it’s about all word’s

Ade Herlina: Comic Lovely

Posted on: February 20, 2008

Lupa waktu karena membaca

Membaca dapat menyebabkan orang lupa waktu. Jadwal makan hingga rasa kantuk akibat padatnya jadwal kerja pun terabaikan demi meruntut lembar demi lembar sebuah buku.

“Kalau sudah penasaran, saya pingin ikutin terus ceritanya sampai selesai. Hasilnya, satu buku rampung setengah hari. Tapi habis itu kepala pusing mata bengkak dan nggak bisa kerja,” ujar Ade Herlina, finalis Wajah Femina 1997 yang kini berprofesi sebagai pembawa acara profesional.

Padahal, sebagai pembawa acara, dia mengaku butuh konsentrasi tinggi dan penampilan prima saat tampil di atas pentas atau acara televisi. Beberapa acara televisi yang pernah dibawakannya antara lain Kasak-Kusuk, Cek-Ricek, Klise Life, Kejar Idola, Ketok Pintu, dan Bola.

“Makanya sekarang paling banter satu buku selesai dalam tiga hari sedangkan kalau buku-buku tebal macam Harry Potter nampaknya bakal butuh waktu sekitar sebulan,” ujar jebolan D1 Interstudi-PR ini.

Ade mengaku hobinya itu sudah dimulai sejak dirinya masih kecil. Mula-mula majalah anak-anak, lalu beralih ke komik, termasuk komik Jepang (manga).

Komik Jepang yang pertama kali dia koleksi adalah Candy-Candy Karya Yumiko Igarashi yang versi film kartunnya pernah ditayangkan RCTI pada awal 1990-an.

“Memang sih saat itu gambarnya belum terlalu bagus tapi lama-lama bacaan saya beralih ke komik Jepang yang bagus-bagus, seperti Doraemon, Crayon Shincan dan lain-lain,” lanjut gadis yang juga jadi penyiar paruh waktu di radio Mustang FM.

Sejak awal, akunya, buku yang dibacanya harus memiliki topik bagus dan menghibur atau novel yang mengangkat kisah nyata. Salah satu novel kisah nyata yang dinilainya sangat bagus adalah Go ask Alice, sebuah buku harian seorang pengguna narkoba yang baru berumur 15 tahun. Cetakan asli novel ini terbit pada 1967.

Kebetulan dia membaca buku ini dalam versi bahasa Inggris, padahal buku ini sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama dengan tambahan taglines: Buku Harian Seorang Remaja Pecandu Narkoba.

Buku ini mengisahkan serang remaja bahagia-tanpa nama-berumur 15 tahun pada 20 September yang memiliki orang tua yang sejahtera dan sangat mengasihinya.

Lingkungan pergaulannya pun luas, sayang tokoh dalam novel ini ternyata sangat tertekan, penyendiri, sekaligus sulit untuk mengendalikan diri.

Buku setebal 187 halaman itu menceritakan bagaimana sang tokoh bertahan dan bisa berdialog dengan dirinya sendiri agar tetap punya semangat untuk hidup. Hingga dia meninggal dunia, setelah tiga minggu berhenti menulis diary bertanggal 21 September.

Dari buku itu, Ade menyadari bahwa semua anak punya impian tetapi orang tua tidak tahu bagaimana mengarahkan dan tidak mengetahui kapan anak itu senang atau tidak.

*Bisnis Indonesia Edisi: 14/08/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: