it’s about all word’s

Black Sabbath: Industrial Grandpa back!

Posted on: October 30, 2007

Setan-setan tua itu siap kembali

Menjelang peluncuran layar lebar Iron Man yang disutradarai Jon Favreau dengan berjubelnya bintang-bintang: Robert Downey Jr, Terrence Howard, Gwyneth Paltrow, Jeff Bridges dan Samuel L. Jackson ada satu yang bikin saya tertarik yaitu dipakainya tembang Black Sabbath berjudul sama ‘Iron Man’

Bokap gue pun langsung terkekeh mendengar dentam Iron Man versi MP3 yang saya persembahkan padanya. “Masih ngebas piringan item! Sound MP3 mu kurang oke le [Thole]. Gitarnya kurang tebel tuh!” Dan banyak protes-protesnya yang lain.

Sama kaya waktu saya SD dulu nyetel Sepultura atau Kreator. “Halah ini kan cuma Led Zeppelin dicepetin, yah ini sih Deep Purple yang dibikin rame ama jerit-jerit. Dan banyak protes-protesnya yang lain. Dasar orang tua!!!

Tapi harus diakui, musik rock memang tak bisa lepas dari generasi para kakek di jaman 1970-an itu. Led aja sampai perlu muncul kembali meski hanya poles-poles album kenangan. Selebihnya mereka tenggelam di balik panggung.

Beda dengan Black Sabbath yang identik dengan si pendeta gaya hidup sinting Ozzy Osbourne beserta keluarganya yang tak kalah gendengnya dalam acara bertajuk The Osbourne itu.

Satu sumbangan penting band asal Birmingham, Inggris dengan personil Ozzy, Tony Iommi (gitar), Terence “Geezer” Butler (bas), dan Bill Ward (drum) itu adalah pada elemen industrial yang kemudian diwarisi generasi musik rock hingga kini.

Tak heran jika saluran televisi musik VH1 memasukkan nama Black Sabbath selapis di bawah Led Zeppelin dalam daftar 100 artis hard rock terbesar sepanjang jaman.

Untuk usia band ini jelas uzur, tahun depan bakal berumur empat dekade sejak berdiri tahun 1968 di Aston, Birmingham dengan nama awal Polka Tulk Blues Company atau biasa disebut ‘Polka Tulk’ atau biasa disebut juga ‘Earth’ saat itu mereka memainkan blues rock dan hard rock.

Tony Iommi sendiri banyak menyerap permainan Hank Marvin (Cliff Richard and the Shadows) dan permainan jazz Django Reinhardt. Semasa Earth belum beken, dia sempat menjadi gitaris Jethro Tull.

Selain Iommi yang terpengaruh jazz, pemain drum Ward juga tak ketinggalan bermain di genre penuh improvisasi ini bersama penggebuk drum lain macam Buddy Rich dan Gene Krupa.

Sementara Geezer Butler aslinya adalah pemain bas dan penyanyi untuk band blues Cream yang dimotori Jack Bruce. Menurut Bruce permainan Butler sebagai basist sangat memukau terutama fingeringnya.

Dengan komposisi ini tak heran jika Black Sabbath khatam memainkan musik blues, jazz, dan rock. Soal ngerock mereka memperolehnya dari permainan Jimi Hendrix, Blue Cheer, dan Cream. Meski demikian, Osbourne mengaku sangat terinspirasi album Revolver-nya The Beatles yang melahirkan generasi bunga.

Tapi Black Sabbath kemudian berubah nama berkat kegilaan Butler pada novel sihir Dennis Wheatley yang mengagungkan okultisme. Ide Butler disetujui ketiga personil yang lain. Alhasil tahun 1969 mereka berubah nama menjadi Black Sabbath.

Setelah itu gara-gara salah tune sound, akhirnya sound salah itu jadi trade mark mereka. Ditambah lirik yang gelap. Jadilah Black Sabbath sebagai aliran tersendiri di jaman itu yang serba ceria dan berwarna-warni.

Berani tampil sinting akhirnya memang menjadikan mereka dilirik banyak orang. Hasilnya album pertama mereka ‘Black Sabbath’ yang dirilis 13 Februari 1970 oleh Warner Bros laris.

Sukses serupa diikuti album Paranoid. Album ini dipuji karena menyertakan tembang ‘War Pigs’ yang menentang perang Vietnam.

Tapi kesuksesan itu justru berbuah celaka. Iommi kehilangan dua ruas ujung jarinya yang terpotong gergaji besi. Padahal jadual penggarapan album ‘Master of Reality’ sudah dekat. Tak kalah akal, Iommi menurunkan setelan senar E nya menjadi C# untuk gitar Gibsonnya. Setting ini juga diikuti oleh Butler.

Tak itu saja, Iommi juga tak banyak pecicilan memainkan melodi. Rupanya dengan teknik ini, musik Black Sabbath jadi terdengar lebih berat dan cocok dengan musik gelap mereka. Hasilnya album ketiga yang dirilis 1971 itu sukses berat dengan racikan kord simpel, berat dan riff yang terkesan gelap. Meski demikian ada sentuhan permainan flute di tembang Solitude.

Uniknya di album ke-4, Vol.4 yang dirilis setahun kemudian, Black Sabbath memainkan tembang yang lebih manis dan jadi evergreen sebut saja balada ‘Changes’. Meski demikian mereka tetap hard dalam tembang ‘Supernaut’ dan ‘Snowblind’ setelah album keempat itu, praktis Sabbath adalah band heavy paling terkenal berkat musik dan kelakuan miring mereka di panggung.

Untuk album berikutnya ‘Sabbath Bloody Sabbath’ mereka dibantu pemain kibor Yes, Rick Wakeman sebagai pengisi sound bas. Masuknya Wakeman juga memberikan sentuhan prog di tembang ‘Spiral Architect’ dan ‘A National Acrobat’.

Sayang sukses dan tekanan popularitas membuat mereka makin melayang terjerat penggunaan drug jenis LSD khususnya Osbourne dan Ward sampai 1978. Masalah mulai terjadi saat Sabbath ganti label dari Vertigo ke WWA.

Meski demikian, mereka masih bisa merilis ‘Sabotage’ tahun 1975 yang tak kalah suksesnya karena menampilkan eksplorasi musik Gregorian dan nada-nada puja mantra ala pendeta Budha di tembang ‘Supertzar’.

Jeblok terjadi saat dirilis album Technical Ecstasy (1976). Dengan paduan orksestra, synthesiser, dan vokal Bill Ward. Belakangan ketahuan Osbourne cuti untuk memulihkan kecanduannya saat band tersebut mengikuti tur 1977. Posisinya untuk sementara digantikan Dave Walker dari band Savoy Brown.

Awal 1978, Osbourne kembali untuk album ‘Never Say Die!’ yang selesai digarap di akhir September. Tapi kerja keras itu tak terbayarkan. Mereka gagal. Pasar sedang dibuai musik pop disko dan rock disko.

Gagal jualan dan kembali terjerembab pada narkoba dan alkohol membuat konflik internal meledak. Osbourne pilih minggat lalu menikahi Sharon Arden, putri dari manajer mereka, Don Arden.

Posisi penyanyi Sabbath akhirnya ditempati Ronnie James Dio, mantan vokalis Rainbow. Rupanya ramuan itu sukses. Album ‘Heaven and Hell’ adalah kembalinya Sabbath di industri musik rock. Album ini juga menjadi saat masuknya Geoff Nicholls.

Sumbangan Dio pada Sabbath adalah ‘mano cornuta hand’ itu lho mengacungkan jari telunjuk dan kelingking. Yang kemudian jadi salam wajib anak-anak metal hingga saat ini.

Sayang Bill Ward akhirnya cabut. Dia stres karena kehilangan kedua orangtuanya. Posisinya digantikan Vinny Appice untuk penggarapan album ‘Mob Rules’. Sayang Dio berubah sinting, tengah malam dia masuk studio dan mengacak-acak master rekaman album ‘Live Evil’.

Cabutnya Dio yang membawa serta Appice membuat Ward kembali. Selain itu di posisi penyanyi hadir Ian Gillan dari Deep Purple untuk album ‘Born Again.’ Sayang Ward masih sering ngaco karena ketergantungan pada narkoba, akhirnya dia digantikan Bev Bevan dari Electric Light Orchestra.

Hasilnya ya lucu, pada tur mereka, Sabbath justru memainkan Smoke On The Water-nya deep Purple. Toh lagi-lagi berkat jurus ini Sabbath kembali ke puncak popularitas. Sayang Ian Gillan keburu cabut kembali pada Deep Purple.

Ward belakangan kembali, di posisi vokalis muncul David Donato. Hanya sampai tahun 1980-an Donato bertahan. Dia dipecah karena kasus keuangan.

Antara tahun 1984-1987 adalah perjuangan Sabbath untuk tetap hidup. Berkali-kali personil asli band ini keluar masuk. Ozzy Osbourne sukses bersolo karir membuat Geezer Butler ngiler dan membentuk Geezer Butler Band yang gagal.

Meski demikian keempatnya masih sering manggung bareng untuk konser Live Aid (Children Of The Grave, Iron Man & Paranoid) tahun 1985.

Tony Iommi lantas berniat solo album dengan meminta pertolongan pemain kibor Geoff Nicholls dan penyanyi Glenn Hughes (Deep Purple dan Trapeze). Iommi bahkan juga minta bantuan penyanyi Lita Ford, pemain bas Lita (Dave “The Beast” Spitz) dan drumer Eric Singer, (belakangan bikin Kiss dan Alice Cooper)

Hal ini dilakukan untuk memenuhi deadline pihak rekaman agar Sabbath memproduksi album. Akhirnya muncul ‘Seventh Star’.

Album keroyokan ini rupanya bermasalah, Jeff Fenholt ngamuk karena namanya tak dimasukkan meski dia menyumbangkan suaranya. Tak hanya itu pada 1986, Glenn Hughes luka-ula karena kecelakaan dalam tur album itu. Alhasil posisinya diisi penyanyi tak terkenal Ray Gillen.

Untuk saja Sabbath tetap bernyali dan memilih langsung menggarap album The Eternal Idol dengan bantuan pemain drum Bev Bevan dan pemain bas Bob Daisley. Padahal mereka nyaris bangkrut. Hasilnya Ray Gillen cabut saat proses rekaman dan bergabung dengan mantan gitaris band Ozzy Osbourne, Jake E. Lee membentuk Badlands.

Untung ada penyanyi kelahiran Birmingham, Tony Martin (The Alliance) yang mau menggantikan Gillen. Yang menguntungkan penyanyi berjuluk ‘The Cat’ itu punya gaya tersendiri.

Runyamnya para personil band justru berguguran menjelang tur dengan hanya menyisakan Iommi, Martin, dan Nicholls. Untuk itu mereka harus menggaet pemain bas Jo Burt dan pemain drum Clash , Terry Chimes yang kemudian digantikan Cozy Powell.

Powell bukan nama baru. Dia sukses dengan band-band terdahulunya a.l. Rainbow, Whitesnake, Emerson, Lake & Powell. Buktinya album ‘Headless Cross’ (1989) dikenal sebagai album tergelap dan mengembalikan mereka ke posisi band besar.

Pada 28 Agustus 1990, Ronnie James Dio mengundang Geezer Butler untuk hadir dalam konsernya di Minneapolis. Rupanya pertunjukan ini membuat keduanya sepakat untuk reuni. Hasilnya Dio, Butler, Iommi, Powell dan Nicholls untuk menggarap ‘Dehumanizer’ (1992) yang sukses di tengah kencangnya grunge.

Sayang bersatunya Sabbath tak lama, Dio cabut untuk digantikan vokalis Judas Priest, Rob Halford sebagai penyanyi paruh waktu. Untungnya Tony Martin mau kembali.

Tahun 1995, Sabbath dengan formasi Cozy Powell, Neil Murray, Iommi, Martin, dan Nicholls menggarap ‘Forbidden’. Sayang di tengah proses rekaman, Powell keluar dan digantikan Bobby Rondinelli.

Menjelang rilis album Forbidden, Ozzy Osbourne sukses menggelar konser tur musik ‘Ozzfest.’ Uniknya persis sepuluh tahun lalu dia mengutarakan ingin kembali ke Sabbath. Caranya dengan sepanggung bareng Geezer Butler dan Tony Iommi untuk memainkan tembang lama Sabbath.

Akhirnya pada Desember 1997, formasi lama itu kembali saat Bill Ward bergabung. Itu adalah reuni pertama mereka sejak tahun 1979. Hal itu ditandai album ‘Reunion’ yang memiliki tembang unggulan ‘Selling My Soul’ dan ‘Psycho Man’.

Tahun 2001, band tersebut dipersatukan oleh produser Rick Rubin. Tapi Ozzy Osbourne minta waktu agar album itu ditunda hingga 2002. Belakangan ‘Past Lives’ betul-betul terbengkalai karena Osbourne keasyikan menggarap The Osbournes TV.

Setelah itu, Sabbath lebih mirip kakek-kakek menang perang. Dihadiahi penghargaan UK Music Hall of Fame 2005 dan setahun kemudian US Rock and Roll Hall of Fame.

Tahun 2007 menjadi kabar menghebohkan karena, Ozzy Osbourne bikin pengumuman kalau tahun 2008 bakal muncul album terbaru Black Sabbath. Baik Tony Iommi atau Geezer Butler belum mengiyakan rekan mereka yang sinting itu. hanya Bill Ward saja yang mengiyakan.

Yang jelas seluruh fans Sabbath tengah menanti Ozzfest 2008 yang disebut Sharon Osbourne akan menjadi kembalinya formasi awal Sabbath sejak pisah 30 tahun lalu. Tunggu saja kakek-kakek itu kembali.

Barangkali bakal ada lagi kelelawar dan kelinci yang lehernya digigit Ozzy Osbourne. Tapi saran saya sih, mending paha ayam bebas kolesterol aja lah. Lebih enak dan sehat buat daging tua mereka yang mulai asam urat. Bukan begitu mbah???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

October 2007
M T W T F S S
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: