it’s about all word’s

Pelajaran dari kebangkitan TV Korea

Posted on: February 20, 2008

Dua dekade lalu, drama Jepang, Oshin, menguasai pecinta televisi kita. Sepuluh tahun yang lalu drama Hong Kong, Return of the Condor Heroes dan empat tahun yang lalu giliran drama Taiwan, Meteor Garden membius penikmat televisi Indonesia.

Kini giliran nama-nama drama Korea Selatan seperti Winter Sonata, Memories of Bali, Stairway to Heaven atau Full House yang membuat histeris penonton layar kaya. Imbasnya tentu rating acara tersebut membumbung tinggi dan televisi lah yang menaguk iklan.

Tanggapan hangat publik Indonesia itu rupa-rupanya langsung di sambut dengan agresif oleh industri televisi Korsel. Untuk itu Korean Broadcasting Commision (KBC) membawa tak kurang dari 19 televisi Korea Selatan untuk berkunjung ke Indonesia.

Dalam acara bertajuk TV Korea Showcase 2005 di Ritz Carlton Jakarta selama dua hari itu (26-27 Mei), KBC berperan sebagai pihak yang aktif mempromosikan acara-acara televisi Korea Selatan ke Indonesia.

Padahal di Korea Selatan peran KBC serupa dengan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) yang bertugas untuk mengatur undang-undang penyiaran sekaligus bertanggung jawab atas isi siaran yang ditayangkan.

“Acara-acara KBS (Korean Broadcasting System) yang merupakan televisi pemerintah juga harus melalui sensor dari KBC terlebih dahulu. Tak lain agar acara-acara yang ditayangkan memberikan nilai positif bagi penontonnya,” ujar Mun-Ki Eun, Head of Global Strategy Team KBS kepada Bisnis.

KBS pada awalnya merupakan televisi pemerintah yang didirikan pada tahun 1947 dengan nama Joong-ang Broadcasting Station. Pada tahun 1973 KBS dinyatakan sebagai satu-satunya Badan Penyiaran Nasional Korea.

Dan pada tahun 1980 atas perintah Presiden Chun Doo-hwan menggabungkan semua media siaran yang ada dalam satu payung pengawasan. Meski begitu secara berangsur-angsur KBS kini bekerja secara independen sehingga mampu tetap menjadi pemain utama di Korea.

KBS memiliki dua saluran (channel 1 untuk acara-acara berita dan channel 2 untuk acara hiburan. Keduanya membuat KBS meraih sekitar 40% market share penonton di Korea Selatan

Meski begitu, sensor diberlakukan secara selektif. Sebagai contoh adalah peliputan berita yang bernilai tinggi seperti peristiwa di Pengadilan Kriminal Seoul saat hakim pengadilan menjatuhkan keputusan hukuman mati untuk mantan Presiden Korea Chun Doo-hwan.

Dalam hal sensor drama pun diakui artis muda Korea Selatan, Kim Jae Won yang menjadi duta pada gelaran itu. Jae Won sendiri selain hadir di Indonesia, juga menjadi duta bagi TV Korea Showcase 2005 di Thailand dan India.

Menurut dia, meski terdapat sensor dari KBC namun pada umumnya televisi Korea Selatan sudah membuat acara-acara dalam koridor nilai-nilai sosial dan budaya di Korea. Sehingga sensor itu tak terlalu berpengaruh.

Harga mahal

Meski tujuan dari TV Korea Showcase 2005 adalah untuk menjual produk industri pertelevisian Korea Selatan dan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya negara tersebut tidak berarti acara-khususny drama-ditawarkan dengan harga murah.

Sebaliknya harga program drama Korea diakui oleh Mun-Ki Eun sangat mahal.

Pasalnya drama Korea sangat populer di Asia Timur hingga Timur Tengah. Terbukti saat drama Jepang mengalami penurunan, justru drama Korea meningkat.

Hal tersebut berdasarkan jajak pendapat yang diadakan oleh lembaga penilai acara televisi di Jepang. Hasilnya tentu saja berimbas pada harga program drama Korea yang melejit diatas program drama negara-negara lain.

Rahasia mengapa drama Korea begitu populer adalah pada adanya kemiripan budaya antara negara Asia yang satu dengan yang lain. Ditambah tentu saja kualitas cerita dan akting para pemeran drama tersebut.

Eun memberikan contoh kedekatan emosional membuat satu contoh drama Asia yang mencetak rekor yang mengagumkan yaitu Winter Sonata mendapat sambutan hangat di Malaysia dan Mesir

“Bahkan negara-negara dengan mayoritas muslim pun sangat menyukai pendekatan cerita dalam drama Korea. Selain itu kami memang tidak terlalu suka dengan budaya seks bebas.”

Di sisi lain, meski acara Korea termasuk yang termahal, kalangan industri televisi Korea justru memberikan harga lebih murah dibandingkan acara dari televisi China.

“Apalagi di pasar Indonesia yang merupakan daerah baru bagi kami. Kami tentu memberikan harga yang bisa dikondisikan lebih murah dibandingkan harga acara dari negara lain,” ujarnya.

Optimisme mampu meraup pasar Indonesia itu didukung survai perkembangan pasar Asia yang sangat cepat. Selain pertumbuhan jumlah televisi yang semakin banyak pada 10 tahun terakhir ini.

Dalam hal rating acara televisi di Indonesia, lanjutnya, justru sangat jelas terlihat kecenderungan acara-acara yang mendapatkan rating tertinggi selalu acara-acara drama.

Padahal drama-drama Asia yang memiliki kedekatan budaya justru tak jarang mencetak rekor penonton yang tak terduga. Sebaliknya sejauh ini televisi Indonesia masih banyak mengimpor drama dari Amerika Latin.

Kesempatan inilah yang menurut Eun sedang dikejar oleh industri televisi Korea untuk lebih banyak memperkenalkan program-program dramanya.

“Indonesia sudah memiliki lebih dari 20 televisi di seluruh daerah dan akan terus bertambah. Perkembangan dunia televisi itu tentu membutuhkan pasokan acara-acara yang tidak bersifat pengulangan,” ujarnya.

Kondisi yang serupa dengan Indonesia terbukti di China dan Filipina. Saat program drama Korea mulai berkembang justru publik China dan Filipina yang menjadi haus tontonan ala Korea.

Bahkan jika rencana sistem siaran digital KBS pada bulan Agustus nanti berhasil maka penetrasi siaran Korea Selatan akan makin mengglobal di seluruh Asia. Semudah orang menerima pesan pendek melalui telepon genggam.

*Bisnis Indonesia Edisi: 02/06/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: