it’s about all word’s

Indra Abidin: Demo, bisnis dan silat

Posted on: February 20, 2008

Aktivis kampus yang tak lupa berbisnis

Kisah hidup peraih Special Award untuk Corporate Social Responsibility (CSR) Entrepreneur of the Year 2005, Indra Abidin, Presdir & CEO PT Fortune Indonesia Tbk bisa dibilang unik. Bahkan masa mudanya terlalu dinamis untuk ukuran generasi sekarang.

Sebelum bergabung dengan perusahaan periklanan itu sebagai creative manager, pria kelahiran 9 Juli 1947 itu punya segudang kisah menarik. Dibalik raut mukanya yang teduh, tak ada yang menyangka bahwa saat SMA, Indra sempat jadi jagoan jalanan.

“Wah di SMU 1 Budi Oetomo saya berantem terus. Bahkan sempat di bui. Makanya saya memilih keluar dari sana dan pindah ke SMA 3 Jakarta,” ujar jago silat Nampon ini mengenang.

Untuk mencari duit pengisi sakunya, Indra kemudian menjadi supir taksi. Tapi bukan sembarangan supir. Indra berburu turis di Hotel Indonesia, Jakarta untuk dibawa ke Bandung.

Tak heran saat masuk jurusan Desain Grafis ITB pada 1965, dia sudah hafal lika-liku Kota Kembang itu.

Di kampus pun tak bisa diam. Malah ‘hobi’ jadi aktivis. Tidak cukup Dewan Mahasiswa dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) yang dia masuki, himpunan mahasiswa jurusan pun dimasukinya.

“Waktu itu hidup saya, ya… di kampus. Di ransel saya pasti ada peralatan mandi. Bahkan saya punya kamar kerja pribadi di kampus. Demo ke jalan sampai masuk penjara pun saya jalani,” paparnya.

Aktivitas yang super sibuk itu tak membuat Indra lupa dengan bakat bisnisnya. Kemampuan menggambar cukup bisa membuatnya hidup, bahkan untuk membeli motor Honda CB baru yang saat itu harganya Rp240.000.

Dengan motor itu pula, Indra menggaet mahasiswi sekampus dari jurusan Biologi ITB, Miranti Abidin yang kemudian dinikahinya pada 1968. “Kalau saya tidak nikah barangkali tidak lulus-lulus kuliah. Masih aktif terus,” tuturnya berseloroh.

Menikah saat kuliah membuat Indra makin intensif mencari duit. Apalagi setahun kemudian lahir putri pertamanya, Indira Abidin yang kini deputy managing director Fortune PR.

Di akhir 1960-an itu dia berbisnis mebel. Pesanannya cukup lumayan, sampai akhirnya bisa membeli jip Willys buatan 1952 yang disebutnya sebagai ‘Sarang Nyamuk’ hingga mobil Mr. Bean, Morris.

Kuliah, nikah, dan usaha membuat studi Indra molor hingga delapan tahun. Ujung-ujungnya aktivis kampus itu baru lulus pada 1973, dan kemudian pindah ke Jakarta.

Pengusung ide

Bakat wirausahanya mendorong dia menangani tanggung jawab account management, diawali sebagai account executive hingga direktur pelaksana pada 1982. Posisi bos Fortune Indonesia dijabatnya sejak 1987 sampai sekarang.

Nah soal penghargaan yang disabetnya, Indra tercatat sebagai pembawa ide yang dikategorikan CSR.

“Saat itu selain pemahaman yang rendah, di antara korporasi banyak yang tidak peka lingkungan, pandangan jangka pendek, keterbatasan anggaran. Menghambat banyak korporasi mengembangkan CSR yang bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Makna bahwa CSR hanyalah pemborosan dan tidak dapat dirasakan manfaatnya dalam waktu jangka pendek rupanya menjadi kesempatan Fortune untuk melakukan edukasi di kalangan korporasi.

Komitmennya untuk memberikan pelayanan prima perlahan mulai diakui dunia usaha. Satu per satu klien menggunakan jasa Fortune PR.

Selain sukses dan berpengalaman di bawah divisi pemasaran serta komersial, pada 1985 Indra bertanggung jawab mengembangkan program KB Nasional. Mau tak mau sosoknya menjadi instrumen penting dalam mengembangkan kampanye swasta pertama.

Jadilah Kondom 25, alat kontrasepsi pria urban yang sangat sukses. Lalu Lingkaran Biru. Pada 1990 Lingkaran Biru diberikan penghargaan oleh PBB dan diakui sebagai program ‘pemasaran sosial’ paling sukses di dunia.

*Bisnis Indonesia Edisi: 02/12/2005

3 Responses to "Indra Abidin: Demo, bisnis dan silat"

Pak Indra Abidin memang seorang visioner dalam bidang marketing communication…. saya pernah bergabung di Fortune Indonesia. Disana saya banyak belajar bagaimana menciptkan ide2 gila dari Pak Indra. Tidak ada kata tidak mungkin, dan harus nomor satu, dan selalu harus beda itulah ilmu yang saya dapatkan. Kita sangat memerlukan orang2 seperti Pak Indra untuk bisa menang dalam dunia persaingan global. Bukan macan yg bisa menggaaaummm, Indra pun bissaa!!!!
Hajjjjjaaaar teruuussss!!!!

salam
Dadang Razzak
http://www.balipropertyexpo.com

pengeen lihat profil bu miranti abidin secara lengkap!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

pngen lihat profil bu miranti abidin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: