it’s about all word’s

Ian Fleming: The real Bond

Posted on: February 20, 2008

Seperti sejatinya seorang intel, pasti akan ada sisi hidupnya yang akan selalu menjadi misteri. Begitu juga dengan kisah hidup Ian Fleming yang merupakan ‘ayah’ dari agen terhebat Inggris berkode 007, James Bond.

Namun, mungkin tak banyak orang tahu bahwa sebetulnya pria bernama lengkap Ian Lancaster Fleming ini sejatinya pernah menjadi seorang agen rahasia Inggris, MI6 selama Perang Dunia II.

Tak heran jika banyak pula penulis yang penasaran dengan pria flamboyan yang meninggal akibat serangan jantung di usia 56 tahun. Tidak terkecuali Hollywood, yang akhirnya berupaya menuangkan kisah hidup pria ini dalam pita seluloid.

Seperti diberitakan dari Los Angeles, Warner Bros sudah siap mendukung film yang diberi tajuk Fleming. Naskah yang ditulis Damian Stevenson itu akan mengisahkan pengalaman penulis itu bermain perempuan, memata-matai hingga membentuk agen rahasia rekaannya.

Tentu saja film ini akan jauh lebih menarik jika dibandingkan film versi televisi The Secret Life of Ian Fleming yang dibesut oleh Ferdinand Faifax berdasarkan naskah yang ditulis Robert J. Avrech dan dibintangi oleh Jason Connery di pertengahan 1990.

Kisah hidup putra dari Valentine Fleming ini emang unik. Dilahirkan, besar dan berkembang dalam keluarga ningrat Inggris membuat Ian bisa menikmati pendidikan di universitas terkemuka seperti Eton.

Usai lulus dari tempat itu, Ian memilih bergabung dengan pendidikan militer di Sandhurst. Sayang dia memilih keluar sebelum masa kelulusannya tiba dan berpindah ke Kitzbuhel, Austria.

Lalu Ian mencoba masuk ke Deplu Inggris. Sayang gagal. Lalu dia banting stir menjadi wartawan di Reuters seperti halnya kakaknya, Peter Fleming. Wilayah liputannya cukup menantang yakni ke Rusia.

Pekerjaan itu rupanya membosankan bagi Ian. Alhasil, memasuki 1939 dia malah menjadi bangkir. Namun, itu pun tak lama, sebab Times mengajaknya menjadi jurnalis lepas untuk melaporkan kunjungan dagang Inggris ke Uni Soviet.

Kegiatan ini secara tak langsung merupakan langkah awal Ian bergabung dengan kegiatan mata-mata Deplu Inggris. Dan resmi pada Mei 1939, Ian bergabung dengan unit intelijen di AL Inggris.

Karirnya di AL terhitung cepat. Dia tak butuh lama untuk mencapai pangkat sebagai Letnan lalu menjadi Komandan. Hingga akhirnya Ian dipercaya sebagai tangan kanan spion terhebat Inggris, Admiral John Godfrey.

Dari tangan Ian, berbagai kebijakan intelijen Inggris untuk mengganjal gerakan Jerman lahir. Melalui tempat kerjanya, ruangan nomor 39 di kantor Admiral AL Inggris, disusun keputusan a.l serbuan ke pantai Dieppe, Prancis, counter intelijen, penyusupan hingga sabotase senjata milik Nazi.

Buah karya Ian yang paling penting bagi dunia militer adalah pembentukan Unit 30 yang merupakan hasil kerjasamanya dengan William ‘Wild Bill’ Donovan yang merupakan pendiri OSS (cikal bakal CIA).

Tergoda istri orang

Hidup Ian menjadi berbalik usai liburan ke Jamaika. Sebuah rumah peristirahatan bernama Goldeneye menjadi tempatnya beristirahat dan dia kerasan di sana .

Hingga suatu saat lelaki ini terlibat selingkuh dengan wanita yang sudah bersuami, Lady Anne Rothermere.

Perselingkuhan itu menyebabkan Anne bercerai dengan suaminya. Sembari menunggu proses perceraian itu. Ian menyelesaikan novel pertamanya, Casino Royale, yang terbit tahun 1953.

Dalam novel James Bond pertamanya itu dia menampilkan karakter agen wanita Vesper Lynd, yang terinspirasi dari agen wanita Special Operation Executive (SOE) Christine Granville yang cantik, cerdas dan berambut pirang.

Selanjutnya lahir karyanya yang diangkat ke layar lebar Live and Let Die (1954), Moonraker (1955), Diamonds Are Forever (1956), From Russia With Love (1957), Dr. No (1958), Goldfinger (1959), For Your Eyes Only (1960), Thunderball (1961), The Spy Who Loved Me (1962), dan On Her Majesty’s Secret Service (1963).

Tak hanya buku-buku berbau spionase saja yang dia tulis. Selama kurun waktu 1964, selain menggarap You Only Live Twice dia menulis cerita anak-anak berjudul Chitty-Chitty-Bang-Bang.

Ada pula dua buku yang diterbitkan usai kematiannya yaitu The Man with the Golden Gun (1965), Octopussy dan The Living Daylights (1966).

Selain itu, selama 12 tahun dia menulis untuk kolom Atticus di Sunday Times yang membahas keahliannya yaitu spionase dan kegiatan intelijen.

Sayang sejak memulai karirnya sebagai penulis. Kondisi tubuh Ian semakin memburuk. Ditambah lagi kebiasaan merokok dan minum alkohol yang berujung pada serangan jantung di pertengahan Agustus 1964.

Akhirnya ayah dari James Bond ini dikuburkan di Sevenhampton, tak jauh dari perbatasan Wales. Peristirahatan terakhir Ian berdampingan dengan istrinya, Anne yang meninggal pada 1981 dan putra semata wayangnya, Casper yang over dosis di pertengahan 1975.

Namun lepas dari kisah tragis kehidupan Ian, tak seorang pun di dunia ini yang akan menolak pesona dari James Bond yang konon terinspirasi dari spion Yugoslavia, Dusko Popov itu.

Seperti Dusko Popov, kehidupan Fleming dan hasil rekaannya, James Bond, memang masih menyimpan misteri yang bagi Hollywood pantas untuk difilmkan.

*Bisnis Indonsia Edisi: 17/10/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: