it’s about all word’s

Sir Edmund Hillary: Beekeeper Himalayan

Posted on: January 13, 2008

Si Kiwi penakluk gunung itu telah tiada

Akhir pekan lalu, dunia olahraga pendakian gunung berduka karena Sir Edmund Percival Hillary, penakluk puncak Gunung Everest pertama itu meninggal pada usia 88 tahun di Wellington, Selandia Baru.

Putra Percival Augustus Hillary dan Gertrude Hillary yang lahir 20 Juli 1919 di Tuakau, Selandia Baru itu menyusul sang istri Louise Mary Rose dan putrinya Belinda, 11 Januari 2008.

Dalam kemajuan teknologi pendakian gunung, Sir Edmund Hillary dan sherpa asal Nepal, Tenzing Norgay, akan terus dikenang sebagai para pendaki pertama yang menaklukkan puncak gunung tertinggi dunia itu pada 29 Mei 1953.

Dengan kematian Hillary, seluruh pelaku penaklukkan gunung yang biasa disebut Chomolungma (Tibet) atau Sagarmatha (Nepal) itu telah tiada. Hillary menyusul rekannya, Norgay yang wafat 22 tahun silam.

Namun nama Hillary tidak dikenang semata-mata sebagai pendaki gunung profesional. Dia justru lebih banyak dikenal karena kegiatan kemanusiannya untuk memperbaiki kualitas hidup warga Nepal.

Setelah menjejakkan kaki di puncak dunia setinggi 8.848 meter di atas permukaan laut itu, Hillary diangkat menjadi warga kehormatan Nepal pada peringatan 50 tahun penaklukan Gunung Everest.

Pada peringatan setengah abad penaklukan tersebut, putra Hillary, Peter yang juga menaklukan Everest pada 1990 kembali menjejakkan kakinya ke puncak tertinggi di dunia itu bersama Jamling, putra Tenzing Norgay.

Tetapi sebelum mendapat gelar kehormatan itu, Hillary yang dianugerahi gelar Order of The Empire dan Order of The Garter dari Kerajaan Inggris, terus memberi perhatian pada masyarakat Nepal dengan membangun sekolah dan berbagai sarana kesehatan.

Organisasinya Himalaya Trust mengumpulkan US$250.000 setahun, kadang secara pribadi dia membangun sekolah, rumah sakit, jembatan, pipa saluran, dan bahkan sebuah lapangan terbang.

Bahkan gara-gara kegiatan filantropi itu, istri dan anak Hillary, Louise dan Belinda yang menyusul ke desa Phaphlu, harus tewas karena kecelakaan pesawat yang menubruk tebing-tebing Kathmandu pada 1975.

Kematian itu membuat, Hillary duda dengan dua anak, Peter dan Sarah. Cukup lama salah satu peneliti jempolan di National Geographic ini menduda, hingga 14 tahun kemudian dia menikahi June Mulgrew janda dari sahabat karibnyanya, Peter Mulgrew.

Peternak lebah

Hillary lahir di Auckland, namun bersama keluarganya harus pindah ke Tuakau, Selatan Selandia Baru. Justru karena kepindahan inilah, ketertarikan Hillary pada kegiatan berpetualang terbentuk.

Setiap kali akan ke sekolahnya, dua jam lebih dia harus berdiam di bis sekolah. Satu kegiatan yang disukainya adalah membaca. Badannya yang lebih kecil dibandingkan sebayanya membuatnya menjadi anak yang pemalu yang lebih suka berpetualang dalam lembar demi lembar buku.

Memasuki usia 16 tahun, Hillary mulai tertarik pada kegiatan panjat tebing dan mulai rutin merambati tebing Gunung Ruapehu dan menaklukkan puncak Gunung Oliver. Untuk membiayai kegiatan itu, Hillary dan kakak laki-lakinya, Rex bekerja sebagai peternak lebah di musim panas.

Perang Dunia II nyaris membuat Hillay menjadi tentara, belakangan niat itu dibatalkan dengan alasan religius. Tapi usai perang, Hillary bergabung dalam AU Selandia Baru sebagai navigator pesawat Catalina yang menerbangi Fiji dan Kepulauan Solomon.

Usai mengabdi pada negaranya, Hillary mulai menjejakkan kaki ke Everst pada 1951 bersama tim ekspedisi tim Inggris yang dipimpin Eric Shipton untuk menggapai Cho Oyu.

Ekpedisi itu gagal, tapi Hillary bersama George Lowe menyeberangi daerah Lho-La ke Tibet dan berhasil mencapai kamp II. Ekpedisi ini adalah sebuah rintisan pendakian selanjutnya. Sayang rute yang dipersiapkan itu kemudian ditutup tentara China

Dua tahun berselang, Hillary dan Lowe kembali dipanggil tim ekpedisi Inggris. Pada ekpedisi itu Hillary akan dipasangkan dengan Tom Bourdillon dan Charles Evans. Tapi belakangan Hillary memilih sherpa Tenzing Norgay.

Sejarah membuktikan, Hillary dan Tenzing sukses menapaki atap dunia itu. Tapi, gara-gara Tenzing tak pernah tahu benda bernama kamera, akibatnya tak ada foto yang mengabdikan Hillary di puncak Himalaya itu.

Usai pendakian itu, Hillary terus melakukan ekpedisi-ekpedesi yang tak kalah menantangnya yaitu menapakkan kaki ke pusat benua beku, Kutub Selatan dan Kutub Utara yang menjadikannya manusia pertama yang mencapai dua kutub dan puncak dunia.

Kini sesuai sesuai permintaan Hillary, jasad pria pemalu yang dianggap saudara oleh Dalai lama itu akan diperabukan 22 Januari mendatang untuk kemudian dipersatukan dengan dunia di Pelabuhan Waitemata, Auckland, Selandia Baru.

2 Responses to "Sir Edmund Hillary: Beekeeper Himalayan"

good bye hillary…

MI

[…] algooth putranto wrote an interesting post today on Sir Edmund Hillary: Beekeeper HimalayanHere’s a quick excerptSi Kiwi penakluk gunung itu telah tiada Akhir pekan lalu, dunia olahraga pendakian gunung berduka karena Sir Edmund Percival Hillary, penakluk puncak Gunung Everest pertama itu meninggal pada usia 88 tahun di Wellington, Selandia Baru. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: