it’s about all word’s

Megadeth: Drunker obsession

Posted on: October 21, 2007

Obsesi mantan pemabuk yang sukses

Brengsek!!! Sabtu pekan ini teroris cilikku Benjamin Alpha Gocha Dharmadwipa harus opname di RS Elizabeth karena diare, sementara saya harus bersiap berangkat ke kota Tanauan, Batangas, Filipina meliput kontes mekanik.

Ini artinya untuk kedua kalinya saya gagal menyaksikan kegarangan band-band metal yang hadir ke Jakarta, yang pertama Sodom, Juni lalu karena saya harus ke Papua lalu sekarang Megadeth yang bakal tampil 25 Oktober.

Payah!!!! Gagal nonton thrash metal sama sintingnya dengan orang yang meledakkan bom di kerumunan massa penyambut Benazir Bhuto atau naiknya harga minyak yang merambat ke harga kiamat US$100!!!

Padahal Megadeth sudah saya tunggu hampir enam tahun sejak manggung di Medan. Saat itu saya cuma bisa puas melihat aksi Dave Mustaine (vokal/gitar), Glen Drovers (gitar), James Lo Menzo (bass) dan Shwan Drovers (drum) dalam siaran ulang di televisi.

Bagi yang tak akrab dengan musik metal tentu bakal bertanya siapa sih Megadeth. Tapi saya lebih suka mempersilahkan mereka untuk menikmati album terbaru mereka, United Abomidations yang dirilis studio RoadRunner, Mei lalu.

Tak seperti ‘saudara’ mereka, Metallica yang punya kecenderungan punya musik aneh setelah ditinggal Jason Newsted dan digantikan gorila menyebalkan Roberto Trujillo. Megadeth tetap cenderung memainkan musik cepat dengan ciri khas melodi solo gitar Dave Mustaine yang sempurna dengan riff-nya yang rumit dan tetap dengan vokal yang garing melengking.

Tapi jika mendengarkan United Abomidations masih bingung sapa sih Megadeth maka kita perlu menengok ke tahun 1980-an. Jaman rambut para para musisi metal berkriwil-kriwil gondrong dan bersepatu kets.

Selain itu pantas diingat Megadeth tak akan lepas dari sosok Dave Mustaine yang berseteru dengan James Hetfield kala mereka merintis Metallica. Tahun 1981 ketika band asal Los Angeles itu akan ikut album kompilasi Metal Massacre.

Saat itu Lars Ulrich dan James pusing mencari pemain lead gitar, untuk itu dia membuka pengumuman lowongan posisi itu di koran lokal. Dave yang berasal dari band Panic pun melamar.

Belum juga tes, dalam sesi pemanasan Dave sudah bikin Lars dan James terkaget-kaget dengan kecepatan jari pemuda berusia 20 tahun yang punya nama asli David Scott Mustaine itu.

Dave pun terlibat penggarapan tembang Hit The Light. Dia juga membantu penulisan lirik ‘Jump in the Fire’, “Phantom Lord”, “Metal Militia” dan “The Four Horsemen” untuk album Kill ‘Em All (1983).

Sayang Dave hanya bertahan dua tahun. Menurut Brian Slagel, manajer Metallica di awal-awal karir mereka, bakat luar biasa Dave juga diimbangi hobinya ngobat dan nenggak miras. Hal ini akhirnya bikin band berantakan.

Gara-gara anjing

Konon puncak keributan terjadi gara-gara James menendang anjing Dave sampai terkaing-kaing. Gara-garanya anjing tersebut bikin lecet mobil pemain bas Ron McGovny.

Tapi ada juga versi lain menyatakan, Dave dalam adu mulut itu menjotos congor James hingga jontor tersungkur, setelah itu Dave melempar Ron. Tapi kejadian itu dimaafkan karena mereka tengah dikejar penggerapan Ride the Lightning.

Tak jera dengan kelakuan sintingnya, beberapa hari kemudian Dave yang teler melempar leher bas Ron memakai sekaleng bir. Hasilnya Ron kesetrum kelojotan. Lars dan James akhirnya memilih menendang pantat Dave April 1983.

Meski demikian permainan Dave masih bisa didengarkan di tembang Ride the Lightning dan permainan instrumentalia sembilan menit “The Call of Ktulu.”

Antiknya Dave cukup gila untuk menampilkan versi lain dari “The Four Horsemen” yang ditulisnya. Tembang yang kemudian diberi judul ‘Mechanix’ ini tampil lebih cepat dan ruwet.

Untuk obsesinya membentuk band yang lebih sukses dari Metallica, Dave merekrut pemain bas Dave Ellefson, gitaris Greg Handevidt dan pemain drum Dijon Carruthers. Karena gagal mendapat vokalis akhirnya posisi itu diambil Dave.

Tahun 1984, Megadeth menghapus tiga lagu demo yang diisi pemain drum Lee Raush. Gitaris Slayer, Kerry King sempat gabung untuk beberapa bulan. Sementara posisi Raush diisi drummer jazz Gar Samuelson.

November tahun itu, Megadeth sepakat dengan Combat Records untuk menggarap album pertama band itu. Dave beruntung sebab pemain gitar Chris Poland ikut gabung

Mei 1985, Megadeth merilis ‘Killing Is My Business… And Business Is Good!’ Mereka lantas keliling AS dan Kanada bersama pemain gitar Exciter, Mike Albert yang menggantikan Poland.

Proses penggarapan album ini unik karena untuk pertama kalinya Dave meminta seorang pembuat gitar Jackson Guitars membuatkannya gitar khusus yang kemudian dikenal dengan Flying V. Belakangan gitar ini diproduksi dengan nama seri Jackson King V.

Poland kemudian kembali di bulan Oktober untuk penggarapan ‘Peace Sells… But Who’s Buying?’ sayang Combat terlalu kere. Alhasil Dave lantas pindah ke raksasa Capitol Record pada Maret 1986 sekaligus berjabat tangan dengan produser bertangan dingin Paul Lani.

Sebuah keputusan yang berhasil mengantar Megadeth ke puncak kesuksesan menyandangi Metallica yang sukses dengan album Master of Puppets. Majalah All Music Guide bahkan menempatkan album itu sebagai album paling berpengaruh dalam industri thrash metal 1980-an.

Dave memecat !

Sayang belitan narkoba membuat Dave harus tegas pada Poland dan Samuelson ketika konser di Hawaii, Juli 1987. Keduanya mengutil peralatan band untuk dijual untuk teler. Untuk sementara posisi Poland diganti gitaris Jay Reynolds dari band Malice sementara Samuelson diganti Chuck Behler.

Tapi Capitol tak mau tahu, Megadeth harus segera bersiap menggarap album berikutnya. Jay akhirnya digantikan Jeff Young. Sayang di penggarapan album So Far, So Good… So What! Ini Dave bentrok dengan Lani. Posisi produser lantas diganti Michael Wagener.

Januari 1988 album ketiga itu dirilis dan memperoleh gelar platinum, tujuh bulan lebih awal dari peluncuran album keempat Metallica, …And Justice for All. Uniknya meski Dave benci James dan Lars, dalam album itu dia mendedikasikan tembang ‘In My Darkest Hour’ untuk peristiwa meninggalnya pemain bas Metallica Cliff Burton, September 1986.

Tapi tiga tahun kemudian, lagi-lagi Megadeth ganti kulit. Kali ini Chuck Behler dipecat dan diganti Nick Menza pada Juli 1989. Tak lama kemudian Dave ditangkap polisi gara-gara nabrak mobil milik polisi.

Tak lama kemudian Rumbo Studios menjadi tempat persinggahan Megadeth untuk menggarap album ketiga mereka, Rust In Peace yang dirilis September 1990 dan sempat masuk nominasi Penampilan Metal Terbaik penghargaan Grammy 1991 dan 1992.

Sayang Metallica dengan album ‘The Black Album’ terlalu kuat untuk digeser tahun itu.

Januari 1992, Megadeth meluncurkan ‘Countdown to Extinction’ yang digarap di Enterprise Studios dengan sentuhan produser Max Norman. Album ini mampu menempati posisi atas tangga lagu di AS dan Inggris.

Berkat album ini pula perseteruan Megadeth dan Metallica berakhir di panggung Metallica’s Milton Keynes Bowl Festival, Juni 1993. Dan hanya dalam hitungan bulan Megadeth sudah merilis ‘Youthanasia’ yang tak klah suksesnya dengan album sebelumnya.

Tapi kesuksesan Megadeth bikin Dave Mustaine bosan, dia pun menggarap proyek band MD.45. Butuh waktu empat tahun sampai akhirnya Megadeth bisa merilis ‘Cryptic Writings’ yang juga sukses di tengah gempuran musik hip hop dan tech rock.

Sayang gempuran tech rock bikin Dave sedikit linglung, hasilnya album Risk betul-betul beresiko karena melanggar pakem thrash metal yang kencang. Dalam album yang digarap produser Dan Huff menyerap dance, electronica, dan disco. Hasilnya jelas Megadeth betul-betul terkapar!

Untung mereka cepat bangkit, tahun 2000 Megadeth kembali kencang di album The World Needs a Hero yang lumayan sukses diterima pasar metal AS.

Sayang dua tahun kemudian, Dave yang sudah oom-oom itu kumat hobi mabuknya. Hasilnya tepar! Sampai harus masuk rehabilitasi di Texas. Selain itu tangannya sempat patah karena jatuh. Hal ini membuat Megadeth akhirnya merilis tembang kompilasi Still Alive… And Well? pada September 2002.

Proses pengobatan ternyata membuat kreativitas Dave kembali waras. Tak itu saja dia kembali mempercayai imannya yang sempat dilupakannya. Dave kembali menjadi Kristen.

Tahun 2003, Dave menggandeng pemain gitar Chris Poland, pemain drum drummer Vinnie Colaiuta dan pemain bas Jimmy Sloas menggarap album ‘The System Has Failed’ yang dirilis 14 September 2004.

Dua tahun berselang Dave merilis “The Arsenal Of Megadeth,” berupa antologi berisi dua keping cakram padat DVD yang dirilis Maret 2006.

Hanya berselang pekan, 19 April 2006, Megadeth masuk studio untuk menggarap United Abominations di Inggris yang berhasil dirilis 15 Mei 2007. Boleh dibilang United Abominations tetap menawarkan musk thrash yang cepat.

Dan yang patut dicatat, Dave sukses mewujudkan obsesinya membentuk band sekaliber Metallica. Apalagi kini dia menjadi separuh pendeta menyebarkan kekristenan. Satu prestasi di tengah deru musiknya yang gelap.

*ditulis menjelang keberangkatan ke Filipina

7 Responses to "Megadeth: Drunker obsession"

Sayang deh…
Nanti gue kasih tinjauan pandangan mata, pendengaran kuping dan perasaan hati.

Masih ada Black Dahlia Murder tgl 3 Nov nanti.

tenanga aja mas meski kamu ga nonton, sebab konsernya STANDAR hehehe (itu menruut beberapa penonton yang aku tanya). Tapi yang perlu dicatat dan membuatmu mungkin menyesal ga bisa nonton konser ini adalah : MUSIKALITAS mereka yang PRIMA. Swear, suara mereka dan permainan musiknya tetep “oke” dalam usia mereka yang tidak lagi muda.

Kapan2 maen deh ke blog aku ya…aku bikin berita juga tentang Megadeth walau hanya berita singkat.

Salam kenal,

desysaja.blogspot.com

Biar semakin menyesal hehehe. Silakan cek pengalaman gue di tengah serunya nonton Megadeth di http://noqod.multiply.com

terus, ndi oleh2mu teko filipina? eh, budi minggu iki jg lagi ning negeri pinoy lho. be’e koen ketemu ning kono.

gue fans berat megadeth
infonya lengkap…makasih

sayang bro, gw kaga bisa nonton konsernya yang melengking dan ritmis itu

Way to effectively

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

October 2007
M T W T F S S
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: