it’s about all word’s

Soeharto Life: in the hand of SBY

Posted on: January 14, 2008

Simpang siur memang terjadi di antara para wartawan. Kisah-kisah kasak-kusuk semakin seru. Bisa jadi kisah berikut ini benar. Bisa juga salah. Tapi sudah menjadi gunjingan wartawan yang ngepos di pusat kekuasaan.

Jumat, 11 Januari 2007. Jusuf Kalla datang untuk menjenguk Soeharto. Dia menunggu selama 1,5 jam dan diberi kesempatan melihat langsung Soeharto sekitar 3 menit saja.

Pada saat menunggu itulah dia berbincang dengan siti Hardianti Rukmana alias Tutut. Mbak Tutut meminta pada JK agar gugatan perdata Soeharto diselesaikan di luar pengadilan alias negosiasi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Nah malam itu juga dia langsung menelpon SBY yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia. Kabarnya di Malaysia, SBY melakukan rapat singkat dengan para yang ikut rombongan tersebut.

Dini harinya SBY meminta agar Hendarman SUpandji, Jaksa Agung merespon permohonan keluarga Soeharto tersebut dengan menanyakan langsung alis berkunjung ke RSPP pada 12 Januari 2007.

Ternyata menjelang siang, pemahaman yang berkembang di publik usulan tersebut adalah inisiatif dari pemerintah. Presiden pun segera pulang ke Indonesia alias mempercepat kunjungan dengan menghilangkan satu agenda acara yaitu temu pers di Malaysia terkait hasil kunjungan kenegaraannya.

Setibanya di kediamannya, Puri Indah Cikeas, melihat pemahaman yang berkembang di masyarakat, SBY langsung menggelar sidang kabinet terbatas di Cikeas yang juga dihadiri oleh JK. Padahal seharusnya JK pada hari itu menghadiri acara ICMI, di Sumatera.

Nah di situlah, SBY membantah bahwa usulan menyelesaikan kasus perdata Soeharto di pengadilan adalah usulan pemerintah. Dia mengatakan tujuan HEndaraman Supandji adalah untuk merespon usulan dari pihak-pihak tertentu.

Sampai saat ini, Presiden SBY masih percaya bahwa pihak-pihak tertentu itu adalah keluarga Soeharto. Tak heran SBY membatalkan kunjungan ke RSPP seperti yang sudah direncanakan sejak Sabtu, 12 Januari.

Lha memang seberapa besar sih kasus perdata Soeharto? Anda mesti baca postingan saya yang judulnya ‘Bad Things Soeharto’.

Tidak seperti kasus Pidana yang gugur jika tergugat meninggal, maka kasus perdata tak akan otomatis terselesaikan.

Jadi bila Soeharto dut dan belum ada keputusan menyelesaikan kasus ini di luar pengadilan maka secara otomatis kasusnya yang bernilai besuaaar itu akan jatuh pada anak turunnya.

Susahnya semua pejabat kemudian sibuk mangap dan mentah-mentah dikutip media yang udah pada kecapekan. Jadinya ya pusing semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: