it’s about all word’s

Majikan mudik, piaraan masuk ‘hotel’

Posted on: February 20, 2008

Mudik Lebaran membuat banyak pencinta hewan merasa was-was dengan nasib piaraannya. Beruntunglah belakangan ini muncul banyak tempat penitipan hewan yang kelasnya mereka bilang mirip ‘hotel’. Jadi, selain bisa nyaman mudik, mereka juga tenang tidak memikirkan binatang piaraannya.

Hari masih pagi, udara di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, juga masih menyisakan dingin bekas semalam. Kawasan yang dipenuhi dengan pohon hijau nan rindang ini juga masih menyimpan kesunyiannya. Namun, di Pondok Pengayom Satwa, kesepian itu sontak hilang dengan hadirnya suara salak anjing yang saling menyahut.

Bagi penggemar anjing, Pondok Pengayom Satwa memang mirip ‘hotel’ yang tertata rapih dan bersih lagi tak berbau. Tak jauh dari tempat itu beberapa petugas sibuk menyabuni ‘anak-anak’ (begitu mereka memanggil anjing yang dititipkan di sini) sambil membersihkan kutu, menyisir bulu, membersihkan kuku dan bagian kuping.

Di sudut yang lain seekor ‘anak’ dari trah golden retriever yang berbulu lebat dengan mata terpejam dan menjulurkan lidahnya sedang menikmati elusan dari sisir pengasuhnya pada bulu-bulu kecoklatan ditubuhnya. Sementara di ruangan lain beberapa kucing juga terlihat di kandang yang letaknya sedikit terpisah.

Pondok Pengayom Satwa yang berdiri sejak 1987 adalah pelopor tempat penitipan satwa yang merupakan lembaga nirlaba dan sampai kini mengandalkan dananya dari sumbangan individu, pelayanan klinik hewan, dan pelayanan penitipan hewan bahkan hingga menyediakan kuburan hewan peliharaan dan krematorium hewan peliharaan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya menjelang libur panjang Lebaran ini, bukan hanya hotel yang ramai di-booking, ‘hotel’ untuk binatang kesayangan pun sudah ramai dipesan. Alasannya tak lain karena selama Lebaran itu ibu pengasuh binatang kesayangannya sedang cuti tugas alias mudik ke kampungnya masing-masing.

Sudah habis di-booking

Bobby Sant, pemilik TPA (tempat penitipan anjing) di daerah BSD, Serpong, bahkan menjelaskan saat ini pesanan booking bahkan sudah dilakukan para pemilik hewan itu untuk untuk liburan Natal dan tahun baru mendatang. “Seperti tahun-tahun lalu, biasanya saat Lebaran, Natal dan Tahun Baru, penitipan anjing yang bagus rata-rata sudah habis di-booking,” ujarnya.

Beberapa contoh tempat penitipan di Pondok Pengayom Satwa, Jakarta dan RS Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kampus IPB Darmaga, menjelang libur panjang Lebaran mendatang sejak pekan lalu sudah mulai ramai di pesan.

Dari pelanggan tetap Pondok Pengayom Satwa menjelang libur panjang umumnya hotel yang berkapasitas 100 kamar untuk anjing, puluhan kamar untuk kucing itu selalu penuh.

“Makanya kita selalu mengontak ke sini, takut nanti nggak kebagian tempat buat ‘anak’ saya. Kalau dititipin di tempat lain yang tidak saya kenal bisa-bisa liburan malah nggak tenang” ujar Nina yang pegawai salah satu bank swasta terkenal di Jakarta.

Ramainya pesanan booking itu juga diakui oleh Ismono, pemilik Cristin Grooming, salon dan pet shop di bilangan Tebet, Jakarta Selatana, yang juga membuka tempat penitipan hewan.

Dia menuturkan setiap menjelang libur panjang selalu 30 kandang binatang di ‘hotel’-nya sudah habis dipesan oleh para pemilik hewan yang akan liburan. Hal yang sama diakui Maya, yang sudah empat tahun bekerja di Griya Satwa Lestari, Semarang, menurut dia puncak kenaikan penitipan bisa sampai lebih dari 30% saat memasuki pekan terakhir menjelang Lebaran.

Umumnya lama penitipan 1-2 minggu, tergantung pada lama liburan yang dilakukan oleh pemilik bersangkutan. Kebanyakan yang dititipkan adalah anjing kecil seperti pudel, pomerien, golden retriever, dan anjing besar seperti doberman dan herder.

Pengalaman berbeda dialami Gisela Sphatika Dharmika, istri dari pengelola klinik hewan dan penitipan hewan di Ciledug ini, mengatakan sering juga pemilik hewan menitipkan hewan selain anjing dan kucing. “Pernah juga kami menerima burung kasuari, monyet, marmut, kelinci dan hamster,” ujarnya.

Suka duka

Gisela yang juga istri dari Gustav Ananta Mueler, dokter hewan yang juga pemilik klinik hewan di Cidodol, Jakarta, menuturkan sering terjadi binatang yang dititipkan pada kliniknya kadang bertingkah sangat mirip manusia.

Sambil tersenyum, dia menuturkan ada beberapa anjing yang terlalu manja, sehingga untuk makan saja harus diajak ngobrol terlebih dahulu sambil dibujuk-bujuk bahkan sampai harus disuapi.

Ada juga anjing yang sangat galak dan curiga dengan manusia di sekitarnya karena oleh pemiliknya terus menerus dirantai atau dikandangkan. Untuk mendapat kepercayaan dari anjing tersebut, Gisela mengaku membutuhkan waktu cukup lama.

“Yah, kelakuan mereka sering merepotkan namun juga menggemaskan. Sehingga kedekatan ini sering berlanjut usai binatang tersebut diambil kembali oleh pemiliknya,” lanjutnya.

Tak jauh berbeda, Bobby mengakui kadang ada juga anjing yang dititipkan sering merepotkan orang yang dititipi, misalnya anjing yang terlalu dekat dengan tuannya, sehingga terus menerus melolong. Ataupun anak anjing yang masih berusia muda (puppies).

“Makanya sering sebelum menerima titipan, saya meminta catatan medis, kebiasaan-kebiasaan hewan tersebut. Tidak lain agar mereka [hewan] itu nyaman selama tinggal di sini,” papar Bobby.

Sedangkan Griya Satwa Lestari menyaratkan kepada konsumennya bahwa anjing /kucing yang akan dititipkan harus sehat, bebas kutu, dan memiliki sertifikat vaksinasi yang terdiri dari parvo, distamper dan rabies.

Tentu saja untuk menitipkan binatang kesayangannya, pemilik harus merogoh kantongnya cukup dalam. Rata-rata tempat penitipan hewan (TPH) tersebut mematok harga tergantung pada berat badan anjing tersebut.

“Alasannya, kalau anjingnya besar kan lebih banyak memakan tempat. Selain itu pada umumnya anjing besar memiliki kebiasaan untuk berjalan-jalan,” lanjutnya.

Biasanya untuk hewan dengan berat di bawah 5 kg dikenakan biaya penitipan Rp 30.000 sampai Rp 50.000 per ekor per harinya tergantung berat badannya.

Biaya itu tidak termasuk biaya makan. Menurut Bobby dan Gisela, rata-rata pemilik TPA lebih senang bila pemilik hewan menyediakan makanan sendiri yang biasa diberikan. Sebab seringkali hewan-hewan tersebut memiliki selera makan yang berbeda-beda.

“Ada anjing yang suka nasi dan benci dog food, tapi ada juga yang sebaliknya. Yang memudahkan sih yang suka kedua-duanya,” papar Gisela.

Dari pantauan Bisnis, RS Hewan IPB di Kampus Darmaga biaya penitipan juga dihitung berdasarkan berat badannya. Hewan yang beratnya di bawah 5 kg sebesar Rp35.000/ekor/ hari, 5-10 kg Rp40.000; 10-15 kg Rp45.000; 15-20 kg Rp 50.000;20-25 kg Rp55.000; 25-30 kg Rp60.000; dan 30-35 kg Rp65.000.

Biaya tersebut sudah termasuk makanan pokok (dog food atau cat food) dan makan tambahan serta perawatan dan vaksin rabies dan juga berkeliaran di lapangan bermain.

Bisnis kepercayaan

Karena bisnis ini berhubungan dengan kepuasaan antara si pemilik binatang dan binatang peliharaan terhadap suasana maupun perlakuan di masing-masing TPH. Maka pemilik TPH mesti rajin menjaga kualitas servis yang diberikan.

“Yang jelas, harus dikondisikan kandang-kandang tersebut bersih, tidak terlalu padat. Sebab ada juga TPH yang tidak serius dan cuma cari untung saja, misalnya kandang ditumpuk-tumpuk,” ujar Bobby.

Nah, jika TPH tersebut dinilai apik maka secara otomatis tempat penitipan hewan akan mendapat kepercayaan dari para pemilik hewan peliharaan. Sebab mereka yang sangat mencintai hewan peliharaannya memang tidak akan gampang menyerahkan hewan kesayangan mereka ke tempat penitipan hewan.

“Tempat seperti ini mendapat pelanggan, dari mulut ke mulut. Kalau ada yang puas atau tidak puas, itu disampaikan dari cerita mereka yang pernah ke sini,” ujar Bobby.

Kecerewetan pemilik binatang tersebut wajib dimaklumi sebab sebagai anjing-anjing dari ras murni umumnya memiliki daya tahan tubuh yang tidak sekuat daya tahan tubuh anjing campuran.

Jika syarat kebersihan dan vaksi tidak diberikan bisa saja anjing terkena kuman penyakit yang akibatnya orang yang tinggal bersama anjing tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan terimbas dari dampak kuman yang diidapnya.

Oleh karena itu perlu perawatan yang teliti misalnya dimandikan dan diberi makan secara teratur dengan menggunakan produk khusus untuk anjing serta membersihkan lingkungan sekitarnya untuk menghindari kuman-kuman penyakit.

Tak heran, bahkan Griya Satwa Lestari sampai memajang slogan ‘sehat dan nyaman indah untuk hewan kesayangan Anda’. Tujuannya jelas supaya pemilik tahu bahwa hewan peliharaan mereka dirawat dengan penuh kasih sayang dan perhatian, diberi makan yang sehat dan bergizi sehingga ketika pulang tidak malah kutuan atau yang lebih parah tertular penyakit baru.

*terbit di Bisnis Indonesia Edisi: 31/10/2004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: