it’s about all word’s

Nena: ¼ Abad 99luft ballons

Posted on: January 9, 2008

Seperempat abad teriakan anti perang dari Nena

Pagi ini ketika akan mulai bekerja, tak sengaja saat melakukan ritual menyalakan program Winamp, justru lagu ‘99 red balloons’ yang menggelegar. Goldfinger sukses membuat lagu itu lebih keras tapi buat saya lebih asyik menguping versi asli band Nena, asal Jerman Barat.

Album yang ditulis gitaris Carlo Karges lalu diaransemen pemain kibor Uwe Fahrenkrog-Petersen dan disuarakan dengan sangat apik oleh penyanyi perempuan Gabriele Susanne Kerner 25 tahun lalu. Lama banget yah, saat tante saya demam Nena, saat itu saya masih baru duduk di tahun pertama Sekolah Dasar.

Tembang ini menjadi single utama album ‘99 Luftballons’ yang dirilis oleh EMI pada 1984 dan langsung menguasai tangga lagu dunia setelah diterjemahkan ke lirik Inggris oleh Kevin McAlea.

Hanya dalam hitungan bulan, sejak 28 Februari 1984 Nena menguasai tangga lagu terbaik AS selama tiga pekan. Dan laris hingga 500.000 kopi sehingga berhak atas sertifikat emas dari Asosiasi industri rekaman AS.

Nena fenomenal di pusat industri musik, AS karena menjadi band dengan lagu berlirik Jerman yang pertama menduduki posisi sepuluh besar tangga lagu terbaik AS setelah tembang ‘Sailor (Your Home Is the Sea)’ karya penyanyi Lolita pada 1961.

Keunikan lain, meski kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris yang Anglo-Saxon, lafal medhok Jerman yaitu ‘Neunundneunzig Luftballons’ tetap terbawa ke dalam lafal Inggris menjadi ‘Ninety-nine Luftballoons’.

Toh meski begitu lagu ini sampai sekarang masih sering dibawakan ulang band-band besar a.l. 7 Seconds, Five Iron Frenzy, Me First and the Gimme Gimmes, Goldfinger, Siobhan DuVall, NOFX, Angry Salad, The Fabulous Rudies, Gothic Sluts, Inc., The Jetpack Escapee Scene, Coffee Shop Rumours, Radio Cult, The Peter Pan Complex, dan Chase Elaine.

Kenapa single sebuah band New Wave ini digilai dan sering dibawakan band-band punk dan rock? Tak lain lirik lagu ini adalah protes keras para personil dari negara adi daya di masa Adolf Hitler yang kemudian dibelah AS dan Soviet itu pada ancaman perang nuklir di masa Perang Dingin.

Ketika Blok Barat dan Blok Timur saling intip dan saling bokong, sejak 1983 dua negara adi daya AS dan Uni Soviet terlibat aksi saling pamer otot. AS menempatkan rudal jelajah berhulu ledak nuklir Pershing II di Jerman Barat pada Januari 1984 sebagai aksi balasan penempatan rudal nuklir SS-20 varian baru di Jerman Timur oleh Uni Soviet pada akhir 1983.

Toh kalo dibilang basi karena Uni Soviet telah menjadi serpihan, saat ini kondisi dunia di ambang perang nuklir antara AS dan Rusia belum berakhir. Buktinya Rusia tetap saja galak saat AS berencana menggelar rudal Patriot di Polandia dan radar pertahanan di Cheska.

Alasannya, kedua negara itu adalah pintu masuk sekaligus bekas teritorial Negeri Beruang Merah itu. Akibatnya Moskwa, seperti dikutip kantor berita Rusia RIA Novosti, langsung menyiagakan sistem laser anti rudal A-35 yang telah dikembangkan Kometa Central Research and Production Association sejak 1971.

Proyek tersebut bertajuk Fon-1 yang berbasis di Ulyanovsk dan diawasi secara langsung oleh Menhan Marshal Dmitry Ustinov. Program ini lantas berlanjut ke Fon-2 untuk mengembangkan sistem penghancur rudal balistik musuh sekaligus alat telekomunikasinya. Tidak itu saja, di bawah proyek Terra, Rusia bahkan menciptakan sistem laser penghancur pesawat terbang dan satelit.

Sistem ini pernah diuji di Kazakhstan dan sempat diuji tembakkan pada pesawat ulang-alik Challenger yang wara-wiri pada ketinggian 363 km di wilayah udara Kazakhstan.

Saat itu para astronot Challenger melaporkan sistem komunikasi dan elektronik pesawat tak berfungsi oleh serangan kasat mata dari daratan Uni Soviet.

Hal tersebut memaksa AS mengikuti jejak seterunya lewat proyek bernama Directed Energy Weapon yang jadi bagian dari program Perang Bintang semasa Ronald Reagan.

Dephan AS melalui serangkaian uji fisibilitas menilai ada dua desain yang cepat untuk dibangun yaitu laser anti rudal/satelit dengan sistem di Bumi dan sistem yang ditempatkan di ruang angkasa (mirip satelit).

Program itu disebut Alpha dan Miracl (Mid Infra Red Chemical Laser) yang dilakukan di fasilitas White Sands, New Mexico, dengan kombinasi laser hasil ramuan hydrogen-flourine atau deuterium-flourine.

Dari kedua kombinasi itu, deuterium-flourine Miracl yang disukai Dephan AS karena saat diuji laser sanggup membobol selongsong roket Titan 1.

Untunglah perang laser itu tak terjadi karena Uni Soviet buru-buru tumbang. Justru gara-gara senjata propaganda yang tak terpikirkan sebelumnya yakni narkoba, film porno dan janji-janji kemakmuran kapitalisme.

Jepang ikut-ikutan

Menyusul perseteruan antara AS-Rusia, Jepang yang menyerah dilucuti juga berencana mengembangkan laser kekuatan tinggi yang mampu menembak jatuh peluru kendali Korea Utara (Korut).

“Untuk merealisasikan rencana tersebut, tahun fiskal mendatang [2008] kementerian pertahanan akan meminta dana untuk mengembangkan laser darat yang mampu menghancurkan rudal balistik di udara,” tulis surat kabar Mainichi.

Jepang juga mempertimbangkan kemungkinan mengembangkan laser antirudal yang bisa dipasang di pesawat terbang atau airborne laser (ABL) yang sudah dikembangkan Boeing sejak 1996 dengan menghasilkan dana tak kurang dari US$1,1 miliar.

ABL dikembangkan dari sensor infrared scan and track (IRST) di pesawat tempur Grumman F-14 Tomcat pada tahun 1970-an.

Pengembangan dan uji oksigen iodine atau COIL dilakukan di laboratorium Kirtland AFB Phillips, yang kini bernama Northrop Grumman Space Technologies pada 1977.

Butuh waktu 19 tahun untuk bisa mewujudkannya menjadi COIL baseline demonstration laser (BDL-2) yang sempat dipamerkan 1996 di landasan udara Edwards, California.

Selain ABL, AS juga telah siap dengan teknologi active denial system dan tactical high energy laser (THEL) buatan Angkatan Udara AS, Lockheed Martin, dan TRW.

Pada ABL karya Boeing digunakan laser oksigen iodine atau chemical oxygen iodine laser (COIL) dan dipasang di pesawat Boeing 747-400.

Sepintas sistem kerjanya mirip teknologi THEL milik Angkatan Darat AS, di White Sands yang memakai deuterium fluoride laser untuk menembakkan energi panas pada roket yang terbang tinggi agar meledak secara dini.

AU AS saat ini sudah memiliki dua hingga tiga unit Boeing ABL. Namun, hambatan pengadaaan teknologi ini selain dananya cukup besar, pengoperasiannya pun cukup rumit.

Pada kemunculannya, sistem ABL berbentuk seperti bola dengan lensa di depan yang bisa memutar 360 derajat, dilengkapi stabilisator mirip dengan dudukan laser yang dimiliki F-117 dan F-15.

Dengan sistem ini pesawat bisa bermanuver, sementara laser tetap mengunci target kemanapun bergerak. Direncanakan senjata ini akan siap operasi pertengahan atau akhir 2008.

Dengan kondisi saat ini rasanya teriakan skeptis Nena pada para politisi dunia setelah seperempat abad masih relevan untuk terus diteriakan bagi kedamaian dunia yang semakin terancam dengan melonjakknya harga minyak.

Harap diingat ! Sejak menang Perang Dunia II, tiap kali harga minyak dunia melonjak dan resesi ekonomi terjadi, para politisi AS pasti gatal memicu perang.

Ninety-nine red balloons
Floating in the summer sky
Panic bells, it’s red alert
There’s something here from somewhere else
The war machine springs to life
Opens up one eager eye
Focusing it on the sky
As ninety-nine red balloons go by

Ninety-nine decisions treat
Ninety-nine ministers meet
To worry, worry, super scurry
Call out the troops now in a hurry
This is what we’ve waited for
This is it, boys, this is war
The President is on the line
As ninety-nine red balloons go by

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: