it’s about all word’s

Peter Robert Garret: Politician rocker

Posted on: November 29, 2007

Baru terpilih, PM Australia terpilih Kevin Rudd sudah bikin heboh ketika mengumumkan jajaran kabinetnya. Mantan musisi rock Peter Robert Garret masuk sebagai Menteri Lingkungan, Kebudayaan, dan Seni.

Rudd tentu tak asal comot, pentolan Midnight Oil itu memiliki perhatian yang besar terhadap isu-isu lingkungan dan sosial di negeri Asia Putih itu.

Selama karirnya di panggung hiburan dan aktivis, tema-tema yang diangkat dalam setiap lagu Midnight Oil selalu menyinggung soal hak tanah suku Aborigin, konservasi alam, hingga reformasi penjara.

Seperti halnya banyak musisi rock yang juga nyambi jmenjadi aktivis, Garret memiliki dasar pendidikan yang mumpuni. Dia jebolan Universitas Nasional Australia (ANU) dan Universitas New South Wales (UNSW).

Nama Peter Robert Garret memang identik dengan Midnight Oil. Mulai dirintis pada 1976 saat grup band Farm yang digawangi oleh Jim Moginie, Rob Hirst dan Peter Garrett mendapatkan satu personel tambahan, yaitu Martin Rotsey. Sejak itu nama Farm berubah menjadi Midnight Oil.

Pada 1981 mereka pergi ke London untuk proses rekaman dengan produser Inggris Glyn Johnson yang juga menjadi produser The Who dan Rolling Stones.

Dalam rekaman tersebut, Midnight Oil membuat album Place Without A Postcard yang memuat beberapa hits andalan a.l. Armistice Day, dan Don’t Wanna Be The One. Dalam album itu jelas orientasi politik dari band Australia itu.

Setahun kemudian, band itu kembali ke London untuk melakukan rekaman bersama produser Nick Launay yang memiliki studio rekaman digital. Dan album 10,9,8,7,6,5,4,3,2,1 kembali melambungkan pamor grup band asal negara Kanguru tersebut.

Beberapa lagu seperti Power And The Passion, US Forces, dan Short Memory dalam waktu singkat menjadi lagu klasik. Dan album yang dibuat itu meraih peringkat nomor tiga di Australia.

Di tengah-tengah ketenaran itulah, Garret mulai merambah dunia politik dengan mencoba masuk ke pemilihan parlemen lewat jalur Partai Pengurangan Senjata Nuklir (NDP) pada 1984. Kendati demikian, Midnight Oil tetap produktif menghasilkan album dan menggelar konser.
Anti Howard

Usai lulus studi, dia sempat menjadi pengacara sebelum terjun ke dunia politik. Inisasi karir politiknya ketika duduk di parlemen dan hampir kalah dalam pemilihan senator NDP pada 1984.

Sejak itu Garret mulai banyak dikenal sebagai musisi sekaligus aktivis politik. Seperti pada 1986, Midnight Oil menggelar konser di depan komunitas suku Aborigin di pedalaman Australia.

Pertunjukan itu kemudian dibukukan dalam Strict Rules yang ditulis oleh Andrew McMillan, dan didokumentasikan ABC TV.

Nama Garret makin tenar saat terpilih sebagai pemimpin Australian Conservation Foundation [Yayasan Konservasi Australia] pada 1989.

Namun memasuki dekade ’90-an, produktivitas Midnight Oil mulai menurun. Hal ini juga terkait dengan semakin sibuknya Peter Garret di dunia politik. Itu dimulai terjadi pada 1989 saat dia menjabat sebagai pimpinan lembaga lingkungan Australia.

Meski sibuk bermusik dia masih menyempatkan diri melakukan aksi sosial dengan bergabung di berbagai organisasi. Salah satunya bergabung dengan Greenpeace pada 1993.

Di tengah kesibukannya itu, Midnight Oil kembali merilis album pada 1997 yang bertitel 20,000 Watt RSL – The Midnight Oil Collection. Selain berisi lagu-lagu yang pernah dibuat, album tersebut juga memuat dua lagu baru yaitu What Goes On dan White Skin Black Heart.

Bagi kubu Partai Liberal, tingkah Garret terbilang nakal. Lihat saja koarnya bersama Midnight Oil melalui musik dan pertunjukan. Seperti saat penutupan Olimpiade Sydney 2000, sebelum PM Howard memberi sambutan, Garret manggung berkaos yang bertuliskan “sorry”.

Tulisan tersebut adalah kritik mereka terhadap kebijakan pemerintahan Howard yang menolak meminta maaf kepada suku Aborigin atas kebijakan pemerintahan sebelumnya yang memaksa anak-anak suku tersebut meninggalkan keluarganya.

Pada tahun yang sama, Garret mendapatkan penghargaan dari Australian Humanitarian Foundation Award untuk kategori lingkungan. Dan setahun kemudian dia mendapat anugerah Doctorate of Letters dari UNSW.

Belakangan tarikan dunia politik lebih kuat, dan akhirnya lima tahun lalu dia memutuskan pensiun dari Midnight Oil. Tak butuh lama setahun kemudian dia dia mendapat gelar Member of the Order of Australia dari Kerajaan Inggris.

Saat sebagian negara-negara Asia—termasuk Indonesia—terlanda gelombang tsunami pada 2004, dia bersama personil Midnight Oil ikut ambil bagian dalam pengumpulan dana dalam acara WaveAid.

Sejak itu popularitas Garret semakin kencang, Oktober 2004 dia menjadi wakil partai Buruh di parlemen untuk daerah pemilihan Kingsford Smith, New South Wales dan setahun lalu diangkat sebagai kabinet bayangan Partai Buruh sebagai Menteri Perubahan Iklim, Lingkungan, Budaya, dan Seni.

Ya, terpilihnya Peter Garret sebagai Menteri Lingkungan, Kebudayaan, dan Seni, setidaknya bisa memberi harapan berjalannya program pengurangan emisi gas karbon Protokol Kyoto di negara itu. Program yang ditentang rezim Howard.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

November 2007
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
%d bloggers like this: