it’s about all word’s

Felix Rodriguez: The Executioner

Posted on: October 9, 2007

Telunjuknya menyempurnakan jalan Che Guevara

Ranah pergerakan kiri—bisa dibaca sosialis dan komunis—dunia tidak akan bisa dipisahkan dari nama-nama revolusioner legendaris terutama Tan Malaka, Ho Chi Minh dan Che Guevara. Ketiganya mengisi jamannya masing-masing.

Jika ada deret popularitas, barangkali Che yang paling populer berkat tampang ganteng dan industri informasi yang menyertainya. Minh masing beruntung, arsitek kejatuhan Perancis di Indo-China ini namanya diabadikan untuk Saigon.

Sementara yang tersial adalah Tan Malaka. Sudah mati dibunuh bangsanya, sejarahnya pun berusaha dihancurkan. Barangkali karena pengutuknya dari dua sisi ideologi. Baik penghayat kapitalis maupun penganut komunis.

Yang unik, baik Che Guevara dan Tan Malaka. Sama-sama mati dieksekusi untuk menjadi legenda lengkap dengan mitos-mitos yang menyertai hidup kedua pemberontak besar itu.

Menurut sejarawan Belanda sekaligus Direktur KITLV Press (Institut Kerajaan Belanda Untuk Studi Karibia dan Asia Tenggara) Harry A. Poeze, Malaka dieksekusi di Desa Selo Panggung, kaki Gunung Wilis, Jatim, atas perintah Letnan Dua Soekotjo dari Batalion Sikatan Divisi Brawijaya, 21 Februari 1949.

Soekotjo mendapat perintah dari Pangdam Brawijaya Soengkono dan Komandan Brigade Soerahmat untuk menjaga stabilitas Indonesia yang dicabik-cabik Agresi Militer II Belanda pada 1949.

Sayang baik Soekotjo dan Soengkono sama-sama tak jantan. Keduanya bungkam hingga berkalang tanah. Beda dengan eksekutor Che Guevara, Felix Ismael Rodriguez Mendigutia yang teguh dan terbuka pada sejarah yang dia ciptakan.

Dalam wawancara dengan Will Grant dari BBC News di Miami yang dirilis, 8 Oktober 2007. Agen CIA ini tetap yakin dengan pilihan yang diambilnya empat dasawarsa lalu.

Pentolan pasukan veteran pasukan anti Fidel Castro yang terlibat invasi Teluk Babi ini lahir di Havana, Kuba tahun 1941. Tak heran sejarah hidup pria berjuluk Lazarus setelah nyaris mati di invasi Teluk Babi, sangat panjang dalam pergolakan anti komunis di Amerika Latin.

Bukan kebetulan kalau Felix punya pengaruh kuat, dia adalah keponakan Menteri Tenaag Kerja di jaman pemerintahan diktator Fulgencio Batista. Keluarga besarnya tercerai berai dan kabur ke AS setelah terjadi revolusi Kuba.

Felix sempat kuliah di Perkiomen Valley Academy, Pennsylvania tapi drop out untuk bergabung dengan Legiun Anti Komunis bentukan pemimpin ditaktor Dominika, Rafael Trujillo. Legiun ini punya misi menggulingkan Fidel Castro.

Sayang invasi ke Kuba itu gagal dan Felix kembali kuliah hingga lulus Juni 1960. Sebagi pengangguran Felix lantas ngendon bersama orang tuanya di Miami yang jadi basis para pelarian Kuba.

Tapi tiga bukan kemudian, Felix diajak bergabung dengan para warga Kuba di Guatemala. Mereka didukung CIA untuk dilatih sebagai milisi Brigade 2506 di kota pantai Sierra Madre. Selain itu Felik juga dipercaya sebagai pemimpin misi bersandi Operasion 40.

Tugas dari CIA atas persetujuan Presiden Dwight D. Eisenhower—beberapa sumber menyebut justru ini pekerjaan wakil presiden Richard Nixon–pada Felix adalah untuk memimpin infiltrasi ke Kuba lewat Teluk Babi.

Dalam misi yang langsung diawasi bos CIA Allen W. Dulles itu terdapat nama-nama seperti David Atlee Phillips, David Morales, Ted Shackley, E. Howard Hunt, dan Frank Sturgis.

Proyek yang kemudian diteruskan Presiden John F. Kennedy ini akhirnya gagal karena campur tangan agen KGB. Pasalnya agen senior CIA yang beroperasi di Kuba Osvaldo Sánchez Cabrera dan agen berkode ‘Aragon’ tewas secara misterius.

Tidak saja korban orang. AS bahkan juga harus menyetor banyak duit untuk menebus para tawanan. Tahap pertama US$53 juta untuk makanan dan obat-obatan para tawanan, lalu 500 traktor senilai US$28 juta agar para tawanan tak disembelih terakhir US$53 miliar untuk melepas 1.113 tawanan.

Felix sempat lontang lantung hingga 1967 untuk kembali diasah CIA sebagai anjing pemburu Che Guevara di Bolivia. Felix sukses tapi kematian Che kontroversial. Dia bersikukuh dia menerima perintah sementara dokumen CIA yang diterbitkan 3 Juni 1975 menyebut eksekusi itu inisiatif operatif berusia 27 tahun itu.

Pada Will Grant dari BBC News, Felix menerima kode pendek. 500 artinya Che Guevara, 600 mati dan 700 hidup. Saat Felix mengontak para jenderal Bolivia, dia mendapat perintah 500 – 600. Kode itu sempat kembali dikonfonfirmasi lewat radio. Dan jawaban yang muncul tetap 500 – 600!

Felix kemudian mengatakan hal itu pada Che bahwa tak akan ada pengadilan untuknya. “Muka Che pucat lalu kemudian dia berkata. “Mungkin ini jalan terbaik, aku seharusnya mati dalam pertempuran.”

Felix lantas memerintah prajuritnya mengeksekusi Che dengan benar untuk menjaga kisah kematian Che versi pemerintah Bolivia bahwa pemimpin pemberontak itu mati di pertempuran.

Dengan kematian itu, Felix mengakui, kisah heroisme perlawanan Che pada kapitalisme dan mendirikan benteng komunis menjadi sempurna. Meski banyak yang tak tahu sosok Che sebetulnya.

Jadi warga AS

Berkat operasi itu, dua tahun kemudian Felix mendapat pengakuan sebagai warga AS untuk kemudian bergabung ke AD AS. Selama bertugas sebagai telik sandi dia kerap memakai nama Máximo Gómez.

Neraka Hijau Perang Vietnam yang dimulai tahun 1968 juga jadi tempat Felix berkiprah. Dia ikut dalam 300 misi penerbangan dengan hlikopter. Lima kali, helikopternya kecelakaan. Bak kucing Felix tetap hidup.

Tahun 1971, Felix berbanung dalam Unit intelijen PRU yang dikelola CIA dalam program Phoenix. Dalam misi ini dia berhubungan dengan Donald Gregg dan Ted Shackley yang kemudian menjadi tim George Bush senior selama menjadi bos CIA.

Untuk pengabdiannya dia mendapatkan penghargaan Bintang Inteligen dari CIA dan sembilan Salib Pengabdian dari pemerintah Vietnam Selatan.

Tak heran dikemudian hari Felix lah yang dipercaya CIA menggarap gerilyawan Contra. Identitasnya sempat disebut-sebut dalam kasus Contra-Iran atau Kejutan Oktober 1987 dengan tumbal operator operasi tersebut, Oliver North.

Tapi sebelum itu nama Felix disebut-sebut dalam kasus Oktober 1984, ketika Gerald Latchinian tertangkap tangan menyelundupkan kokain senilai US$10,3 juta. Kasus ini jadi heboh karena Latchinian bernyanyi kalau dia adalah operator perdagangan kokain CIA.

Jejak Felix dalam operasi haram ini dimulai sejak terlibat maskapai Air America yang dipimpin Donald Gregg. Maskapai bohong-bohongan yang dibentuk CIA untuk menyelundupkan kokai di Amerika Latin dan Opium di Laos tahun 1970-an.

5 Oktober 1986, sebuah pesawat kargo C-123 yang ditumpangi agen CIA Eugene Hasenfus ditembak jatuh di Nicaragua. Ikut di dalamnya dua pilot William H. Cooper dan Wallace B. Sawyer, Jr

Kasus ini sempat heboh karena sampai harus dibawa ke raung kongres dan diliput besar-besaran oleh media. Pasalnya Hasenfus kepada media bernyanyi kalau dia bekerja untuk ‘Max Gomez (Felix Rodriguez) dan “Ramon Medina” (Luis Posada Carriles). Dan mudah ditebak, bos CIA urusan penyusupan Clair George membantah hal tersebut kepada kongres 10 Oktober 1986.

Tak heran nama Felix juga dikaitkan dengan operasi penyelundupan kokain selama operasi Kontra yang juga melibatkan anjungan minyak Zapata, perusahaan milik keluarga Bush sebagai titik pengapalan kokain dala operasi bersandi ‘Operasi Pengamatan Paus.’

Kiprah busuk selama 1986-1988 itu disebut oleh Michael Maholy yang bekerja untuk intel AL AS, Depdagri AS dan CIA selama dua dekade.

Sejak kasus tersebut, sosok Felix hilang dari peredaran. Namanya baru muncul tiga tahun lalu saat diangkat menajdi Presiden Persatuan Veteran Brigade 2506. Dia mengkritik habis capres John Kerry dari Partai Demokrat.

Tahun 2005, Felix Rodriguez meresmikan Musium Teluk Babi dan Perpustakaan di Little Havana, Florida. Dia juga menjadi salah satu direktur kehormatan di tempat tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

October 2007
M T W T F S S
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: