it’s about all word’s

Dhipie Kuron: Behind Andrea Hirata

Posted on: January 16, 2008

Perkasa di belakang Andrea Hirata

Sampai akhir tahun ini buku novel terlaris Tanah Air masih dipegang tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata Seman. Penggemarnya beragam mulai dari anak baru gede (ABG) hingga bapak ibu mereka.

Dalam setahun, buku yang dirilis Penerbit Bentang Pustaka itu sudah berhasil menjual lebih dari 100.000 buku, jumlah yang luar biasa bagi bisnis buku di Indonesia. Dengan kuantitas penjualan sebesar itu penulis dipastikan mendapat royalti yang besar.

Tapi tak banyak yang tahu dan tertarik mencari tentang pendiri Renjana Organizer, Dhipie Kuron yang menjadi tokoh di belakang meroketnya nama Laskar Pelangi tersebut.

Menurut Dhipie Renjana Organizer adalah literary organizer yang merupakan lembaga nir laba yang didirikan karena kepedulian mereka terhadap banyaknya pengarang yang seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya dari penerbit.

Anggota Renjana adalah para relawan. Renjana didirikan untuk men-support buku-buku bermutu, mengapresiasi sastra, menggiatkan minat baca dan menulis.

Renjana menyediakan ruang bagi para penulis, penerbit, editor, penerjemah, peresensi yang ingin berinteraksi dengan publik dalam bentuk bincang buku, talk show radio, diskusi.

Selain itu mereka memiliki program klinik naskah yang dapat dimanfaatkan para penulis (khususnya pemula) sebagai forum sharing dengan para penulis dan editor yang telah tergabung dalam jaringan Renjana.

Saat ini Renjana sedang bermetamoforsa menjadi Literary Management yang mendukung para penulis potensial dan mengangkat karya-karya potensial.

“Kami mencoba untuk melakukan asistensi dan memberikan edukasi atas terpenuhinya hak pengarang dari penerbit,” ujar perempuan kelahiran Cimahi itu.

Menurut jebolan Fakultas Hukum Universitas Parahyangan, Bandung itu saat ini banyak pengarang yang menghasilkan karya besar dan bestseller tapi mendapatkan royalti hanya di bawah 10% saja.

“Saya sering prihatin, dibandingkan dengan penulis luar, [royalti penulis dalam negeri] sangat jauh,” ujar mahasiswa tingkat master notariat Universitas Padjajaran yang kini bekerja di kantor hukum Uno Nainggolan & Partner.

Literary organizer ini dibentuk tidak hanya melindungi hak dari pengarang saja tapi juga pada akhirnya akan membentuk image dari penulisnya sendiri. Jangan pernah lupa bahwa penulis itu memiliki kekuatan untuk mengubah cara pandang pembaca.

Dia membandingkan dengan kondisi luar negeri yang sudah banyak memiliki literer organizer. ini sangat banyak tapi di tanah air masih sangat jarang. Saat ini kami berupaya melakukannya pada Andre Hirata dengan laskar pelanginya.

Dulu pada awal laskar pelangi, karya itu mendapatkan royalti yang tidak banyak, tapi sekarang lebih dari 10 % bahkan belasan. Untuk Maryamah Karpov sudah di tawar lebih Rp100 juta diterima di awal di luar royalti.

“Kami tidak hanya mendapatkan tawaran dari Bentang [Pustaka] tapi juga dari penerbit lainnya,” ujarnya.

Hal lain yang dilakukan Renjana Renjana Organizer adalah mengecek stok buku sampai di toko apakah masih tersedia atau tidak.

Menurut Dippie dengan semakin banyak literary organizer di Indonesia diharapkan bisa menghapus anggapan orang bahwa menulis sebagai profesi itu tidak bisa hidup dapat diubah.

13 Responses to "Dhipie Kuron: Behind Andrea Hirata"

tanpa renjana, kira2 andrea hirata semelejit ini gak ya?

good question. lo bisa nanya si andre mumpung belum pindah ke luar negeri

jadi si andrea beneran mau mengungsi ke TIBET..
enak yahh..masih bujang sihh bisa kelayapan kemana-mana..!!

Pak,kami dari SMA Negeri 3 bandung ingin mewawancarai Andrea Hirata pada hari Sabtu atau Minggu sebelum tanggal 19 Februari.
Menurut om saya,Pak Hikmatullah, kami harus minta izin kepada bapak. Kapan dan di mana kami dapat mewawancarai Andrea Hirata?
Jika Pak Andrea berkenan, tolong hubungi Pak Hikmatullah……..

ya saya kasi ijin…kan bukan saya manajernya…silakan kontak dhipie atau anak-anak renjana…selamat belajar ya

Terimakasih algooth. Laskar Pelangi sih pada dasarnya sudah bagus, maka jadi. renjana, hanya bantu agar buku bagus itu tidak jadi mainan di industri.

kami ingin mengadakan talkshow/seminar dengan andrea sebagai pembicaranya.bisa nggak ya,mas?

tolong direply ya,mas..

wah kalo gitu kawan-kawan laskar pelangi harus mengapresiasi kawan-kawan sman 3 bandung….

kita2 dibatam sangat tertarik untuk ngundang mas andre ke batam, boleh bantu contact no. nya ? thanks

Mas Andrea sudah ke Kye Gompa, belum ? Truz dari pihak Telkom kasih izin ga …?!!

Saya seorang pemula lagi buat Novel. Gimana caranya bisa kontak dengan Dhipie Kuron? Bolehkah saya menjadi anggotanya? caranya gimana?

Thanks sbeleumnya

saya seorang mahasiswa guru
dan semakin saya membaca buku dari penulis yg punya nama sama dengan saya itu
bukan justru semakin menguatkan tekad saya untuk menjadi guru
melainkan menbuat saya sungguh-sungguh ingin jadi anak-anak lagi
hehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: