it’s about all word’s

Andrie Wongso: Menulis Dari Kegagalan

Posted on: February 21, 2008

Siapa yang tak kenal akan sosok Andrie Wongso, motivator nomor satu di Indonesia asal kota Apel, Malang yang betul-betul jago kungfu dan pintar menggugah semangat para pendengarnya.

Buku-buku karya Andrie selalu laris bak kacang goreng sebut saja ‘15 Wisdom Success: Classical Motivation Stories’ dan ‘16 Wisdom & Success Classical Motivation Stories 2’.

Sejak awal mendalami dunia tulis menulis, Andrie memang selalu memposisikan diri sebagai seorang motivator. Hal itu jelas terlihat saat dia merintis jalan sebagai seorang pengusaha pembuat kartu ucapan.

“Awal saya menulis karena saya merasa gagal. Gagal untuk menjadi aktor utama kungfu dan ditinggal pergi ayah yang saya cintai. Saya lalu mencoba menulis hal-hal yang bisa membangkitkan diri saya,” ujar Andrie dalam sebuah acara beberapa waktu lalu.

Rupanya, lanjut pendiri perguruan kungfu Hap Kun Do, lantas tercetus ide untuk menyebarkan kata-kata penyemangat bagi orang-orang di sekitar saya dan orang yang membutuhkan.

Maka di tahun 1985 dari sebuah kamar kos lahir Harvest. Perusahaan kartu ucapan yang yang berisikan ucapan motivasi yang kemudian berkembang menjadi produk-produk inovatif lainnya.

Pada awalnya bisnis ini tidak berjalan dengan mudah, berbagai macam penolakan dan hambatan selalu menghampirinya. Dimulai dari penjualan kartu secara keliling akhirnya usaha tersebut berjalan sukses.

Boleh dibilang kartu Harvest adalah langkah awal Andrie Wongso untuk menjadi seorang
motivator karena produk Harvest pada awalnya berupa kartu berisikan ucapan motivasi yang kemudian berkembang menjadi produk-produk inovatif lainnya.

Sepuluh tahun kemudian Andrie memutuskan untuk terjun secara total dalam bidang motivasi dari hasil ‘pencerahan’ yang didapatkannya setelah mempelajari Buddhisme secara lebih mendalam.

Berbeda dengan para motivator lain, Andrie menggagas sebuah pemikiran filosofis Action and Wisdom Motivation Training yang bersumber dari ajaran Buddha, yakni hukum tentang pikiran, hukum tentang perubahan dan hukum tentang sebab akibat.

Filosofi terkenal dari Andrie Wongso adalah “Success is My Right” yang lahir enam tahun yang lalu. Namun pelatihan yang diberikan Andrie tidak terbatas hanya pada kalangan Buddhis, namun sudah merambah ke seluruh lapisan, baik perguruan tinggi, BUMN, perusahaan swastas, atlet dan lain-lain.

Tak Lulus SD

Kalau orang lain bangga menjejerkan gelar sarjana hingga gelar-gelar yang lain dalam kartu namanya maka Adrie justru bangga dengan gelar SDTT alias Sekolah Dasar Tidak Tamat.

Jalan hidup Andrie bukan merupakan kisah yang sedap untuk diceritakan. Dia dilahirkan dalam keluarga miskin pada Desember 1954. Karena peristiwa Gestapu tahun 1965, sekolah mandarin tempat dia belajar ditutup.

Saat itu dia baru di kelas enam dan tak pernah menamatkan pendidikannya sebab sejak kecil dia harus bekerja membantu orangtuanya.

Tapi keterbatasan tidak membuat dia menyerah. Tahun 1976 pada usia 22 tahun dia hijrah ke Jakarta karena mendapat panggilan kerja sebagai seorang salesman di sebuah perusahaan sabun.

Pekerjaan sales ini cukup memberinya pengalaman baru seperti belajar naik sepeda motor, menggunakan telepon, membaca koran dan tentu saja berlatih kungfu.

Dari kungfu dia tidak sekadar bela diri, namun juga belajar nilai-nilai kedisiplinan, tanggungjawab, komitmen, perjuangan dan kemauan keras. Kemaun keras ini yang mengatarkan dia nekad melangkah ke Hong Kong.

Cita-cita itu sempat meredup karena sang ayah meninggal. Tapi justru nasihat ayahnya yang memotivasi dirinya untuk tetap bangkit dan ternyata dia berhasil main di beberapa film.

Setelah berhasil mewujudkan cita-citanya dia pun pulang ke Indonesia dan memulai bisnis kartu Harvest bersama istrinya, Haryanti Lenny Suharto sembari terus rajin membeli, membaca buku dan mengikuti seminar-seminar bisnis.

Bagi Andrie sukses adalah sebuah proses perjuangan yang hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan. Sedang kegagalan adalah sebutan untuk sebuah kondisi perjuangan yang perjuangannya tidak tercapai. Karena itu “sukses butuh perjalanan,” tegas Andrie. Bagaimana Anda?

4 Responses to "Andrie Wongso: Menulis Dari Kegagalan"

Dalam kehidupan ini
Banyak dugaan yang harus kita lalui…
Banyak perkara pahit & manis yang menjadi kenangan….
Banyak pengalaman yang boleh di jadikan pengajaran…

Setiap kegembiraan pasti ada kedukaan….
Setiap masalah pasti ade penyelesaian…..
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan…
dan..
Setiap kehidupan pasti menanti kematian…

Itulah lumrah kehidupan…
Kita harus menghadapi segalanya dengan tabah, redha & bersabar…
Setiap sesuatu yang terjadi pasti ada nikmatnya…

semua itu terjadi kepada setiap manusia?????

its so great motivation…everybody has the rights to be successful

its so great motivation…everybody has the rights to be successful
.we need to realize that life is struggle…

aku ingin…seperti laba2 yg memiliki semangat yg begitu besar…dan pantang menyerah,,,,,^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: