it’s about all word’s

Suara marginal dari dunia politik patrialisme

Posted on: February 20, 2008

Judul : 1.655 tak ada “rahasia” dalam hidup saya
Penulis : Rayni M. Massardi
Penerbit : Galang Press
Tebal : 411 halaman

Sebetulnya tak ada yang istimewa dalam isi buku ini, namun buku ini ditulis oleh seorang wanita yang terlibat dalam dunia politik Pemilu 2004 yang gegap gempita. Sebuah hajatan politik-seperti halnya sistem kehidupan Indonesia-yang menegaskan peminggiran kaum perempuan.

Bahkan tak jarang proses peminggiran tersebut terkesan menghakimi dengan mengatas namakan agama, diamini kaum ulama dan berjalan sistematis akibat secara sadar dan tak sadar didukung media massa.

Kegagalan Megawati Soekarnoputri menjadi presiden pada 1999 merupakan contoh kasus. Meskipun saat itu fakta menyatakan Megawati merupakan calon presiden dari PDI Perjuangan yang memenangi pemilu.

Tak heran jika kemudian Rayni dalam kulit sampulnya langsung menohok dengan deretan kata-kata “Petite historie calon anggota legislatif 2004 Daerah Pemilihan Jawa Barat I Bandung-Cimahi yang sudah dipastikan kalah”.

Bisa jadi terminologi petite historie yang berarti ‘sejarah kecil’ itu ditulis Rayni karena kemuakan dirinya terhadap grands recits atau narasi besar dogma ketidakadilan gender dalam dunia perpolitikan.

Judul ini memang terasa kurang menggigit. Selain topik pemilu sudah agak basi, daerah Bandung-Cimahi juga bukan merupakan titik penting alur politik nasional. Yang tak kalah penting adalah Partai Bintang Reformasi (PBR)-yang dipimpin kyai kondang Zainuddin MZ-termasuk partai gurem yang tidak lolos electoral threshold minimal 3%.

Meski demikian, buku ini memiliki kekuatan lain seperti komentar seniwati Jajang C. Noer terhadap Rayni “Tuliskanlah dengan sejujur-jujurnya. Sekarang terlalu banyak orang yang bersifat, bersikap seperti manusia kardus! Pasti yang elu tulis paling enggak akan memberi inspirasi untuk orang lain.”

Jika boleh disebut isi buku ini adalah sebuah pengakuan. Semacam cerita antarkawan. Tak heran isinya adalah rangkaian pancaran isi hati. Ada lucu, sedih, serius dari seorang wanita yang menjadi selebritas politik dadakan yang bergelar calon anggota legislatif (caleg).

Buku ini juga patut dibaca sebagai pegangan bagi peminat gelar caleg dalam putaran Pemilu 2009. Sekaligus bacaan segar kaum awam tentang betapa rumitnya memiliki dan menjalani gelar caleg tersebut.

Untuk menjadi caleg, seseorang harus siap segalanya. Mulai dari pemikiran, sikap, idealisme, hingga kostum. Rayni membawakan segala kerumitan tersebut dalam perbincangan pribadi yang santai.

Gaya tulisan jebolan universitas Sorbonne, salah satu universitas terkemuka di Prancis ini, terkesan matang. Maklum, Rayni cukup lama malang-melintang di dunia tulis menulis Indonesia, baik media cetak maupun perfilman, termasuk menjadi pengajar di Institut Kesenian Jakarta.

Dengan gaya penulisannya yang unik, tak salah jika penulis sekaliber Seno Gumira Ajidarma mengatakan buku ini lebih writerly ketimbang readerly. Sebab pembaca diajak ikut serta kedalam dunia sang penulis ketimbang hanya diposisikan sebagai sekadar pembaca.

Lebih dari itu, seniman Radhar Panca Dahana bahkan menilai buku yang bergaya ringan, pop, gaul dan santai ini mampu menjadi oase segar di antara bebalnya perempuan (termasuk pria) modern.

Jadi, saat Anda menyimak buku yang disunting oleh seniman Noorca M. Massardi yang tak lain suami Rayni ini, bersiaplah untuk tenggelam dalam sebuah kisah hidup tanpa harus mengernyitkan dahi karena sulit dimengerti.

*Bisnis Indonesia Edisi: 15/05/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: