it’s about all word’s

PT Bank Agroniaga Tbk

Posted on: February 20, 2008

Komitmen abadi pada hasil bumi

Sektor pertanian belum banyak mendapat dukungan pendanaan dari perbankan. Padahal kemudahaan mendapatkan modal diperlukan untuk meningkatkan daya saing sektor tersebut.

Selama ini pihak perbankan lebih banyak memberikan kredit secara sektoral kepada sektor di luar pertanian seperti industri pengolahan, perdagangan, pertambangan, dan konstruksi.

Sebaliknya sektor pertanian yang mampu bertahan di tengah terjangan krisis moneter ternyata selalu hanya menerima alokasi jumlah kredit yang lebih rendah dibandingkan sektor yang lain.

Data BI sejak 1999 hingga 2005 secara nasional menunjukkan penyaluran kredit perbankan untuk sektor pertanian selalu di bawah 10 % dari total penyaluran kredit perbankan, sisanya lebih 90 % disalurkan ke sektor nonpertanian.

Pihak perbankan belum memberikan dukungan optimal dalam meningkatkan jumlah penyaluran kredit dan kemudahan memperoleh pinjaman modal kepada sektor pertanian khususnya para petani kecil.

Padahal diperlukan satu terobosan dalam rangka memberikan kemudahan memperoleh pinjaman modal dan sekaligus memacu peningkatan penyaluran kredit kepada sektor pertanian adalah pembentukan bank pertanian.

Secara khusus sampai saat ini memang belum ada bank seperti itu. Namun, salah satu pemain perbankan yang menempatkan pertanian sebagai core bisnisnya adalah PT Bank Agroniaga Tbk atau Bank Agro yang memosisikan diri sebagai mitra utama agrobisnis

Hal itu bisa dilihat dari sejarahnya kelahirannya berkat Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) sebagai pengelola dana pensiun karyawan seluruh PT Perkebunan Nusantara yang melihat agrobisnis di Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan.

Menurut Direktur Utama PT Bank Agroniaga Tbk. Adri Sujana Prawira meski Bank Agro didirikan sebagai perbankan umum, kegiatan usaha utamanya adalah membantu pembiayaan di bidang agrobisnis.

Dalam arti menunjang terwujudnya industri agrobisnis yang semakin tumbuh dan berkembang dalam sistem perekonomian nasional yang tangguh dalam era globalisasi di masa mendatang.

Mimpi itu terbukti saat terjadi krisis moneter Asia yang juga menyeret Indonesia. Di antara limbungan bank-bank raksasa dalam negeri, justru Bank Agro berhasil mempertahankan eksistensinya tanpa dukungan rekapitalisasi dari pemerintah.

Keseriusan pada sektor agrobisnis terlihat dari kucuran kreditnya ke sektor yang dianaktirikan oleh sektor perbankan. Tercatat sejak semester I 2004, Bank Agro berhasil menyalurkan kredit program pembiayaan plasma sektor agribisnis hingga Rp566 miliar.

Dari jumlah tersebut, Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) mencapai Rp372,44 miliar dan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) sebesar Rp193,72 miliar.

Menurut Adri, program KKP Bank Agro selama ini disalurkan untuk membiayai petani tebu sedang untuk program KKPA–pendanaan dari PT Permodalan Nasional Madani–untuk membiayai petani tebu dan kelapa sawit.

Pembiayaan senilai Rp207,87 miliar untuk komoditas tebu telah disalurkan di wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

“Sampai saat ini penyaluran kredit kami melalui KKPA dan KKP tergolong lancar, bahkan jika ada penambahan plafon dari pemerintah, kami siap menyalurkannya,” ujarnya.

Selain itu juga dikucurkan Kredit Ketahanan Pangan Tebu Rakyat (KKP-TR) senilai Rp18,5 miliar bagi 13 kelompok petani di Lampung untuk lahan tebu seluas 3.425 ha selama musim tanam 2004-2005.

Jika ditotal maka kredit KKP-TR yang telah dikucurkan Bank Agro sudah mencapai Rp30,5 miliar. Angka itu melonjak dari alokasi musim tanam 2003-2004 yang hanya Rp12 miliar untuk budi daya tebu seluas 4.866 ha di di Lampung.

Tingkatkan modal

Dari seluruh kredit program tersebut tergolong sangat sehat terbukti tingkat kredit bermasalah adalah 0%, hal ini membuktikan bahwa potensi untuk pembiayaan bidang agrobisnis sangat tinggi.

Tentu saja, untuk membesarkan diri dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk itu pada RUPS luar biasa Bank Agro awal tahun lalu disepakati dilakukannya upaya penambahan modal perseroan melalui rights issue sebanyak 513,857 juta saham.

Dengan penambahan itu, maka modal disetor Bank Agro meningkat jadi Rp234,8 miliar. Dana dari rights issue itu, sebesar 60% akan digunakan untuk melunasi modal pinjaman dan 40% untuk penambahan modal kerja.

Seiring waktu berjalan kini bank ini telah menempatkan modal sebesar Rp253 miliar atau berada di atas batas modal minimal yang ditetapkan BI untuk menjadi bank berkinerja baik yaitu sebesar Rp100 miliar pada 2010.

Selain itu manajemen Bank Agro diketahui tengah mencari investor asing sebagai bagian dari upaya ekspansi bisnis perusahaan itu.

Menurut Adri, upaya mencari investor asing dimaksudkan agar dapat mendorong pertumbuhan kinerja bank itu. “Yang kami harapkan masuknya investor asing akan dapat membawa modal, teknologi, dan transfer pengetahuan terhadap Bank Agro,” ujar dia.

Dalam konteks konsolidasi perbankan, dia menegaskan Bank Agro tetap akan tetap akan berada pada posisi sebagai bank fokus di sektor agro industri.

Meski sektor agribisnis dinilai cukup menguntungkan dalam beberapa tahun mendatang, secara bertahap Bank Agro akan lebih menyeimbangkan portofolio kredit antara sektor agribisnis dan non-agrobisnis.

Mulai tahun depan, katanya, portofolio kredit antara sektor agrobisnis dan non-agrobisnis dirancang menjadi 65%:35%, kemudian pada 2007 diharapkan perbandingannya berubah menjadi 60%:40%.

“Namun fokus [terbesar] kami tetap sektor agribisnis. Sektor ini sangat menjanjikan dan terbukti mampu bertahan di tengah terpaan krisis moneter,” tegasnya.

Nampaknya sikap optimistis Bank Agro itu saat ini akan kembali teruji dengan tren pelemahan nilai rupiah terhadap dolar yang membuat Indonesia kembali kelimpungan. Lihat dan tunggu saja.

*Bisnis Indonesia Edisi: 18/09/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: