it’s about all word’s

Gatot: A man with leverage

Posted on: January 31, 2008

Saya punya leverage!

Gatot Mudiantoro Suwondo kemungkinan besar menjadi calon kuat dirut PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menggantikan posisi si tukang potret Sigit Pramono.

Menurut rencana, peluang Gatot untuk menduduki posisi nomor satu di BNI akan disahkan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa yang dijadwalkan pada akhir Januari atau Februari 2008.

Lha memang siapa sih Gatot? Kebetulan saya pernah bertemu beliau dalam percakapan yang seru. Teh dan asap rokok yang mengebul membuat percakapan itu begitu asyik

Kesan sebagai seorang militer sangat lekat pada Gatot Mudiantoro Suwondo, Wakil Dirut PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk. Tubuhnya yang tinggi dan tegap, dengan suara bariton mengingatkan kita akan sosok komandan pasukan.

Tak salah jika Anda mengira seperti itu, karena dia memang hidup di lingkungan keluarga militer. Ayahnya adalah seorang tentara dari Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat) yang sekarang bernama Paskhas Angkatan Udara dengan pangkat terakhir kolonel saat menjadi atase di Kedubes RI di Filipina selama 12 tahun.

Ayahnya pula yang menginginkan dia menjadi tentara, profesi yang dicita-citakan Gatot sejak kecil. Namun, suratan takdir berkata lain. Ibunya tidak mengizinkan dia masuk sekolah tentara, Akabri. “Padahal dari SD saya sudah mempersiapkan diri.”

Pria yang mengaku menyukai makanan Sunda dengan lalapannya ini, akhirnya memilih bidang akuntansi yang sama sekali asing bagi dirinya. Tapi pilihan itu yang justru membawa dirinya ke posisi saat ini sebagai orang nomor dua di BNI.

Menerima suratan takdir dan percaya rahasia Ilahi di balik suatu peristiwa, membuat Gatot kini bersyukur tidak jadi tentara.

“Kita mau berusaha sekuat tenaga, jadi atau tidaknya yang menentukan Yang Di Atas. Kalau pun tidak jadi nggak usah frustrasi. Karena pasti ada makna di balik itu yang baru kita sadari setahun atau dua tahun setelahnya.”

Dia berandai-andai perjalanan hidupnya mungkin akan lain jika dulu jadi tentara. Saat lulus SMA pada 1973, dia berkeinginan masuk Akabri. Jika masuk pada angkatan tersebut, dia lulus pada 1977, berbarengan waktunya saat Indonesia merebut Timor Timur. Sebagai Taruna kemungkinan besar dia dikirim ke sana untuk ikut berperang.

“Saya pernah ke RS Gatot Subroto saat mertua sakit. Ada sebuah ruangan tempat eks Seroja [tentara yang ikut perang Timor Timur] dirawat. Saya jadi flash back, andai dulu saya dibolehkan masuk tentara, mungkin pulangnya saya masuk ke ruangan itu.”

Tangis ibunya yang meluluhkan tekad bulat Gatot untuk masuk tentara. “Kalau ibu saya nggak sampai menangis, pasti saya bakal terus saja [jadi tentara].”

Belakangan dia mengetahui kenapa ibunya melarang masuk tentara, karena merasa sering berpindah-pindah mengikuti tugas bapak, di samping ibunya menjadi orang pertama di keluarga yang kawin di luar etnisnya.

Dilarang masuk Akabri, Gatot memilih bersekolah di luar negeri. Pilihannya Jerman. Ibunya setuju. Namun bapaknya membujuk. “Tot [Gatot], kalau gaji papa besar di Filipina, mau ke bulan juga bapak biayain. Tapi kalau sudah pulang ke Indonesia gaji papa tuh rupiah dan bukan pengusaha. Jadi kalau untuk membiayai kuliah [di Jerman] ya susah.”

Bapaknya menawarkan untuk sekolah di Filipina. Dia mendaftar ke University of the Philippines (UPI). Tapi karena dari kecil fokus jadi tentara atau penerbang, selama kuliah dia mengaku blank.

Saat di Indonesia, ketika mengantar kakaknya wawancara dengan pendiri SGV Utomo Danunjoyo, dia disarankan untuk memilih jurusan akuntansi yang sangat asing baginya. “Pak Utomo berperan mengarahkan saya ke jalur seperti sekarang.”

Ketika itu Utomo mengatakan profesi akuntan sangat diperlukan ke depan karena Indonesia mulai membangun. Ketika kembali ke Mindanao, dia mengambil jurusan tersebut.

Di luar kesibukannya kuliah, dia mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga selama belajar di Mindanao State University (MSU), setelah meninggalkan UPI, yang dibangun dengan dana dari Timur Tengah untuk integrasi antara Muslim dan Kristen di Filipina. Tidak jarang saat kuliah perang meletus antara tentara Filipina dan Moro Islamic Liberation Front (MILF).

Dia juga banyak bergaul dengan masyarakat kelas bawah. “Kalau liburan saya menginap di desa. Tidur tidak di kasur, nyuci sendiri, makan apa adanya. Saya belajar menghargai semua orang dari semua golongan. Sebelumnya saya tidak belajar itu. Anak diplomat, rumah ber-AC, masuk mobil ber-AC.”

Memiliki leverage

Meski sudah menjadi ‘orang’, Gatot mengaku masih ada cita-citanya yang belum tercapai yakni menjadikan BNI sebagai pemain regional. “Saya ingin di Indonesia ada bank regional player. Harapannya sih BNI.”

Untuk mencapai cita-cita tersebut, tidak harus menjadi orang nomor satu di bank. “Menjadi nomor satu atau dua [dirut atau wadirut] itu relatif. Yang penting tim. Walau saya nomor dua, tapi saya punya tim. Dan dont’t go beyond. Ini etika.”

Dia yakin untuk menjadikan BNI sebagai pemain regional tidak lama lagi. Bank tersebut memiliki SDM yang baik. Alumni dari semua universitas terbaik ada di bank tersebut. Tinggal melakukan transformasi dan mengubah paradigma a.l. dengan mendatangi konsumen.

Kedekatannya dengan RI 1-istri Gatot adalah adik kandung Ibu Negara, Ibu Ani Yudhoyono-yang disebutnya sebagai leverage dimanfaatkannya untuk mendorong kemajuan BNI.

“Saya bilang ke kawan-kawan [direksi BNI]. Maaf nih. Kita mungkin sama. Tapi suka atau tidak saya mempunyai aset yang lebih dari Anda [dekat dengan Presiden]. Saya ingin membuat aset ini bermanfaat.”

Dengan posisi seperti itu, dia mengaku bisa mendekati banyak pihak tanpa sungkan-sungkan, termasuk ke Menneg BUMN Sugiharto yang merupakan teman sekantor ketika bekerja di PT Chemco Graha Leasing.

Hanya saja perjalanan Gatot bisa jadi tak semulus yang diduga orang karena kasak-kusuk soal misteri pembobol Bank Danamon Rp 110 miliar.

Kasus yang mencuatkan nama-nama seperti Jonis E. Mamesah, Edi Karsanto, Alexander Tendean, Ali R. Liong juga menyambar Gatot. Yah siapa tahu masih ada yang inget kasus ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: