it’s about all word’s

Mobil antik hanya milik pecinta sejati

Posted on: February 20, 2008

Hobi mampu membuat seseorang lupa waktu bahkan ada yang rela mendedikasikan sebagian hidupnya untuk sesuatu yang bagi orang lain tidak berguna dan sekadar membuang waktu. Begitu juga dengan hobi mobil antik atau klasik.

Pandangan sebagai orang aneh dan kurang kerjaan pasti langsung dialamatkan saat penggemar barang antik tersebut membawa pulang sebuah mobil tua yang lebih tepat disebut kaleng butut bermesin yang lebih patut dibuang ke tempat sampah.

Tapi tidak bagi seorang pehobi mobil antik. Perlahan dengan kesabaran dibersihkannya tubuh kaleng itu dari karat yang menempel erat. Hari demi hari setiap sudut hingga baut digosok dengan teliti agar kembali mengkilap.

Tak lupa mesin yang merupakan jantung dari kaleng itu juga di rapihkan agar kembali bugar. Setiap titik ditelisik. Kalau perlu dibongkar total, dicuci bersih dan disusun kembali dengan onderdil yang jika perlu harus baru.

Sehari, seminggu, sebulan tak cukup bahkan perlu bertahun untuk membuat kaleng butut bermesin itu agar kembali menjelma dalam bentuk aslinya. Sesosok mobil mengkilat yang pernah menggoreskan sejarahnya di jalanan.

Lalu orang-orang pun hanya bisa menatap takjub sekaligus kagum saat sang penghobi, bukan, mungkin lebih tepat jika disebut pecinta mobil kuno itu melintas perlahan dengan benda yang disebut kaleng itu.

“Wah, kalau cuma di-omelin [dimarahi] istri gara-gara tiap ada waktu luang ngutak-atik mobil saya, itu sudah biasa. Toh lebih baik kan daripada ngutak-atik perempuan lain,” papar Imam Effendi, pendiri Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), di sela-sela peluncuran buku Jejak Roda Petualang dalam rangka peringatan 25 tahun PPMKI, pekan lalu.

Pemilik Fiat 1100 cc keluaran 1951 warisan orangtuanya, Wahyono Amiaji, itu menuturkan ada kenikmatan saat dari tangannya bisa muncul sebuah kendaraan yang sebelumnya tak layak jalan mampu kembali melaju di jalanan.

Kakek lima cucu yang pernah mengoleksi 18 mobil kuno itu menuturkan kenikmatan yang lain tentu saja adalah saat mobil yang dirawatnya mampu melaju dengan lancar saat menjalani touring jarak jauh tanpa macet.

Dia menuturkan tak hanya jalanan di penjuru Pulau Jawa yang sudah dia lahap dengan mobil tuanya, Imam mengaku perjalannya sudah pernah mencapai Aceh, Sulawesi, Bali, hingga ke Brunei Darussalam.

Hal yang tak terlalu berbeda juga dialami oleh Bambang Rus Effendi, Ketua PPMKI yang mengaku mendapatkan hobi itu dari sang ayah, Kadaroesman, yang merupakan anggota TNI AD.

“Ada kenangan setiap saya kembali mengendarai mobil antik tersebut. Saat itu, saya sering duduk dipangkuan beliau [ayah] yang mengendarai mobil,” ujar direktur PT Praweda Ciptakarsa Informatika yang sukses menangani IT pada Pemilu 1999.

Tetapi dibanding Imam, Bambang-yang hari itu membawa Morris-nya-lebih beruntung, hobi mobil antiknya itu bisa diwariskan pada kedua anak laki-lakinya, Rheinky dan Arssy.

Tak heran meski dirinya sibuk mengurus berbagai organisasi dan pekerjaanya, dia cukup tenang saat memelihara koleksi mobil antiknya mulai dari Fiat 1925 hingga Austin Seven 1937.

Tetapi ada juga yang mulanya benci kemudian jatuh cinta. Hal itu terjadi pada pengusaha Antony Djunaedi. Saat itu dia menyarankan agar mertuanya menjual seluruh koleksi Mercy klasiknya.

Alasanya karena terlalu lama nongkrong di garasi dan beliau sudah tak ada waktu untuk merawatnya. Saat itu tak ada ketertarikan sama sekali dengan ‘mobil tua’. “pasti sukanya mogok dan buat macet sepanjang jalan,” pikirnya.

Beliau setuju untuk menjual semuanya, tetapi dengan syarat agar Antony menghidupkan kembali koleksinya itu sebelum menjualnya. Dimulai dengan 280S W116 tahun 1973.

“Sangat sulit untuk mencari sebagian part nya di sini, untunglah akhirnya saya menemukan penyalur part original di Jerman. Setelah hampir selesai perbaikan, saya mencoba untuk menyetirnya. Begitu nyaman dan mantap,” kenangnya.

Rupa-rupanya, lanjutnya, kendaraan tua itu jauh lebih nyaman dari C klasse yang saya pakai tiap hari ke kantor. Hasilnya, saat itu juga Mercy yang lain yaitu 220Sb W111 1965 ditarik ke bengkel untuk segera dihidupkan.

“Ada perbedaan antara pemilik dan penggemar mobil antik. Pemilik belum tentu memiliki cinta pada mobil yang dimilikinya. Sebaliknya penggemar memiliki begitu banyak cinta pada kendaraanya,” ujar Roni Arifudin, Sekjen PPMKI.

Unik dan berkesan

Ada juga yang jatuh hati pada mobil antik karena keunikan cara mendapatkannya. Hal itu diakui Dharma Adsasmuda, asisten manager sebuah bank asing yang mengoleksi beberapa Mercedes klasik seperti Ponton 180, 190, 220 Fintail 220E Coupe 1964, Adenaheur 300D 1961 dan masih berkeinginan untuk memiliki sebuah Mercy 170SV.

Dia menuturkan pada pertengahan 1999, Dharma mengku tertarik pada sebuah Mercy tahun 1955 yang di jual di kolom iklan baris. Menariknya pemilik mobil itu ada di Australia, sehingga dealing-nya melalui telepon.

Kondisi kendaraan tersebut cukup lengkap detailnya, hanya ada beberapa bagian interior tidak ada dan grill depan serta bemper dalam keadaan karatan. Yang istimewa dokumen kendaraan tersebut sangat lengkap faktur dari pemilik pertama seorang dokter, sampai bon penggantian spare part selama 1960-1980-an serta bekas sticker pembayaran pajak 1960-1970-an.

Usai diperbaiki kendaraan itu diikutsertakan di pameran mobil klasik yang di selenggarakan oleh perhimpunan penggemar mobil di Indonesia. Dalam pameran tersebut banyak sekali pengunjung yang mampir untuk melihat kendaraan itu.

“Sampai ada sebuah media televisi [ANTV] meliput khusus mobil tersebut. Saya senang sekali dan bangga mengetahui bahwa mobil tersebut ternyata banyak juga yang menggemari,” lanjutnya dengan mata berbinar.

Hasilnya, setelah pameran pertama itu Dharma menjadi rajin ikut pameran-pameran. Menurutnya dari mobil itulah dia bisa mengenal banyak orang dan mempelajari cara merestorasi dan sejarah perkembangan Mercy dari orang-orang yang lebih dulu punya mobil jenis Mercy klasik.

“Saya punya obsesi untuk memelihara Mercy tersebut dan mewariskan kendaraan tersebut ke anak saya untuk tetap dipelihara pada masa yang akan datang,” ujar bapak tiga anak itu.

Saat ini, papar Dharma, diantara ketiga anaknya itu, justru anak terakhir, Radian Pramadha Putra, lah yang menampakkan bakat untuk mencintai koleksi sang ayah.

Tak terlalu berbeda dengan pengalaman Bob Bharuna yang pada awal Mercy dari orang tuanya, seorang insiyur pesawat (guru pusat pendidikan terbang di Curug). “Pendek kata karena beliau montir maka rumah sudah seperti bengkel. Mercy tua banyak sekali,” paparnya.

Pada akhirnya onggokan Mercy tersebut malah dipotong jadi besi tua. Namun ada satu tipe Mercy yang paling Bob suka yaitu tipe 220s coupe, yang mungkin hanya satu di Indonesia.

Sayangnya mobil tersebut hilang entah kemana. Tak satupun keluarga yang bisa memberi pentunjuk sebab sang ayah juga telah meninggal. “Tapi Mercy masih ada dihati saya. akhirnya, saya membeli sebuah Mercy Ponton 180b keluaran 1961. Saya dedikasikan kendaraan ini untuk beliau [ayahnya]. Saat ini kondisinya hampir maksimal dan semoga semakin hari semakin sempurna,” paparnya penuh kenangan.

Sarat magis

Meski mobil antik bukan keris buatan empu sakti tetapi sebagai sebuah benda yang antik, bukan omong kosong jika kemudian mobil antik juga dilingkupi hal-hal berbau mistis. Kadang unik dan sulit dijelaskan dengan nalar sehat.

Imam Effendi pernah merasakan hal itu, misalnya saat harus mengangkut Fiat 1907 milik almarhum Susuhunan Pakubuwana X dari Solo menuju Jakarta. “Saat akan di dorong ke dalam truk oleh tujuh orang. Mobil itu tak bergerak sama sekali,” paparnya.

Baru setelah dipanggilkan juru kunci dari mobil itu sekaligus doa-doa dipanjatkan. Mobil itu dengan mudah di dorong oleh empat orang ke atas truk. Tak mau mengambil risiko yang sama, sang juru kunci beserta tungku kemenyannya juga tutur diboyong ke Jakarta.

Hal yang sama juga dialami Bambang Rus Effendi yang memiliki kisah seru, menegangkan sekaligus menggelikan selama setahun dengan Mercy 1955 miliknya yang diparkir di depan rumah.

“Setiap malam lampunya menyala sendiri. Byar pet, saya pikir tikus. Tetapi saya berpikir positif saja. Barangkali kabelnya korslet. Cuma bikin kita keder juga,” tuturnya sambil tergelak.

Pengalaman tak masuk akal yang tak bisa dilupakannya adalah saat membawa Austin Seven 1937-nya ke bengkel. Tak diduga tak dinyana, tiba-tiba Austin tersebut menyala lalu berjalan begitu saja meninggalkan sang mekanik bengkel yang terheran-heran.

Tentu saja banyak pengalaman aneh dan unik yang dialami para pemilik mobil antik tersebut, namun jika dilihat dari cerita penghobi mobil antik itu, semuanya bermuara kepada satu hal, yaitu tidak ada yang bisa membuat seorang pengendara untuk lebih setia kepada kendaraannya daripada sebuah kendaraan yang begitu setia kepada pengendaranya.

Hobi, gengsi hingga bisnis yang bisa menguntungkan

Kalau hobi mobil antik ini dibilang boros atau sekadar buang-buang duit,. Itu salah besar.

Dedengkot PPMKI, Imam Effendi pernah secara kebetulan menjual salah satu koleksinya dengan keuntungan yang berlipat ganda.

“Jenisnya Mercy keluaran 1951. waktu belinya hanya Rp1 juta. Tapi bisa laku sampai Rp200 juta. Ya tentu saja tidak bisa dalam waktu hitungan singkat. Harganya pun ‘mata gelap’,” ujarnya sambil terkekeh.

Yang dimaksud mata gelap adalah harga mobil tak ditentukan dengan harga pasti. Artinya lebih tergantung pada faktor jatuh cinta dan keberuntungan dari sang pemilik atau pembeli.

Sebut saja pendiri PPMKI, Solihin GP yang pada 1976 membeli Mercedes 170V Cabriolet tahun 1936 dengan kondisi bobrok dengan harga Rp150.000 padahal saat itu sang pemilik membuka harga pada kisaran Rp125.000.

Pernah Mercedes 1936 itu ditawar salah seorang kolektor dengan harga setara dua buah sedan Mercedes keluaran terbaru. Tapi Solihin menampik, alasannya bukan uang tentunya.

Namun ada juga yang pernah dengan sangat beruntung mendapatkan mobil incerannya karena dilihat oleh empunya mobil memang memiliki hobi dan ketelatenan untuk merawat mobil tersebut.

Contohnya Imam, sebagai salah satu orang yang dengan rela memberikan koleksinya pada orang yang terlihat memiliki kesabaran. “Sayang kalau melepas kendaraan yang sudah kita pelihara begitu saja,” tuturnya.

Dharma Adsasmuda justru pernah merasakan kejadian seperti itu. Saat itu dia sedang berburu beberapa Mercy koleksi seseorang kolektor di daerah Petojo. “Saya kaget sebab keempat mobil itu sudah ditawar orang dengan harga setiap unitnya sangat mahal,” paparnya.

Tidak itu saja, dia juga mendapat hibah satu gudang penuh berisi spare part Mercedes dari sang pemilik. Bahkan untuk mengangkut puluhan onderdil itu justru sang pemiliklah yang mengirimkannya ke rumah Dharma.

Usut punya usut rupa-rupanya sang pemilik Mercedes tua itu suka dengan penampilan Dharma yang hadir dengan mengendarai Mercedes tua miliknya. “Dia jadi tahu kalau saya sangat mencintai dan telaten memelihara mobil tua,” kenangnya.

Dari situ Dharma memetik ide, bagaimana jika hobi mobil antik itu dijadikan bisnis. Maka mulailah dia mengumpulkan berbagai mobil tua, khususnya dari jenis Mercedes dengan gaya dikembalikan pada gaya orosinil.

Jika dihitung-hitung dari setiap satu unitnya, dia mampu mendapatkan keuntungan hingga 100%-200% dari harga pembelian atau pun modal perbaikan kendaraan tersebut.

Hitung saja jika satu unit Mercedes dalam kondisi bobrok dihargai hanya Rp10 juta lalu untuk mengembalikan ke kondisi mulus diperlukan sekitar Rp20 juta dan ditawar dengan harga Rp100 juta. Hitung saja keuntungannya.

Maklum saja harga mobil-mobil klasik ini tumbuh cukup tinggi di antara para penggemar dan pemburu mobil tua. Mobil bermesin besar keluaran Amerika dari era 1960-an ataupun 1970-an termasuk yang baik sebagai investasi alternatif karena harganya bisa meningkat 70%.

Roni Arifudin, Sekjen PPMKI menuturkan pada 2003 lalu, sebuah mobil Plymouth Barracudas keluaran 1971 yang merupakan edisi terbatas, pernah laku terjual dengan harga hingga Rp19 miliar.

Atau sebut saja Presdir PT Sumatra Timber Utama Damai, Budiono Widodo yang manggut-manggut saja saat kawannya yang berhutang justru datang dengan seonggok Ford T 1918.

Kita tahu Ford T 1918 adalah Ford yang diproduksi di tahun ke-10, sejak Ford T dibuat pertama kali di pabrik Piquette Avenue, Detroit, 1 Oktober 1908. Selain sangat bersejarah tentu saja mahal. Sebagai perbandingan Ford Mustang tahun 1966 seharga sekitar Rp380 juta.

Jadi bisa dibilang dengan memiliki mobil antik sama saja dengan menyimpan barang berharga yang seringkali harga jualnya jauh lebih tinggi dari sebuah mobil keluaran terakhir.

Bahkan bisa dibilang memiliki mobil antik adalah investasi jangka panjang yang aman dan menguntungkan sekaligus gengsi tersendiri diantara lalu lalang mengkilapnya mobil-mobil terbaru saat ini.

*Bisnis Indonesia Edisi: 03/07/2005

28 Responses to "Mobil antik hanya milik pecinta sejati"

gua punya mobil opel kapitan thn 56
masih original n kondisi hidup,gua mo minta tolong dimana gua bisa cari pembeli mobil antik ini,ok thank’s…

lokasinya dimana? dan ditawarkan berapa ya?tq

msh ada mbl opelnya?mo di jual brp gan?

di saya ada VW umurnya belum begitun tua tetapi kurang begitu bagus ………. nuhun

Saya penggemar mobil2 antik juga kalo lihat koleksi Dharma ada di “House of Ponton” http://mercyantik.blogspot.com

ALoo Penggemar mobil antik,

minta tolong ni, buat yg tau persewaan mobil kuno u/ merid, minta kontak personnya dong.
Misalnya sperti mobil yg di pake iklan GULAKU, keren bgt.
thx
ya…

andre
v0n_s0e@yahoo.com

halo,saya mau menjual ,mercedes unimog tahun 60.kondisi bagus,mulus… untuk penggemar dan serius silakan kontak 021-96661283 (gary).

mo di jual brp gan??apa msh pd orsinil?

halo,saya mau menjual ,mercedes unimog tahun 60.kondisi bagus,mulus… untuk penggemar dan serius silakan kontak 021-96661283 (gary).
thanks

Bro, unimognya mau di jual breapa? No hpnya udh nggak aktif lagi ya?

Heloo..para pecinta mobil tua
Aku ada mobil fiat balila th 1937 yang mau aku lepas dengan berat hati..
Kondisi masih mulus , orisinil ,warna hitam dan kondisi mesin masih sangat bagus..
Mobil ini pernah menyabet penghargaan kontes event nasional beberapa kali diantaranya
1. mobil fiat tertua sejawa dan bali (sertifikat IMI)
2. The Best Contemporary Clasic (Djarum Black Auto Black Through jogjakarta 2007)
3. The Best Fiat ( Djarum Black Auto Black Through 2009)
4. The Best Contemporary Clasic (Djarum Black Auto Black Through 2009)

Bagi anda yg berminat bisa hubungi saya di no 081227984544 atau lewat email saya christin.yg@hotmail.com

mo di jual brp?trus knp tiap di tlp hp nya ga pernah di angkat??

bagus sekali laporannya….

makasih . . .

bagus sekali laporannya

bagus sekali laporannya.

Selamat Datang di Yabes Motor,
Kami menyediakan berbagai spare part mobil dan accesoris

Salam kenal,
Saya ingin menjual Mobil saya Mazda 929 tahun 76.
Kondisi masih ok dan original, mesin sehat, surat komplit.
Bisa email ke saya atau call/sms di 081318466201.
Trims ya.

ada beberapa mercedes th 65 – 75, mau dijual !
silakan call : 085722051006

Saya cari suku cadang untuk lampu mercy tiger 220,depan kiri …dimana ? / 085725556658.

saya punya sedan Datsun B210-U tahun 1975
yg berminat hubungi 082195630999

VW Kombi Jerman thn 1970 sudah full modif, siapa yang mau beli?
SILAHKAN LIHAT FOTO-FOTONYA DISINI

Ford cortina th 80 ada yg minat ga? Hub 085237830081. Bali

dicari mobil antik yang harganya dibawah 1 juta….

saya punya austin cambride thn 1960

ad nih opel kapiten 1961 posisi di jogja warna biru, kondisi idup, PR nya aki, cat exterior udah pada retak2, bagi penggemar silakan kontak 0274 6638274

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: