it’s about all word’s

Spielberg: Father of Indiana Jones

Posted on: February 20, 2008

Untung Spielberg gagal jadi sutradara 007

Keberuntungan memang kadang pilih-pilih bulu. Itulah mungkin yang dialami oleh sutradara kondang, Steven Spielberg, sehingga mampu menciptakan tokoh Indiana Jones.

Ceritanya, pada 1975 Steven Spielberg melamar kepada produser James Bond, Albert R Broccoli, agar bisa menjadi sutradara sekuel super spy 007.

Apa lacur, lamaran itu ditolak. Padahal Spielberg sudah menunjukkan kelasnya sebagai seorang sutradara lewat film Jaws. Film tentang hiu putih ganas itu membuat orang berduyun-duyun menggelontorkan uang ke kantung Spielberg hingga US$470,6 juta. Padahal biaya produksinya hanya US$7 juta.

Tapi rekor itu, dalam pandangan Broccoli belumlah cukup. Menurut dia, Spielberg terlalu muda dan belum berpengalaman menangani Moonraker-salah satu sekuel Bond.

Berkat bantuan sobatnya, George Lucas, Spielber lantas bersumpah menciptakan tokoh baru yang lebih menarik, sama jagonya dan lebih laris dibanding tokoh rekaan Ian Flemming. Lalu lahirlah Indy, begitu Indiana Jones dipanggil.

Untuk menciptakan tokoh ilmuwan petualang flamboyan itu, Spielberg dan Lucas berulang kali menonton film-film yang bisa menjadi contoh tokoh rekaan mereka.

Sayang, tenaga dan waktu Spielberg kemudian tersita untuk menggarap filmnya yang juga sama-sama diproduksi dengan bujet rendah tapi menghasilkan banyak uang yaitu Close Encounters of the Third Kind (1977).

Film yang hanya menghabiskan dana produksi senilai US$20 juta itu mampu mengeruk keuntungan kotor hingga US$303 juta.

Usai film ini, Spielberg pun masih butuh waktu sekitar tiga tahun untuk proses penyempurnaan karakter a.l bertipe flamboyan seperti Bond, bersenjatakan cambuk dan bertopi bulat ala Zorro dan berpetualang ke Timur Tengah seperti T.E Lawrence.

Untuk penulisan naskah dan cerita, dia dibantu George Lucas dan dua penulis cerita yang mumpuni a.l Philip Kaufman dan Lawrence Kasdan. Kasdan adalah penulis naskah untuk Star Wars: Episode V – The Empire Strikes Back.

Uniknya pemeran Indy yang pertama kali diincar oleh Spielberg, Tom Selleck, justru menolak peran itu. Lagi-lagi Lucas membantu dengan menyodorkan Harrison Ford yang bermain di Star Wars sebagai Han Solo dan bermain cemerlang dalam Apocalypse Now (1979) sebagai Kolonel Lucas.

Butuh waktu setahun syuting di Afrika untuk mewujudkan film berlatar belakang tahun 1936 yang mengisahkan petualangan Indy melawan pasukan Nazi yang mencuri kotak penyimpanan 10 Perintah Allah.

Saat diluncurkan awal tahun 1981 tak ada yang menduga film bertajuk Raiders of The Lost Ark ini akan meledak hingga menghasilkan pendapatan hingga US$384,1 juta. Padahal produksi film ini hanya menyedot US$20 juta saja.

Hasil ini jelas pukulan telak bagi film Bond yang keluar hampir bersamaan dengan Indy. Sebab For Your Eyes Only yang dibintangi Roger Moore dan Carole Bouquet cuma menghasilkan US$54,8 juta.

Dunia pun makin terperangah setelah Spielberg setahun berikutnya meluncurkan E.T: The Extra-Terrestrial yang berhasil meraup duit hingga US$ $792,9 juta!

Tak lama beristirahat dia segera memboyong krunya ke India untuk proses syuting Indiana Jones And The Temple of Doom. Untuk penulisan naskahnya kali ini, Lucas dibantu oleh Willard Huyck dan Gloria Katz.

Film ini pun segera dilempar ke pasar setahun setelah dua sekuel 007 di tahun 1983, Never Say Never Again dan dan Octopussy. Lagi-lagi Indy sukses meraup US$333 juta. Padahal pendapatan dua film Bond hanya US$123,2 juta.

Jenuh

Rupanya sukses Indy membuat Spielberg jenuh dan ingin membuat film bertema unik. Hasilnya pada 1987 lahir film bertema Perang Dunia II, Empire of The Sun yang dibintangi pemeran Batman Begins, Christian Bale. Hasilnya? Gagal total.

Untuk menebus kerugian itu, dia pun memutuskan untuk kembali menggarap sekuel Indy. Tentu saja tetap bersama Lucas yang kali ini kembali dibantu Philip Kaufman, Menno Meyjes dan Jeffrey Boam.

Dalam film yang diberi judul Indiana Jones and the Last Crusade ini dihadirkan beberapa pertanyaan seperti bekas luka di dagu Indy, topi, hingga julukan Jones.

Untuk itu dihadirkan River Phoenix sebagai Indy muda, aktor pemeran Bond, Sean Connery sebagai ayah Indy. Dalam film ini juga disisipkan sedikit lelucon sejarah yaitu saat Indy berpapasan dengan Hitler.

Dengan ramuan ini, tak heran jika kemudian film ini dari segi pendapatan berhasil meraup angka pendapatan di atas dua film pertama. Hanya butuh waktu sebulan untuk meraup US$495 juta!

Lagi-lagi hasilnya jauh melampaui film 007. Bahkan untuk dua film sekaligus Live and Let Die (1988) dan setahun berikutnya Licence to Kill yang pendapatan keduanya hanya US$ 191,4 juta.

Kabar terakhir perseteruan Indy dan Bond bakal terjadi lagi setelah 14 tahun terkubur. Menurut rencana tahun depan. Seiring meluncurnya sekuel terakhir Bond yang bertajuk Casino Royale, Spielberg akan mengeluarkan Indiana Jones IV.

Sayang, jika Bond sudah menemukan pemeran utamanya sebaliknya pengganti si gaek Harrison Ford belum ada. Siapapun tahu pemeran Indy muda di televisi, Sean Patrick Flanery, kurang macho padahal calon kuat lain River Phoenix sudah meninggal karena over dosis.

Tetapi tak seorang pun akan tahu kejutan cemerlang apa yang akan dibuat sutradara jenius ini saat terjepit. Ingat-ngat saja saat di tahun 1993 dia merilis Jurassic Park dan Schindler’s List. Lagi-lagi box office!

*Bisnis Indonesia Edisi: 23/11/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: