it’s about all word’s

Tubuh tetap sehat di saat berpuasa

Posted on: February 20, 2008

Berpuasa sudah menjadi tradisi. Entah untuk tujuan yang berhubungan dengan kepercayaan, keagamaan, kepentingan medis, dan kepentingan lainnya. Namun di balik semua kepentingan itu, puasa ternyata banyak memberikan manfaat bagi kesehatan.

Manfaat itu antara lain karena ketika seseorang berpuasa, maka di dalam tubuhnya terjadi detoksifikasi alias pengeluaran zat-zat beracun dari dalam tubuh yang bersifat total dan menyeluruh.

Dari sisi fisiologis, puasa juga meringankan beban organ vital pada saluran pencernaan, termasuk lambung, usus, pankreas, empedu, dan hati. Energi yang selama berpuasa tidak banyak digunakan oleh pencernaan akan dikonsentrasikan ke fungsi detoksifikasi dan perbaikan jaringan-jaringan tubuh yang rusak.

Kebiasaan melakukan puasa juga baik dilakukan untuk membuang bahan-bahan beracun yang bisa mengganggu sel, jaringan, dan organ dalam tubuh. Begitu racun berhasil dilepaskan, tubuh akan mempunyai kesempatan untuk sehat kembali.

Anda yang bobot badan melampaui batas normal pun sebaiknya menjalani puasa untuk menurunkannya, asalkan sesuai dengan aturan main puasa. Sebab jika tidak, malah akan menimbulkan penyakit yang baru.

Beberapa gangguan yang sering terjadi di saat melakukan puasa adalah bau mulut, kambuhnya maag, dan beberapa gangguan lainnya.

Kondisi mulut yang terlampau kering dari air liur (saliva) akibat berpuasa adalah kondisi ideal penyebab bau mulut berkembang biak, karena bakteri cepat berkembang biak di lingkungan seperti ini.

Menurut Erwin, dokter gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi UI, kondisi bau mulut tidak sedap seperti itu sebenarnya tidak perlu terjadi jika kebersihan gigi dan mulut terjaga setiap hari.

Namun, melihat kegiatan makan dan minum yang berhenti total sejak subuh hingga maghrib sehingga selama berpuasa mulut terasa asam bahkan kadang-kadang disertai bau yang kurang sedap.

Kehadiran gigi yang rusak dan berlubang merupakan pemicu timbulnya bau nafas tak sedap terebut. Sehingga ada baiknya dokter gigi perlu dimintai bantuannya untuk mencari masalah pada gigi Anda.

Infeksi bakteri

Pada umumnya penyakit pada gigi disebabkan infeksi bakteri pada gusi dan jaringan penyangga gigi, sehingga menimbulkan tempat yang kondusif bagi bakteri. Namun tanda-tanda termudah adalah gusi berwarna kemerahan atau bengkak, gigi goyah, gigi sensitif, sakit saat mengunyah, dan gusi berdarah.

“Nah, jika sudah telanjur mengalami gangguan pada gigi dan gusi yang wajib dilakukan sehabis makan sahur dan sebelum tidur malam adalah selalu menggosok gigi dengan pasta gigi atau kumur,” paparnya.

Salah satu manfaat dari kebiasaan menggosok gigi dengan pasta ini adalah menghindari terbentuknya karang gigi. Seperti diketahui terbentuknya karang gigi ini sangat sederhana sekali.

Dengan terurainya deposit mineral dari sisa makanan yang tercampur air ludah, terutama pada gigi belakang dan gigi yang berjejal (tidak teratur), mengakibatkan terjadinya pembentukan karang gigi yang menyebabkan bau mulut yang busuk dan menyebar.

Faktor lain penyebab bau mulut adalah kebiasaan makan makanan yang lengket, terutama yang mengandung karbohidrat dan kalsium. Apalagi bila jarang melakukan gosok gigi, kondisi seperti inilah yang justru mempercepat pembentukan karang gigi.

Padahal mereka yang menjalankan ibadah puasa sering mengkonsumsi makanan/jajanan yang manis (kaya karbohidrat) saat berbuka puasa seperti kolak atau makanan manis lainnya dan umumnya usai menyantap makanan itu tidak langsung menggosok gigi.

Kebiasaan berkumur, sesudah makan sahur atau berbuka ditambah sebelum tidur malam, akan membuat gigi dan mulut lebih bersih. Jika memiliki kebiasaan untuk memanfatkan obat kumur, sebaiknya dipakai kumur sekitar 30-60 detik sebelum dibuang, agar khasiat penyegarnya dapat dirasakan.

Selain untuk membunuh kuman, obat kumur juga untuk mencegah bau mulut yang tidak sedap. Mirip kandungan flour pada pasta gigi, obat kumur juga berfungsi melindungi email gigi dari asam yang merusak, dan karang gigi pun akan dapat dicegah pembentukannya.

Bahkan diklaim, penggunaan obat kumur membantu penyembuhan radang pada gusi (gingivitis), luka bekas cabut gigi dan mencegah terbentuknya karang gigi.

Konsumsi sayuran berwarna hijau yang banyak mengandung zat klorofil juga sangat baik sebab sayuran tidak banyak mengeluarkan zat yang menyebabkan bau kurang sedap.

Diperlukan pula pembatasan menyantap makanan yang banyak mengandung protein seperti daging karena proses pengolahannya di dalam perut akan menghasilkan gas yang dapat dikeluarkan melalui mulut, sehingga muncul aroma kurang sedap.

Pada saat menggosok gigi, gosoklah seluruh permukaan gigi 2-3 menit. Sayang banyak orang menggosok giginya kurang dari satu menit. Jangan lupa untuk membersihkan lidah sebab bakteri penyebab bau mulut mampu bersembunyi di sela-sela lidah. Bersihkan lidah sampai bagian belakang tetapi hati-hati jangan sampai meyebabkan tersedak.

Penderita maag

Sakit maag atau disebut dyspepsia yang berarti gangguan pencernaan dengan gejala yang berasal dari saluran cerna bagian atas.

Gejala-gejala itu terdiri dari rasa nyeri di perut bagian atas, rasa tidak nyaman seperti mual, muntah, kembung, rasa penuh, cepat kenyang, serta banyak gas. Selain itu pada sebagian pasien ditemukan keluhan nyeri dada, rasa asam atau pahit di mulut.

Bulan Ramadhan yang dalam tradisinya mensyaratkan kewajiban berpuasa sering menimbulkan kekhawatiran pada para penderita penyakit ini. Namun keluhan maag sebenarnya bukan menjadi gangguan yang dapat menjadi alasan untuk tidak berpuasa, sebab penyakit maag sebenarnya jika telaten dan teliti dapat disiasati dengan beberapa cara.

Dari penyebabnya, sakit maag dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu dispepsia fungsional dan organik (akibat adanya tukak pada lambung).

Secara umum penderita dyspepsia mampu berpuasa jika sakitnya disebabkan kelainan fungsional, untuk membantu pengontrolan asam lambung selama berpuasa dapat dilakukan dengan memberikan obat anti asam lambung antara lain ratidine, famotidine, nizatidine dan lain-lain

Dengan mengonsumsi beberapa obat itu penderita penyakit maag tidak perlu khawatir penyakitnya makin memburuk bila berpuasa. “Bahkan puasa justru bermanfaat untuk penderita dyspepsia organik, sebab dengan mengistirahatkan lambung untuk beberapa waktu maka ada tenggang saat penyembuhan bagi lambung yang sedang mengeluarkan gas-gas,” ujar Ali Sulaiman, dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

*Terbit di Bisnis Indonesia edisi 24/10/2004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: