it’s about all word’s

Grateful Dead reunited: for Obama

Posted on: February 5, 2008

Harapan terhadap angin perubahan politik Amerika Serikat yang diberikan kandidat presiden dari Partai Demokrat Barack Obama membuat tiga anggota tersisa band legendaris Grateful Dead melakukan reuni.

Seperti dikutip dari http://www.dead.net, konser yang digelar di The Warfield Theatre, San Francisco, itu, menurut pemain drum Mickey Hart, adalah dukungan seluruh personel Dead pada Obama untuk memenangkan ajang Super-Tuesday.

Penampilan Mickey Hart bersama dua personel Dead yang masih hidup, Phil Lesh dan Bob Weir, dibantu Jackie Greene, John Molo, dan Steve Molitz bisa disaksikan secara langsung melalui situs http://www.iclips.net.

“Seluruh generasi pasti berbahagia dengan kondisi ini [peluang kemenangan Barrack]. Ini seperti frustasi menanti hasil akhir [pemungutan suara] dan kami adalah generasi frustasi,” ujar Hart.

Sementara itu, menurut pemain gitar Bob Weir, pertunjukan itu sangat bersejarah karena konser untuk mendukung kandidat presiden baru pertama kali dilakukan Dead yang menganut paham liberal.

“Terakhir kali kami mendukung kandidat presiden hal itu berakhir dengan sebutir peluru. Ini membuat kami anti dengan dunia politik untuk waktu yang cukup lama,” tutur Weir.

Ketika itu Dead merencanakan untuk melakukan konser kampanye mendukung kandidat presiden Robert Kennedy yang tewas ketika merayakan kemenangan Partai Demokrat di California, 4 Juni 1968.

Seperti halnya kakak kandungnya, Presiden John F Kenney yang tewas ditembak tahun 1963, Jaksa Agung Robert Kennedy yang sangat berpeluang memenangkan pemilu tewas ditembus timah panas oleh Sirhan Sirhan, seorang pemuda Palestina.

Tewasnya Robert hanya berjarak sebulan dari tewasnya pendeta pejuang kulit hitam Martin Luther King Jr., pada 4 April oleh tembakan jitu James Earl Ray ketika berdiri di balkon kamar 306 Motel Lorraine Motel, Memphis.

Pemain bas Phil Lesh mengaku makin yakin dengan misi calon presiden dari kulit berwana pertama tersebut. Menurut Lesh, Obama memiliki koleksi lagu-lagu Dead dalam mesin pemutar musik iPod-nya.

Ketiga anggota Dead mengaku gembira dengan konser yang menyatukan mereka setelah empat tahun berpisah usai konser reuni tak resmi sepanjang 2004 seusai kematian penyanyi sekaligus gitaris utama Jerry Garcia (1995) yang berujung bubarnya band tersebut.

Dead kembali berduka ketika pemain kibor mereka Vince Welnick bunuh diri di rumahnya dekat San Frabcisco, California, dua tahun lalu. Banyak yang percaya Welnick yang bergabung tahun 1990 frustasi dengan bubarnya Dead.

Welnick adalah pemain kibor terakhir Dead sejak ditinggal si jenius McKernan yang mati misterius di umur 27 tahun. Kematiannya disebut-sebut akibat penggunaan obat-obat terlarang yang dipasok Owsley “Bear” Stanley yang merupakan soundman band tersebut.

Band berpengaruh

Dalam industri musik dan budaya pop, Grateful Dead menempati posisi penting berkat gaya permainan, skill dan gaya hidup jam rock mereka. Band yang dibentuk tahun 1965 di San Francisco, California, itu dikenal memiliki sentuhan unik dalam bermusik dan lirik yang mereka ciptakan.

Band ini dibentuk oleh Jerry Garcia (lead guitar dan vokalis), Dan ‘The Man Eng’ (saxophone dan kazoo), Bob Weir (rithym guitar dan vokal), Ron ‘Pigpen’ McKernan (kibor, harmonika, vokal, perkusi), Phil Lesh (bas dan vokal) dan Bill Kreutzmann (drum).

Untuk zaman Generasi Bunga, Grateful Dead menonjol karena mencampur warna musik rock, folk, bluegrass, blues, country, jazz, psychedelia, dan gospel yang belum terpikirkan oleh para pemusik di zamannya.

Dengan ramuan musik itu, Grateful Dead sanggup menyeruak di antara dominasi invasi band-band Inggris seperti Beatles dan Rolling Stones. Semua orang pun tahu salah satu pendukung berat Grateful Dead adalah raja folk Bob Dylan.

Salah satu kelebihan Grateful Dead adalah selalu menyajikan permainan jam session yang cukup panjang dalam setiap konser-konsernya.

Sayang kejeniusan permainan mereka juga diimbangi kreativitas para personelnya meracik dan menggunakan narkoba. Salah satu pengguna setia benda haram ini adalah Jerry Garcia.

Garcia adalah sosok kharismatik, jago menulis lagu dan memberikan emosi pada musik yang dimainkan. Tetapi, banyak yang percaya lirik-lirik Dead merupakan gambaran masa kecil Garcia yang tak bahagia dan dipenuhi targedi.

Hasilnya, dia berkembang menjadi sosok nyeleneh, suka mengonsumsi narkoba, memiliki masalah kejiwaan hingga direnggut kematian karena penyakit jantung pada 1995.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: