it’s about all word’s

Setio Rahardjo: on Interview

Posted on: February 20, 2008

‘Investigasi Mandala tak berhubungan dengan Kostrad’

Bulan ini, dunia penerbangan nasional kembali tersentak oleh kecelakaan yang menimpa pesawat milik Mandala Airlines di Medan. Masyarakat menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Badan ini berjanji tidak akan gegabah dalam menyimpulkan penyebab kecelakaan itu.

Prosesi pemakaman massal 44 korban tak teridentifikasi kecelakaan pesawat Boeing 737-200 milik Mandala Airlines telah lama usai. Jalan Jamin Ginting Kecamatan Medan Selayang Medan pun telah kembali dilalui kendaraan. Namun jatuhnya pesawat bernomor penerbangan RI 091 yang menyebabkan 149 meninggal dunia, termasuk Gubernur Sumut Tengku Rizal Nurdin, belumlah usai.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan tiga indikasi yang mungkin memicu pesawat buatan 1981 itu gagal terbang. Berikut perbincangan Bisnis dengan Ketua KNKT Setio Rahardjo sekitar empat jam sebelum dia bertolak menuju kantor National Transportation Safety Board (NTSB), Amerika Serikat, pekan lalu.

Berkaitan kecelakaan Mandala, apa yang sudah ditemukan?

Ada beberapa poin temuan kami. Pertama, adalah mesin. Kedua adalah flap, yang kondisi flap belakang itu tidak turun. Tapi memang itu memang perlu diteliti, apakah dia naik pada saat kecelakaan itu atau tidak. Makanya kita bawa ke Amerika.

Kami juga membawa fuel-nya untuk diteliti. Ini butuh penelitian lebih lanjut. NTSB beberapa hari lalu datang dari Amerika termasuk tim Boeing sangat setuju. Mereka sangat setuju dengan temuan Indonesia. Mereka katakan, “Okay-lah selanjutnya kita fokuskan ke sini.” Black box [Flight Data Recorder/ Cockpit Voice Recorder], flap, mesin dan fuel juga.

Ada masukan dari tim investigator NTSB terhadap kasus Mandala?

Belum. Ternyata mereka ilmunya sama. Jadi hanya mereka menang di teknologi. Seperti sistemnya. Tapi ilmunya sama. Mereka punya teknologi sedang kita kurang, bukan berarti kita tidak punya, tapi mereka punya lebih lengkap. Itu saja.

Untuk mesin pesawat yang di bawa ke PT Dirgantara Indonesia Bandung apa yang akan dilakukan?

Di PT DI kami akan membongkar mesin. Fasilitas maintenance facility akan kita pakai untuk membongkar mesin. Apakah betul mesinnya yang bermasalah. Nanti mereka semua akan membuat laporan. Dari laporan-laporan mereka kita akan analisis. Seperti untuk pembacaan black box akan kita analisis, kenapa parameter ini turun, kenapa yang satu naik. Pada detik sekian gambarnya seperti ini.

Yang penting bagi KNKT adalah kebenaran aktualitas dan akuratisme. Saya katakan kita harus akurat. KNKT tidak akan gegabah membuat suatu laporan di mana nantinya salah. Itu peristiwa besar. Begitu saya merilis kepada menteri dan publik itu harus bisa dipertanggungjawabkan oleh KNKT.

Berapa hari di AS untuk pembacaan black box?

Makin cepat makin baik. Lima [hari] sampai seminggu.

Termasuk membawa hasilnya?

Belum. Mesti harus dianalisis. Kami harus breefing bagaimana hasilnya, tiap hari pasti ada perkembangan.

Berapa orang yang berangkat ke AS?

Tiga dari KNKT dan satu dari Mandala. Mandala kirim seorang mandat yang tahu betul. Jangan khawatir kami independen. Saya tidak mengada-ada. Ini untuk menghindari kecelakaan serupa terulang kembali.

Mandala Airlines, 90% sahamnya dimiliki Yayasan Dharma Putra Kostrad. Bagaimana tanggapan Anda?

Ini [penyelidikan] tidak ada hubungannya dengan Pangkostrad atau tidak. Ini masalah safety tidak ada hubungannya.

Apa yang ditemukan akan disampaikan apa adanya?

Oh, ya. Tujuannya untuk memperbaiki penerbangan nasional secara keseluruhan. Meski demikian hasil investigasi KNKT juga tidak bi-sa dipakai untuk tuntutan segala macam. Betul-betul KNKT bekerja untuk keselamatan penerbangan. Siapapun operatornya.

Pembagian kerja dalam tim investigator seperti apa?

Ada empat. human factor, flap operation, enginering, fear facting and rescue.

Rekomendasi KNKT itu tidak mengikat, lantas?

Namanya rekomendasi, saran. Dilaksanakan seneng, kalau tidak, ya, tidak mengikat. KNKT tidak bisa membuat rekomendasi harus dilaksanakan. Tentunya pelaksana operator itu penuh pertimbangan. Seperti, “Kalau saya laksanakan saya butuh dana sekian miliar,” misalnya. Contohnya seperti itu.

Tapi kami harus mengekspos kebenaran kami tidak mau salah. Untuk itu, KNKT tidak pernah mengatakan setiap kecelakaan adalah ini [penyebabnya]. Tetapi selalu kemungkinan penyebab kecelakaan. The most probability because… Kalau sebab itu absolut, sehingga KNKT mengatakan kemungkinan penyebab.

Artinya tidak satu sebab?

Bisa banyak faktor. Makanya faktornya selau tidak satu.

Dulu ramp check (pemantauan dan pengawasan kelaikan pesawat yang dilakukan secara acak di bandara) dilakukan tiap hari padalah sebelumnya per kuartal. Apa ini efektif?

Saya tidak mengatakan tidak dilaksanakan. Tapi frekuensinya. Kalau dulu enam bulan sekali, tiga bulan sekali dan sekarang tiap hari. Semacam sidak [pemeriksaan mendadak] di Cengkareng, Bali dan Surabaya. KNKT sangat mendukung. Sangat mendukung.

Kejadian Mandala juga memasukkan rekomendasi ramp check tiap hari?

Tidak. Kami memang sudah menyusun emergency recommendation.

Ada rencana DPR menyetujui kenaikan anggaran untuk KNKT. Berapa yang akan diajukan?

Saya tidak tahu. Sekarang 2005 anggaran KNKT Rp1,5 miliar. Kami mengajukan Rp8 miliar, tapi saya tidak tahu akan disetujui berapa. Saya sebagai ketua KNKT tidak dibayar.

Saya pensiunan TNI-AL jenderal bintang dua. Pensiunan Rp1,5 jutalah. Saya mantan kepala Basarnas [Badan Search and Rescue Nasional]. Sebelumnya saya mantan kepala dinas penerbangan AL 1995-1998.

Saya dulu di Djuanda dari letnan dua sampai bintang satu. Sejak 2003 saya ditarik sebagai ketua KNKT. Rata-rata investigator di KNKT rata-rata loyalitas kepada profesi.

Senang, karena kecintaan kepada profesi. Termasuk saya. Tidak ada uang tidak ada kendala bagi saya. Itu tantangan. Kalau kami mendapatkan hasil itu kepuasan tersendiri demi keselamatan transportasi.

Dibanding NTSB?

Jauh…NTSB di bawah Congress. Buktinya, mereka bisa mengirim orangnya ke sini. Saya kirim e-mail [surat elektronik], dua hari kemudian orangnya sudah muncul di Medan.

Seberapa penting pembelian alat pembaca black box dikaitkan dengan deregulasi penerbangan?

Alat ini kalau dikatakan penting, ya, memang sangat penting. Di kawasan Asia Tenggara ini belum ada yang punya alat pembaca black box. Dilihat anggaran dan keuangan negara memang cukup tinggi sekitar US$2 juta. Cukup besar biayanya.

Tentunya kalau kami membeli alat ini minimal harus mempersiapkan sarana dan prasarananya, SDM, perawatannya dan software-nya. Di Indonesia ini pesawatnya bermacam-macam tentunya memerlukan software yang sangat khusus.

Bermacam-macam mulai dari yang paling kuno sampai yang paling modern. Ini software-nya bermacam-macam. Sekarang ini yang lama menggunakan pita. Dan yang modern dia bisa membaca ratusan parameter.

Padahal yang ada, seperti kemarin [Mandala] terbatas. Ada yang hanya enam, dua belas. Tentu kalau saya mau menentukan kemana black box mau dibaca maka harus menentukan sesuai black box kita yang sudah kuno. Itu saja kendalanya.

Anggaran pembelian alat pembaca black box sudah disiapkan?

Sudah kami siapkan dari dana departemen sendiri. Kalau sekarang tenaga KNKT sangat kurang didalam KNKT sendiri sangat kurang. Kami akan meminta penambahan kepada Menteri Perhubungan atau Sekjen Perhubungan.

Deregulasi penerbangan apakah menyumbang terjadinya kecelakaan?

Kalau dari KNKT selama faktor keselamatan, faktor perawatan dilaksanakan sesuai prosedur tidak ada masalah, dengan catatan tidak meninggalkan faktor safety.

Sampai sekarang bagaimana melihat maintenance pesawat?

KNKT tidak mengetahui secara detail. Karena kami tidak bekerja untuk itu. Tapi tentunya Ditjen Perhubungan Udara sudah melaksanakan sesuai beban tugasnya.

Apakah perawatan pesawatnya sesuai dengan prosedur, apakah sesuai prosedur itu mereka yang melaksanakan. Kami hanya memberi rekomendasi-rekomendasi yang dulu saat Lion Air kecelakaan satu-satunya rekomendasi KNKT dilaksanakan yaitu ramp check.

Sekarang sedang getol-getol-nya dilakukan ramp check ke operator kepada lapangan terbang. Dulunya itu salah satu rekomendasi yang diajukan KNKT.

*Bisnis Indonesia Edisi: 25/09/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: