it’s about all word’s

Neil Young ke layar perak

Posted on: February 20, 2008

Musisi legendaris Neil Young kembali berkibar di Nashville, Tennessee, AS, sejak dua konsernya dijadikan sebuah film feature dokumenter yang berjudul Prairie Wind.

Menurut rencana yang beredar, selain diputar di televisi film dokumenter ini akan diputar di layar lebar.

Hal itu diungkapkan oleh Jonathan Demme, sutradara film yang berhasil memenangkan piala Oscar melalui The Silence of the Lambs terlibat secara aktif dalam proses syuting konser.

Untuk membawa film ini ke layar lebar divisi dari raksasa industri sinema internasional, Paramount Pictures yaitu Paramount Classics merencanakan Prairie Wind dapat dirilis Februari tahun depan. Sedangkan album konser ini sudah akan dapat ditemukan di rak-rak toko musik di penjuru AS mulai bulan depan.

Saat berdiri di atas panggung Ryman Auditorium yang merupakan pusat perkembangan industri musik country Grand Ole Opry. “Tempat ini seakan-akan menjadi ruang besar di tengah-tengah gitar. Banyak semangat yang terpancar di tempat ini,” ujar Young

Demme sendiri menghabiskan waktu yang cukup panjang untuk dapat merekam seluruh konser yang tak hanya menampilkan lagu-lagu lama tetapi juga banyak lagu baru milik Young.

Untuk konser tersebut, Young dibantu oleh banyak legenda musik country a.l. gitaris Hank Williams, Emmylou Harris, penyanyi dari Fisk University Jubilee Singers dan grup string Nashville String Machine.

Konser ini sendiri sangat berkesan bagi penggemar Young sebab ini merupakan penampilan musisi berusia 59 itu yang mendapatkan diagnosa penyakit otak dan harus di operasi di New York.

Masa berkabung

Selain itu Young juga diketahui sedang mengalami masa berkabung yang panjang usai kematian ayah kandungnya, Scott Young yang merupakan penulis berita olahraga asal Kanada, Juni 2005.

Tidak hanya dipadati oleh ratusan penggemarnya nampak pula belasan pemusik dari berbagai aliran termasuk rocker Chris Spiegl of Pegram dari grup rock alternatif Tenn

“Saya harus menghabiskan waktu sekitar 36 jam untuk bisa mendapatkan tiket konser ini,” ujarnya sembari memamerkan kaos konser Neil Young tahun 1985.

Dapat dimaklumi jika penggemar Young begitu bersemangat menghadiri konser tersebut.

Artis ini selama 40 tahun terakhir mempengaruhi dunia musik. Pengaruh musiknya terasa di berbagai aliran seperti folk, elektronik pop country, rock, dan grunge.

Album paling larisnya tercatat dirilis 1972 dengan nama Harvest yang melejitkan beberapa hits macam Heart of Gold dan Old Man yang juga menjadi musik latar film Journey Through the Past.

Menurut Cathy Norden, instruktur dari Chicago’s Old Town School of Folk Music, Neil Young mampu memadukan unsur di luar musik country. Selain itu sikapnya yang terbuka menjadikan dunia musik lebih berwarna.

*Bisnis Indonesia Edisi: 20/08/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: