it’s about all word’s

Parsel tanaman semakin digemari

Posted on: February 20, 2008

Parsel tampaknya memang sedang menggeser perilaku masyarakat dalam menyambut momen terpenting dari hari raya keagamaan.

Dahulu, kita hanya mengenal budaya saling mengunjungi atau saling mengantarkan makanan antartetangga atau famili hingga kirim-kiriman kartu Lebaran. Dulu memang semua sarana lahiriah itu dianggap sudah mampu mewakili jalinan hubungan atau silaturahmi dengan orang lain. Tapi kini, tanpa parsel, rasanya kurang afdol.

Tetapi, kini seiringnya waktu, muncul tradisi baru yang mempercayai agar wakil hubungan itu kian berbobot maka dipilihlah parsel. Meski subkultur atau tradisi ini relatif belum lama berkembang di Indonesia. Tetapi dari niatannya, parsel dikirim sebagai sarana silahturahmi tak lain untuk mempererat tali persaudaraan, pertemanan hingga ?simbol upeti?. Makanya, tak heran kalau Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melarang pejabat menerima parsel.

Seiring dengan berkembangnya tren ini timbullah perasaan bahwa pemberi merasa lebih puas dengan keberadaan parsel, sementara itu si penerima juga merasa lebih dihargai dan dihormati. Akibatnya kemudian parsel menjadi sarana mempererat persaudaraan antarteman, kolega, mitra bisnis, klien, bawahan dan atasan.

Sebagai subkultur keberagamaan yang terus berkembang parsel terus mengalami perbaikan. Baik kemasan maupun isinya. Isinya mulai makanan-minuman, barang pecah belah, busana, hingga perlengkapan tempat tidur, dan sebagainya. Kemasannya juga makin bervariasi dan yang unik-unik.

Namun perlahan-lahan rupa-rupanya tahun ini, isi parsel mulai mengalami pergeseran selera ke arah yang lebih alami. Jika sebelumnya mengirimkan bunga kepada seseorang adalah perlambang kasih sayang maka saat ini parsel dengan isi tanaman mulai menjadi hal yang sangat diminati.

Tentu saja tren pengiriman parsel menjelang hari raya ini bagi sebagian orang merupakan suatu peluang bisnis yang sayang sekali untuk dilewatkan mengingat keberadaan parsel sebagai salah satu media beramah tamah dengan antar teman, kerabat maupun sanak famili.

Pemain terbatas

Perkembangan dan pergeseran tren parsel yang terus meningkat tersebut tentu tidak disia-siakan begitu saja oleh orang-orang yang berjiwa bisnis sejati.

Misalnya oleh Reza pemilik usaha tanaman, bunga hias dan herbal atau tanaman obat Reza Florist yang berada di kawasan Banyumanik, Semarang. Dari aktivitas sehari-hari sebagai penghobi tanaman, bunga hias dan herbal hingga tanaman obat Reza melihat celah peluang untuk menggeser usaha tanamannya untuk turut bermain di bisnis parsel seiring berkembangnya tren bisnis parsel mendekati datangnya hari raya, Idul Fitri misalnya.

Alasannya dia berani untuk bermain di bidang parsel yang berupa tanaman, bunga hias maupun herbal sekarang ini adalah masih jarang sekali ditemukan pemain di bidang ini.

Tentu saja ini merupakan suatu peluang bisnis menjanjikan yang tidak ingin dilewatkannya begitu saja.

?Produk parsel buatan saya lain daripada yang lain, karena parsel yang saya buat adalah serangkaian jenis tanaman, bunga hias maupun herbal hingga tanaman obat yang sampai sekarang masih sangat jarang ditemukan,? ujar Reza kepada Bisnis.

Tentu saja harga yang ditawarkannya pun relatif bervariasi, tergantung dari permintaan atau pesanan konsumen serta jenis tanaman yang diinginkan. Reza sendiri menawarkan paket parselnya berkisar antara Rp100.000-Rp1.000.000 dimana harga tersebut sudah termasuk ongkos kirim.

Sampai saat ini sasaran pasar yang dituju hanya terbatas di Semarang dan sekitarnya, tetapi jika ada pesanan sampai ke Jabar maupun Jatim dia juga bersedia mengantar sampai ke tempat tujuan yang diinginkan, seperti beberapa hari terakhir ini dia sudah mendapatkan order untuk mengirim ke wilayah di luar Jateng.

?Sementara pangsa pasar yang saya tuju hanya wilayah Semarang dan sekitarnya, tapi baru saja kemarin saya mendapat order untuk mengirim parsel ke Bandung dan Surabaya,? tandasnya.

Untuk parsel tanaman/bunga hias ini dapat berupa tanaman atau bunga hidup yang dirangkai dan dihias cantik dalam kardus kemudian di dalamnya diberi kartu ucapan, atau juga dapat berupa bunga awetan atau bunga plastik dengan perlakuan yang sama.

Tanaman atau bunga yang terangkai di dalam paket parsel tersebut antara lain adalah jenis kamboja jepang (adenium), angrek, mawar, dan beberapa jenis tanaman cantik lainnya.

Sedangkan untuk parsel jenis herbal, Reza juga menawarkan dalam dua bentuk, baik tanaman hidup maupun yang sudah dikeringkan dan siap pakai dalam toples yang dirangkai cantik dan juga diberi kartu ucapan.

Dia menuturkan jenis herbal atau tanaman obat yang dirangkai olehnya tersebut antara lain terdiri dari tapak liman, mahkota dewa, kunir putih, jahe, teh merah, pace, temu lawak, akar alang-alang, dan beberapa jenis tanaman obat lainnya.

?Parsel jenis tanaman dan bunga hias ini dirangkai cantik dalam kardus dan diberi kartu ucapan, sedang untuk parsel jenis herbal juga dirangkai cantik dalam toples serta diberi kartu ucapan,? jelasnya.

Tanaman ?bandel?

Meski permintaan terhadap produk parsel ini cukup tinggi, ternyata tidak semua tanaman bunga dapat menjadi komoditas yang cocok untuk menjadi isi parsel tanaman ini.

Menurut Andi Agustinus yang mengelola Lila Florist di Jalan Raya Serpong pihaknya baru terbatas melayani jenis satu jenis tanaman adenium dalam layanan parsel tanaman hidupnya.

?Soalnya tanaman adenium ini paling bandel sehingga dengan mudah dalam pengiriman dan jarang sampai mati saat sampai di tangan orang yang mendapat parsel ini,? ujarnya

Lila Florist memilih adenium cantik yang dikenal dengan nama pink swazium. Sesuai namanya, bunganya berwarna pink dengan lebar bisa mencapai ukuran 4-6 cm.

Bunga Adenium atau bisa disebut Adenium obesum, adalah bunga impor yang saat ini ngetren di kalangan pehobi tanaman di Indonesia.

Keunggulannya, terletak pada bonggolnya yang dari biji, dan bisa berbentuk seperti relief, juga tak perlu perawatan khusus, karena tak perlu penyiraman, dan tahan panas atau cuaca panas.

Itu sebabnya Adenium dijuluki, Mawar dari Gurun. Di Cina dan di Taiwan orang percaya, adanya tanaman adenium di dalam rumah akan memberikan spirit kebahagiaan dan kemakmuran.

Andi menuturkan pink swazicum yang akan dikirim dikemas dalam pot berukuran diameter sekitar 20 cm-25 cm, dan dikemas dengan elegan, berpita dengan tinggi tanaman antara 20 cm hingga 40 cm.

Namun jika dikirimkan terlalu jauh misalnya keluar Pulau Jawa maka tanaman ini dapat dikirim dalam keadaan kuncup tanpa tanah dengan hanya dikemas dalam kardus dan plastik.

?Kami menyediakan aneka pilihan tanaman ini dalam berbagai ukuran bonggol, namun order parsel sedikitnya dua hari sebelum tanggal pengiriman,? paparnya.

Semakin besar diameter maka harga yang ditawarkan semakin mahal a.l diameter 6-9 cm Rp250.000, diameter 10-12 cm Rp 400.000, diameter 13-15 cm Rp750.000 sedangkan untuk diameter 16- 20 cm Rp950.000. Harga tersebut sudah termasuk ongkos kirim di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang.

Sesampainya bonggol tanaman-beserta akan dan daun-ini sampai di tangan penerima maka tanaman ini cukup di tanam di media tanah yang sesuai dengan buku petunjuk yang disertakan dan disiram dengan air secukupnya.

?Belum pernah ada komplain dari penerima atau pelanggan karena tanaman yang diterima kemudian mati,? ujar Andi.

Andi yang bertindak sebagai pengelola-usaha ini milik Kurniawan Juniadi-menuturkan meski tanaman ini termasuk sangat bandel, namun dalam pengiriman dan dalam kehidupannya air menjadi musuh besarnya.

Sebab sebagai tanaman yang terbiasa hidup di wilayah yang kering maka ketika dihadapkan pada kondisi yang terlalu lembab batang tanaman ini akan membusuk.

Selain itu, pihaknya mengaku mengirim tanaman ini dalam bentuk bunga masih kuncup dengan alasan seperti halnya tanaman bunga lain.

Bunga yang dimiliki tanaman ini sangat rentan kerusakan. Namun berbeda halnya dengan kuncup yang secara alami masih terlindung daun kuncup yang keras.

*terbit di Bisnis Indonesia Edisi: 14/11/2004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: