it’s about all word’s

Maharishi Mahesh Yogi: Life For The Peace World

Posted on: February 7, 2008

Maharishi Mahesh Yogi, guru spiritual band legendaris The Beatles yang memberikan pengaruh kebudayaan India termasuk meditasi rohani pada dunia Barat akhirnya tutup usia di umur 91 tahun.

Menurut juru bicara The Transcedental Meditation Bob Roth, mahaguru kelahiran Mahesh Srivastava, India Tengah pada 12 Januari 1917 itu meninggal dengan tenang di rumahnya di Vlodrop, Belanda.
 
“Dia [Maharishi] meninggal dengan tenang sekitar pukul tujuh malam,” kata Bob seperti dikutip dari www.cnn.com.

Bagi dunia Barat pendekatan spiritual Maharishi secara tak langsung menjadi awal berkembangnya elemen pop culture generasi bunga atau hippies yang tengah frustasi dengan kondisi dunia era 1960 hingga 1970-an.

Mantan mahasiswa jurusan fisika di Universitas Allahabad itu mulai mengajarkan meditasi transedental di India sejak tahun 1955 dan membawa teknik menyelaraskan emosi manusia itu ke Amerika Serikat empat tahun kemudian.

Salah satu muridnya, Sri Sri Ravi Shankar yang merupakan ayah kandung penyanyi jazz-pop AS Norah Jones adalah sosok yang mengenalkan pengajaran “meditasi transedental” kepada Beatles akhir 1960-an.

Perkenalan Beatles dengan Shankar terjadi tak sengaja, ketika sedang dilakukan syuting film ‘Help!’ yang menampilkan beberapa musisi India. Gitaris George Harrison tertarik memainkan sitar yang saat itu belum umum dimainkan pemusik Barat.

Sejak itu George mulai mengenal pemusik sitar Ravi Shankar yang memiliki album yang dirilis melalui jalur distribusi semi major. Secara otodidak George belajar memainkan alat musik tersebut dan mulai mencoba untuk memasukkan elemen tersebut pada musik Beatles.

Elemen sitar untuk pertama kalinya menjadi bagian lagu The Beatles pada album ‘Rubber Soul’ pada lagu ‘Norwegian Wood’ yang liriknya ditulis John Lennon dan pada tembang ‘Love You To’ di album ‘Revolver’.

Namun menyerap budaya baru Beatles sebagai ikon pop generasi masa itu justru cenderung membawa musik India yang mendayu-dayu sebagai pendamping eksperimen mereka dengan narkoba.

Perubahan terjadi ketika The Beatles berkenalan dengan meditasi transedental yang diajarkan Shankar. Ajaran itu merasuk pada keempat personil supergroup asal Liverpool yang tengah frustasi dengan popularitas itu.

Puncak pelarian The Beatles pada ajaran meditasi Maharishi Mahesh Yogi terjadi usai peluncuran album kedelapan, Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band yang dirilis 1 Juni 1967.

Misi sosial

The Beatles berjumpa Maharishi Mahesh Yogi di Hotel London Hilton usai pembicaraan pertama itu, seluruh personil sepakat kembali bersua dengan Maharishi di Bangor, Wales Utara.

Dalam pertemuan kedua itu, masing-masing personil Beatles mendapat mantra yang menenangkan jiwa mereka. Ironisnya, ketika mereka memperoleh ketenangan justru kabar kematian manajer Brian Epstein karena over dosis yang mereka dengar.

Sontak keinginan untuk menyepi dari hari-hari penuh pesta sekaligus siksaan popularitas dicanangkan. Keempat personil Beatles tersebut sampai tinggal beberapa bulan di ashram atau pertapaan Maharishi di Rishikesh, kota pegunungan di kawasan Himalaya.

Beberapa lagu The Beatles, termasuk lagu-lagu dari White Album dan Abbey Road, tercipta berkat ilham yang mereka peroleh saat berada di India dan berbagai pengalaman yang mereka dapatkan di kota pegunungan itu.

Praktis berkat The Beatles, nama Maharishi makin terdengar dan menarik banyak pemusik dan orang-orang kaya untuk berguru. Hingga saat ini muridnya sudah mencapai lima juta orang.

Penganut ajaran meditasi tersebut beragam mulai dari bintang film Clint Eastwood, Mike Love personil Beach Boys hingga penulis Deepak Chopra. Dari penganutnya, Maharishi mampu mengeruk banyak uang.

Per murid menyetor US$2.500, dari situ terkumpul dana hingga US$10 miliar yang digunakan untuk misi sosial organisasi bentukan Maharishi, The Transcedental Meditation selain membangun pusat meditasi Peace Palaces yang megah di banyak kota.

Selain itu, Maharishi juga melakukan gerakan perbaikan ratusan sekolah di India hingga mengembangkan pusat pertanian organic di banyak negara miskin dan membantu penyelesaian konflik di banyak negara.

2 Responses to "Maharishi Mahesh Yogi: Life For The Peace World"

I dont know the reason why it’s hard to post a comment on your blog. givup.

yup gw liat postingan lo diidentifikasi sebagai spam…tapi pas gw up load malah ilang…jadi tolong kau ulang comment loe

peace ya soul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: