it’s about all word’s

Mendulang uang dari animasi ternak

Posted on: February 20, 2008

Sejak zaman Ken Arok berebut istri dengan Tunggul Ametung sampai saat ini Indonesia masih menggantungkan diri pada pertanian dan peternakan. Hasilnya hewan ternak adalah salah satu jenis harta yang paling berharga.

Kalau tidak percaya coba lihat betapa paniknya bangsa ini saat wabah antrax atau flu burung datang melanda Indo-nesia. Tak terhitung kerugian materi yang sebaliknnya mesti ditanggung.

Dalam dunia sinema unsur kedekatan tersebut rupa-rupanya bisa dijadikan ide bagi sineas untuk mendulang uang yang tidak terkira. Beberapa karya bahkan melampaui film-film yang dibintangi aktor dan aktris jempolan.

Meski topiknya remeh, film-film bertema hewan ternak ini juga memuat nilai-nilai kehidupan yang lebih menyentuh. Seperti kebersamaan, persatuan hingga semangat untuk berusaha.

Pesan ini justru kadang lebih efektif jika disampaikan melalui film-film konvensional bertema agung macam politik, demokrasi, filsafat hingga keagamaan.

Sebut saja kisah si ayam kecil dalam Chicken Little keluaran Walt Disney Pictures. Film yang disutradarai Mark Dindal ini mampu bertengger di puncak daftar 10 film terlaris di AS mengungguli kelebat pedang The Legend of Zorro.

Film animasi yang untuk pertama kalinya diproduksi tanpa kehadiran studio animasi jempolan Pixar ini berkisah soal ketakutan Chicken Little tentang runtuh-nya langit di atas kota Oakley Oaks.

Film berdurasi 81 menit ini sepintas memang merupakan sindiran pada film sukses War of The Worlds arahan Steven Spielberg yang dibintangi Tom Cruise.

Menurut stasiun CNN dan ABC, film animasi untuk usia dibawah 13 tahun ini hingga pekan lalu berhasil mendapat-kan US$40,1 juta.

Posisi ini memang tidak aman sebab sudah ada film yang siap memanaskan pasar a.l. Harry Potter and the Goblet of Fire, King Kong dan The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe.

Kisah kesuksesan film-film ber-genre hewan peternakan ini memang seperti mengulang keberhasilan film animasi Walt Disney ke-44 yaitu Home on the Range (2004) yang berkisah tentang sapi-sapi di ranch The Patch of Heaven milik Pearl Gesner.

Plotnya berputar tentang pe-ternakan yang hampir bangkrut itu karena pembantaian sapi-sapi yang dilakukan oleh penjahat keji, Alameda Slim. Untuk bisa menyelamatkan peternakan itu Gesner harus menjual sapi miliknya.

Tapi Gesner tak tega sebab sapi-sapi itu sudah seperti keluarganya. Untung sapi-sapi di peternakan itu sepakat untuk menangkap Slim agar mendapatkan hadiah uang US$750. Dengan dipimpin sapi jantan Caloway, rombongan sapi-sapi itu ditemani kuda jago kungfu bernama Buck.

Film yang menggunakan teknik animasi tradisional gambar tangan ini berhasil mendapatkan tak kurang US$103,9 juta. Film ini juga merupakan film animasi Walt Disney terakhir yang dibuat dengan gambar tangan.

Animasi Inggris

Negara-negara lain seperti Inggris pun memiliki karya yang tak kalah cemerlang misalnya Chicken Run (2000) yang diproduksi Dreamwork SKG dengan sutradara Peter Lord dan Nick Park.

Film ini adalah karya perdana Britain’s Aardman Ani-mations yang memang terkenal dengan teknik animasi tanah liat (claymation). Berkisah tentang keheroikan ayam-ayam betina di sebuah peternakan ayam milik tuan Tweedy yang kejam.

Film yang berani keluar dari pakem film animasi dengan teknologi komputer Hollywood saat itu seperti Toy Story, Antz dan Bug’s Life itu berhasil mengumpulkan uang hingga US$224,83 juta.

Tetapi film tentang hewan ternak paling sukses secara mengejutkan justru dihasilkan oleh sinemator asal Australia. Film berjudul Babe yang diarahkan oleh sutradara Chris Noonan itu merupakan gabungan antara live-action dan animasi

Babe begitu memikat sehingga film ini masuk nominasi Best Picture Academy Award pada 1995. Soal pendapatannya pun luar biasa. Film yang diproduksi 10 tahun lalu itu berhasil mendapatkan uang hingga US$254 juta.

Kalau melihat angka pendapatan yang menggiurkan itu lalu sampai kapan sineas dalam negeri kita terus berasyik masyuk dengan kuburan, pocongan, jenazah melepuh atau film yang penuh caci maki?

*Bisnis Indonesia Edisi: 17/11/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: