus menjadi titik utama setiap pegawai sehingga inovasi yang cenderung lekat pada SDM terlatih menjadi sebuah semangat seluruh tim termasuk SDM berkemampuan biasa-biasa saja.

Visi inovasi membuat Procter & Gamble mampu terus gelisah bagaikan perusahaan kecil yang penuh dengan ide-ide kreatif. Suatu semangat yang rentan memudar ketika telah meraksasa dan terdampar pada zona nyaman.

Jelas ada tantangan dari dalam perusahaan ketika Lafley mengaplikasikan ide radikal ini terutama individu yang telah nyaman oleh sistem yang selama ini dijalankan oleh manajemen.

Untuk itu diperlukan manajemen konflik yang rapi agar tak terjadi perpecahan di dalam manajemen sehingga justru energi negatif yang muncul namun kekuatan positif yang mempercepat laju inovasi setiap individu.

Tantangan yang tak dapat dikesampingkan adalah tata kelola ide yang rapi. Dengan semangat inovasi yang tinggi diperlukan ruang dan SDM yang cukup memadai untuk menampung muntahan ide-ide segar yang membangun.

Secara tak langsung penulis sejak awal ingin menyampaikan pesan kepada pembaca bahwa inovasi sudah menjadi tuntutan. Sebuah keharusan di tengah sengitnya persaingan yang mendunia.

Tanpa semangat inovasi dan visi menjadi game changer, perusahaan kecil hingga raksasa tak lebih sekadar pengagum dan akan kesulitan melangkah ke tingkat selanjutnya dan siap-siap dilibas.

Leave a Reply


  • Insider Stories: Sekali2 dong Goth...ulas soal GIGI atau The Bakries??? hehehehehe
  • deriz: Kita tunggu warna baru RHCP minus Frusciante. Tapi gw gak setuju kalau Navaro dinilai gak masuk dengan RHCP, justru hasilnyas dahsyat kok.
  • yuli: saya tertarik dengan buku ini, kira-kira buku ni ada di jual dimana ya? Trus covernya seperti apa? harganya biasanya berapa?

Categories

Archives

Tags

Pages

 

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930