it’s about all word’s

smashing pumpkins is back

Posted on: May 2, 2007

Smashing Pumpkins kembali

Bagi industri musik rock, Smashing Pumpkins adalah satu pengusung setia aliran post punk yang paling eksis meski digempur badai grunge dan hip hop rock hingga memutuskan untuk istirahat di awal milenium.

Melalui rilis resmi mereka, band asal Chicago itu bakal kembali menyapa penggemarnya. Sejak Agustus tahun lalu, Billy Corgan dan Jimmy Chamberlin beserta dua anggota baru Roy Thomas Baker dan Terry Date masuk studio untuk menggarap album ke-6 mereka.

Album itu bertajuk Zeitgeist ditangani pasangan produser Roy Thomas Baker dan Terry Date dan diproduksi oleh Reprise Records. Album ini dijadwalkan rilis 7 Juli mendatang.

Judul Zeitgeist berasal dari ungkapan bangsa Jerman yang artinya semangat (Geist) jaman (Zeit). Konsep Zeitgeist berangkat dari pemikiran filsuf Johann Gottfried Herder dan Cornelius Jagdmann yang terinspirasi dari filosofi Hegel.

Yang pasti Smashing Pumpkins atau biasa disebut Pumpkins bakal meneruskan tradisi konsep album unik mereka meski gitaris James Lha dan satu-satunya personil perempuan D’arcy Wretzky (bas) tidak bersama merek.

Penampilan pertama band yang punya hobi tampil teatrikal itu akan digelar di Grand Rex, Paris tanggal 22 Mei. Enam hari kemudian Smashing Pumpkins akan tampil dalam Holland’s Pinkpop Festival di Amsterdam.

Mereka akan beristirahat cukup lama untuk kemudian tampil lagi 17 Juni di Switzerland’s Greenfield Festival. Setelah itu mereka akan terbang ke New York untuk tampil dalam konser Live Earth.  

Konser amal ini digelar di berbagai belahan bumi lainnya untuk membantu memerangi pemanasan global yang dijadwalkan digelar 7 Juli di Giants Stadium, New Jersey, di luar kota New York.

Dari New York mereka akan tampil dalam V Festivals di Washington (5 Augustus). Kuartet Billy, Jimmy, Roy dan Terry akan kembali Inggris untuk tampil di Leeds Festival (24 Agustus) dan Reading Festival (26 Agustus).

Lepas dari Inggris, Pumpkins kembali Benua Amerika untuk tampil di Toronto, Kanada pada 8 September sekaligus menjadi penampilan terakhir mereka dalam tur pertama tahun ini.

Punk modern

Sejak berdiri tahun 1990, Pumpkins setia dengan post punk. Meski demikian mereka menyerap banyak hal mulai gothic rock, heavy metal, dream pop, psychedelic rock, progressive rock hingga electronica.

Penyanyi utama, William Patrick “Billy” Corgan, adalah pencipta sebagian besar lagu-lagu band ini. Semua liriknya rata-rata lahir dari kejeniusan otak dan ketidakstabilan mentalnya.

Nama Pumpkins baru diperhitungkan saat meluncurkan album kedua Siamese Dream (1993) yang jauh lebih berwarna dibanding album pertama Gish (1991)

Billy identik dengan gitaris James Yoshinobu Lha yang dijumpainya saat dia bekerja di toko kaset. Keduanya cepat akrab dan mulai menulis lagu bersama.

Mereka kemudian berjumpa pemain bas perempuan D’arcy Wretzky tahun 1988 setelah tampil di Dan Reed Network. Kebetulan D’arcy kesengsem dengan James yang berwajah oriental.

Jadilah ketiganya bersatu dalam Pumpkins dan tampil bersama 9 July 9 1988 di bar milik orang Polandia di Chicago 21 dengan bantuan drum machine hingga sebulan kemudian seorang pemain drum jazz bernama Jimmy Chamberlin bergabung.

Tahun 1989 menjadi awal kehadiran Pumpkins dalam komunitas musik. Single berjudul  ‘I Am One’ yang diproduksi di bawah label Limited Potential laris diburu penggemar.

Kesuksesan itu membuat mereka menerima US$20.000 untuk teken kontrak dengan Caroline Records dan merekam album ‘Gish’ dengan ditangani produser Butch Vig. Sayang album itu gagal meski single ‘Rhinoceros’ laris diputar radio-radio rock di AS.

Mereka lalu dikontrak Virgin Records untuk tur keliling menjadi band pendukung band-band besar seperti Red Hot Chili Peppers, Jane’s Addiction, dan Guns N’ Roses.

Kehidupan tur ternyata membuat Pumpkins amburadul, Iha dan Wretzky putus, Chamberlin menjadi pecandu dan Billy frustasi. Tapi kondisi ini justru membuat daya cipta lirik dan lagu album-album mereka begitu jenial.

Hasilnya Siamese Dream yang diproduksi dengan modal US$250.000 meledak menyodok kesuksean dua dewa grunge Nirvana dan Pearl Jam berkat tembang ‘Today’ dan ‘Disarm’

Hal ini mematik perang lama antara Billy dan pentolan Nirvana, Kurt Cobain. Konon Billy adalah pacar gitaris dan vokalis band Hole, Courtney Love yang kemudian jadi istri Kurt.

Sayang Kurt bunuh diri tahu 1994 dan membuat Nirvana bubar sekaligus menjadi jalan tol bagi Pumpkins meraih kesuksesan.

Tepat tahun 1995, Pumpkins merilis double album Mellon Collie dan the Infinite Sadness yang sukses meraih Grammy Award untuk Best Hard Rock Performance, dan disebut majalah bergengsi Time sebagai band paling ambisius di jamannya.

Dua album ini melahirkan banyak tembang unggulan a.l ‘Bullet with Butterfly Wings’, ‘1979, ‘Zero,’ ‘Tonight, Tonight,’ dan ‘Thirty-Three’. Keduanya laris terjual sampai 200.000 kopi

Sayang ditengah kesuksesan itu, mereka harus berduka. Saat manggung di The Point Theatre, Dublin, Irlandia jatuh korban seorang gadis muda bernama Bernadette O’Brien.

Tak lama kemudian pemain kibor Jonathan Melvoin dan pemain drum Jimmy Chamberlin ditemukan overdosis di kamar hotel. Melvoin tewas dan Jimmy pensiun untuk sementara waktu.

Toh hal ini tak membuat mereka menyerah, dengan pemain drum Matt Walker, mereka  meluncurkan single ‘Eye’ dan ‘The End is the Beginning is the End’ yang menjadi soundtrack film Batman and Robin tahun 1997.

Selanjutnya keluar tembang ‘Bullet With Butterfly Wings’ yang meraih Grammy for Best Hard Rock Performance tahun 1998.

Pumpkins terus bertahan dengan tiga personil sampai tahun 1998 saat merilis album keempat ‘Adore’ yang kental dengan nuansa gelap. Maklum album ini dikerjakan bersamaan dengan kematian Ibu Billy dan perceraiannya.

Adore tak terlalu sukses dan hanya laku sebanyak 830.000 kopi di AS tapi di luar negeri album itu laris manis. Untuk menghomati hal itu Pumpkins manggung 15 kali dan semua pendapatan tiket senilai US$2,8 juta disumbangkan untuk kegiatan sosial.

Setahun berikutnya Jimmy kembali dari proses rehabilitasi kecanduan heroin dan terlibat penggarapan album Machina/The Machines of God. Sayang di tengah pengerjaan, Wretzky memilih keluar. Posisinya digantikan pemain bas band Hole, Melissa Auf der Maur.

Album ini sukses menempati posisi ke-3 di tangga lagu Billboard. Namun di puncak kesuksesan, Billy dalam wawancara dengan radio KROQ-FM (Los Angeles) mengumumkan bubarnya Pumpkins.

Saat mereka bubar, sebetulnya album Machina II/The Friends & Enemies of Modern Music telah selesai digarap. Album ini lantas beredar lewat internet atas prakarsa penggemar mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

May 2007
M T W T F S S
    Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: