it’s about all word’s

Suksesi masih jadi ‘anak tiri’

Posted on: February 20, 2008

Pergantian pemimpin di negeri ini tampaknya tak lepas dari unsur kejutan. Di dunia bisnis pun rona ‘gonjang-ganjing’ suksesi tak kalah seru.

Masih ingat tarik-menarik yang alot saat mantan Wakil Dirut BNI Arwin Rasyid menuju kursi orang nomor satu di Telkom? Survei pun menunjukkan bahwa kaderisasi masih menjadi ‘anak tiri’ di perusahaan di Indonesia. Gejala ini bisa dilihat dari survei Development Dimensions International dan Center for Applied Behavior Research (CABER) yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Survei digelar di 43 negara dan diikuti 944 organisasi. Indonesia kebagian 558 responden yang berasal dari 23 organisasi. Tiap organisasi dijatah 20 kuisioner bagi berbagai level manajer dan satu kuisioner bagi divisi SDM.

Organisasi peserta lokal cukup banyak, di antaranya The Jakarta Post, PT Badak NGL, BCA, BII, Bank Mandiri, Bank Niaga, Bank Panin, BRI, Excelcomindo, Indosat, HM Sampoerna, Pertamina, Pindad, Soho, Toyota, United Tractor hingga Yamaha Indonesia.

Hasilnya, terdapat persepsi bahwa mayoritas responden di Indonesia menginginkan sosok kepemimpinan yang dapat membuat keputusan di tengah labilnya kondisi makro (61%).

Persepsi ini muncul jika Anda melihat kultur budaya patronisme yang sudah hidup subur di entitas bisnis. Pihak SDM pun memprediksi dalam jangka waktu lima tahun mendatang kian sulit mendapat kandidat pemimpin di level atas. Hanya 57% dari organisasi peserta yang memiliki rencana suksesi. Sedangkan 39% lainnya sama sekali belum.

Padahal di tingkat global, level senior manajer merupakan faktor penentu kepercayaan pasar terhadap perkembangan bisnis. Di Indonesia, hal itu tampaknya belum terpikirkan. Unsur transparasi suksesi belum dikedepankan.

Hadapi kesulitan

Survei bertajuk Leadership Forecast 2005-2006 itu cukup jelas mengungkap kesulitan yang akan dihadapi lembaga bisnis di Indonesia dalam mencari pemimpin masa depan.

“Di BRI bahkan selama 100 tahun sejarahnya baru ada satu orang pemimpin puncak yang betul-betul dari orang dalam,” kata Krisna Wijaya, mantan komisaris direktur bank plat merah itu yang kini Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan.

Menurut dia, fenomena suksesi di BRI secara tak langsung menampilkan dua kemungkinan, yaitu tidak berjalannya proses dukungan terhadap kader terbaik, atau memang tidak pernah ada kader yang cukup baik.

Tapi toh suksesi di bank itu berjalan ‘aman-aman saja’. “Tidak hanya saya yang berkarir di BRI. Bapak saya pun berkarier di bank ini sejak saya masih di dalam kandungan. Sejak dulu sampai sekarang kepatuhan pada sistem sudah berjalan meski tentu ada ketidakpuasan terhadap kebijakan yang ditetapkan.”

Nuansa agak berbeda berlaku di perusahaan swasta seperti yang diamati konsultan manajemen jebolan Citibank, Th. Wiryawan. Lembaga bisnis swasta, menurut dia, lebih bergantung pada sang pemilik.

Jika pemilik bank berganti maka pemilik baru akan menentukan orang yang dianggap layak masuk jajaran direksi. Ini penting agar target meraup untuk bisa tercapai.

“Tetapi ada yang wajib diingat. Kaderisasi di perusahaan keluarga juga berjalan. Sebut saja keluarga Salim. Berapa jumlah anak dan perusahaannya. Mereka tetap butuh orang profesional,” paparnya.

Sayangnya kondisi yang menyulitkan para profesional di dalam negeri mulai membuat gerah teman sejawat yang memilih hengkang ke luar negeri.

Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan Putro memandang fenomena hengkangnya profesional ke luar negeri makin marak sejak lima tahun terakhir.

Dia mencatat setiap tahunnya sekitar 20% profesional jebolan perusahaan swasta dan pemerintah hengkang karena merasa karirnya mentok.

Suksesi, ternyata, bukan hal mudah di negeri ini.

*Bisnis Indonesia Edisi: 18/12/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: