it’s about all word’s

Madonna: Real Diva

Posted on: February 20, 2008

Setiap kali menyebut prestasi superstar Madonna maka kontroversi lah yang setia menemani. Belum juga adegan ciuman hot-nya dengan Britney Spears dan Christina Aguilera dilupakan orang, kini diva itu sudah merajut sensasi baru.

Kali ini gara-gara salah satu lagu dari album terbarunya, yang khusus dipersembahkan untuk seorang tokoh kaum Kabbalah di abad 16 yaitu Yitzhak Luria.

Menurut harian Israeli Maariv, lagu berjudul Isaac di album Confessions on a Dance Floor yang siap dirilis awal November mendatang, oleh kaum Yahudi dianggap sebagai usaha bintang pop tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi.

Hal tersebut disampaikan oleh Rafael Cohen yang merupakan kepala sebuah seminari (rabbi) yang menggunakan nama Luria.

“Hukum Yahudi melarang penggunaan nama orang suci untuk keuntungan pribadi. Sikap Madonna tidak bisa diterima dan aku hanya bisa bersimpati karena hukuman yang kelak akan datang dari Surga.”

Reaksi keras juga disampaikan oleh rabbi lain, yang meminta Madonna-yang memilih Ester sebagai nama Yahudi-nya-agar dikeluarkan dari komunitas Kabbalah.

Kasus ini semakin melengkapi daftar kegemaran Madonna menuai kecaman otoritas agama. Sebelumnya Madonna dan suaminya pernah dikecam pihak gereja Katolik saat menghadiri acara pesta kostum Kabbalah di London, Maret lalu.

Menurut para pimpinan gereja Katolik mengecam penampilan Madonna dan suaminya, Guy Ritchie, yang mengenakan busana seorang biarawati dan Paus, ketika menghadiri sebuah pesta hari libur Yahudi, Purim.

Saat itu penampilan mereka dianggap tidak tepat, karena pada bulan itu kondisi kesehatan Paus Yohannes II sedang parah-parahnya.

Kepada Reuters, Presiden Persatuan Umat Katolik Amerika, William Donahue mengatakan penampilan Madonna dan Guy menunjukkan lemahnya moral mereka.

Sejak awal wanita kelahiran Bay City, Michigan, 47 tahun lalu itu memang sudah hobi bikin otoritas Katolik geregetan. Pasalnya Madonna suka tampil polos lengkap dengan gelantungan kalung salib.

Hal itu tak lepas dari pada awal perjalanan kariernya yang betul-betul dari bawah. Tak hanya pernah sampai harus mengambil makanan dari tong sampah untuk bertahan pada di New York, dia pun pernah menjalani profesi sebagai penari telanjang.

Hasilnya, pemilik nama asli Madonna Louise Veronica Ciccone ini termasuk cewek pekerja keras, nekad sekaligus kreatif mencari hal baru.

Lihat saja sejak album Material Girl yang mencapai tangga teratas dengan tujuh single utama yang mampu bertahan di puncak selama 15 minggu berturut-turut di era 1980-an.

Pengaruh penampilannya kontan mampu mengubah sikap pandang generasi saat itu sambil mengusung perdebatan di musik industri dengan menyanyikan hal-hal tabu seperti virginitas dan menjadi seorang ibu di luar pernikahan.

Penampilan Madonna itu selain berani keluar dari tren saat itu yang dikuasai Cindy Lauper.

Cemerlang di film

Waktu berjalan, penyanyi generasi baru bermunculan tak membuat orang berpaling dari pesona Madonna. Pada era 1990-an pun orang langsung berpaling berkat perannya sebagai Evita Peron dalam film musikal Evita.

Prestasinya itu menjawab cibiran komunitas film terhadap kualitas akting Madonna yang menempatkan film Body of Evidence yang dibintanginya bersama William Dafoe sebagai film dengan adegan seks terburuk dalam sejarah Hollywood.

Ibu dua anak itu pernah manggung bareng mantan suaminya, Sean Penn tahun 1986 di Broadway dalam teater berjudul Goose and Tomtom.

Tak diragukan lagi, diva pop satu ini seolah ingin menjajal semua kemungkinan kemampuannya di industri hiburan, bahkan dia terkesan berjudi dengan kemampuannya tersebut.

Obsesinya agaknya dimulai sejak dia mendapat kritik usai berperan dalam film Desperately Seeking Susan (1985). Setahun kemudian dia tampil dalam film Shanghai Surprise dan dilanjutkan Who’s That Girl (1987).

Meski pujian kembali mampir dalam Evita, namun kritik pedas kembali menghampirinya ketika dia tampil dalam The Next Best Thing.

Toh kemampuan Madonna lebih bersinar di dunia musik. Pada awal 2000-an namanya yang sempat meredup langsung melesat berkat lagu tema film James Bond, Die Another Day dan soundtrack Austin Powers, The Spy Who Shagged Me.

Selebritis ini memang sosok kontroversial. Madonna memiliki kepedulian sosial yang begitu tinggi terhadap sesama.

Madonna termasuk selebritis yang paling aktif mengumpulkan dana bantuan untuk para korban tragedi 11 September. Dia pun rajin menebarkan dollar bagi kaum papa dalam konser Tsunami Aid: A Concert of Hope dan Live 8.

Sisi kontroversialnya juga terlihat bagaimana dia mendidik anaknya. Meski pernah tampil nudis, Madonna justru ingin melindungi kedua anaknya dari dunia seks. Hal itu terungkap dalam wawancaranya dengan The Times.

Sebagai contoh, Rocco, anak lelakinya yang baru berusia 3 tahun, dilarang menonton TV dan mengucapkan kata-kata tak pantas.

Madonna yang terlihat begitu liberal dalam urusan sex pun malah berupaya menjauhkan anak perempuannya Lourdes dari seks.

Uniknya Lourdes yang bernama panjang Lourdes Maria Ciccone Leon sangat tergila-gila pada Christina Aguilera yang menampilkan gerakan cabul dan nyaris tak berpakaian dalam video klip Dirty.

Padahal Christina justru mengaku gaya berpakaian dan liukan mesumnya itu karena contoh yang diberikan seniornya yang tak lain adalah Madonna sendiri. Walah! Madonna, Madonna

*Bisnis Indonesia Edisi: 20/10/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: