it’s about all word’s

Bahan Bakar Campuran Heavy Oil dan Air

Posted on: February 21, 2008

Perihal ketidakcocokan, nenek moyang kita punya pepatah ‘bagai minyak dan air’ yang harus segera diralat sebab salah satu keturunan mereka berhasil menyatukan minyak dan air sebagai sumber kekuatan yang luar biasa.

Melonjaknya harga minyak dan disunatnya subsisdi oleh pemerintah membuat sektor pengguna bahan bakar seperti industri dan transportasi sangat terbebani.

Penghematan dan bahan bakar alternatif menjadi pilihan untuk mengatasi kesulitan itu. Pada lain sisi, penggunaan bahan bakar alternatif menuntut keamanan penggunaan, minimum biaya pengoperasian dan keramahan terhadap lingkungan.

Salah satu BBM yang menjadi ‘darah’ bagi industri adalah heavy oil atau minyak berat. Disebut demikian karena memiliki kadar kekentalan (viscosity) tinggi dan biasa digunakan pada boiler dan motor diesel kecepatan rendah berdaya tinggi seperti pembangkit pada industri maupun penggerak kapal.

Tidak seperti BBM jenis lain, sebelum heavy oil digunakan dalam boiler maupun mesin diesel, BBM jenis ini harus dipanaskan terlebih dahulu untuk memperoleh kadar kekentalan yang rendah yang mendukung terjadinya kecepatan evaporasi dan bercampurnya udara-bahan bakar guna menghasilkan pembakaran yang baik.

Menurut Agung Sudrajad, mahasiswa program doktor dalam bidang Ocean Power and Energy Engineering di Kobe University Faculty of Maritime Sciences, Jepang salah satu teknologi terapan yang saat ini ditawarkan adalah campuran heavy oil dengan air.

“Dari penelitian diketahui bahan bakar campuran antara heavy oil dan air dapat meningkatkan efisiensi pembakaran karena munculnya micro-exploded (ledakan mikro),” ujar Staf Universitas Darma Persada Fakultas Teknologi Kelautan, Jakarta Timur itu.

Ledakan itu terjadi karena ketidaksesuain antara titik didih heavy oil dan air. Secara alami kedua cairan itu memiliki titik bakar yang terpaut jauh, heavy oil mendidih pada suhu 300oC sedangkan air pada temperatur 100oC.

Ledakan ini menyebabkan terbentuknya butiran bahan bakar yang sangat kecil. Dengan kata lain menyebabkan makin mudahnya terjadi pembakaran dan terjadinya pembakaran pada suhu tinggi.

Demikian juga dengan emisi nitrogen oksida yang rendah diakibatkan oleh pembakaran pada suhu tinggi tadi.

Sampai saat ini metoda pencampuran bahan bakar ini terdiri dari tiga jenis yaitu pertama metoda pencampuran bahan bakar hanya dengan sistem mekanik.

Lalu metoda pencampuran bahan bakar dengan sistem mekanik dan menambahkan bahan aditif (organik) ke dalam bahan bakar. Dan yang terakhir metoda sistem mekanik dengan tambahan bahan inorganik.

Dari hasil penelitian metoda satu dan dua menunjukkan penurunan emisi nitrogen oksida, namun tidak memberikan hasil yang baik pada efisiensi pembakaran selain itu ditemukan beberapa masalah klasik a.l:

Terjadinya proses kohesi antara partikel air-bahan bakar yang menyebabkan air terpisah dari butiran bahan bakar pada saat proses pemanasan bahan bakar. Sehingga proses ledakan mikro tidak sepenuhnya dapat terjadi.

Sulitnya pengukuran kadar kekentalan, calorific power dan analisa atas komponen bahan bakar karena proses pemanasan menyebabkan pecahnya butiran bahan bakar-air.

Perawatan pipa bahan bakar dan ruang pembakaran yang sulit karena terjadinya oksidasi oleh air saat proses pembakaran selain itu konsentrasi asap menjadi lebih tinggi..

Bunga api terlihat lebih buruk dibandingkan dengan bahan bakar heavy oil biasa. Selain itu setelah proses pembakaran muncul lapisan deposit yang menempel pada dinding ruang bakar.

Peran Bahan Inorganik

Menurut pria kelahiran, Gisting, Lampung Selatan itu, inovasi terbaru yang menjanjikan adalah metoda ketiga, yaitu memasukkan bahan inorganik ke dalam campuran bahan bakar heavy oil-air

Komponen inorganik itu a.l sodium, magnesium, kalsium dan klorine. Emulsi yang dihasilkan oleh campuran ini menunjukkan performa yang lebih unggul dibandingkan dengan metoda satu dan dua.

Pada ini bahan bakar campuran dapat bertahan baik meski dilakukan pemanasan saat pra pembakaran maupun saat proses pembakaran.

Campuran bahan bakar heavy oil-air ini terdiri dari 485-608 gram sodium, 17-21 gram magnesium, 23-29 gram kalsium, dan 313-392 gram klorine yang ditambahkan pada 500-1.000 liter air dengan 10.000 liter heavy oil

Adanya tambahan aditif ini menghasilkan ukuran butiran bahan bakar menyerupai kapsul berisikan air dengan ukuran mulai 10-60 mikrometer.

Partikel air yang dibungkus oleh minyak hasil proses pencampuran ini dapat bertahan selama sepekan percobaan dan relatif stabil pada suhu 105oC. Dan ketika pemanasan dihentikan bahan bakar pun stabil pada suhu ruang antara 25-30oC.

Dalam penelitian laboratorium dan uji pada boiler. Banyak kelebihan yang didapat dari pemakaian bahan bakar campuran heavy oil-air ini, terutama dalam hal penurunan emisi NOx dan SOx.

Selain kerja mesin diesel dan boiler menunjukkan performa dan beroperasi dengan baik. Kadar asap yang dihasilkan dapat dikurangi karena pengaruh dari naiknya suhu bahan bakar saat terjadi pembakaran di dalam ruang bakar.

Tidak kalah penting adalah dapat ditekannya ongkos pemakaian bahan bakar, selain harga bahan bakar relative lebih murah juga spesifik konsumsi bahan bakar per kilowatt jamnya lebih rendah.

Nah, jadi masih berpikiran kalau minyak dan air adalah musuh bebuyutan?

1 Response to "Bahan Bakar Campuran Heavy Oil dan Air"

klo bisa buat bahan bkar yang murah kenapa gak buat rakyat miskin yang menderita akan tersiksa akan transportasi dan industri kecil….
buat hak paten dan pasarkan dibawah harga pemerintah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: