it’s about all word’s

Bius Play Station Bajakan

Posted on: February 21, 2008

Suatu sore di bilangan Kebon Jeruk, Eka Jaya Putera melarikan Mitsubishi Evolution nya ke arah Pulo Mas. Agak kesal rupanya dia dengan kemacetan yang terjadi di sepanjang sore itu.

“Kita lagi mau ngumpul-ngumpul dengan kawan lama semasa kuliah. Kalau tidak ngobrol soal teman perempuan ya main Play Station,” ujar arsitek muda itu sembari menunjuk ke bangku belakang.

Hampir dua jam lamanya setelah sibuk berkutat dengan kopling, gas dan rem. Akhirnya mobil berwarna perak itu sampai ke tempat tujuan. Sebuah rumah dengan arsitektur minimalis.

Di sana sudah menunggu dua kawan Eka, Andri dan Dharma, sang tuan rumah. Kalau Eka harus menyetir dari Kebon Jeruk. Maka Andri yang warga Bogor itu memilih untuk meminta izin pada istrinya yang saat itu masih tugas belajar ke Australia.

“Gimana ya. Setelah menikah kan bukan berarti main game juga berhenti. Toh dia {Tutik} juga sedang sibuk dengan penelitiannya,” tutur desainer grafis penggila Pro Evolution Soccer itu.

Game sepak bola itu sejatinya berjuluk Winning Eleven (WE) yang dikembangkan oleh Konami Computer Entertainment Tokyo. Game ini tersedia dalam beberapa platform: PS2, Xbox, PSP dan PC.

Dalam ruang tidur Dharma yang luas. Sudah siap sebungkus besar kacang, minuman ringan dan beberapa lembar rupiah akan menjadi teman bagi ketiga sahabat itu bermain PS hingga malam nanti bahkan hingga dini hari.

Giliran pertama Dharma akan bertarung dengan Eka. Keduanya langsung sibuk memilih tim yang akan dijagokan. Yang satu Persija, lainya Persebaya. Lho Persija dan Persebaya, kan?

Jangan kaget, sebab di Indonesia, versi modifikasi video game ini yang lebih populer. Jadi jangan heran kalau ada WE Liga Bank Mandiri, Tiger Cup, Liga Champion, Piala Dunia dan sebagainya.

“Wah kalau beli kaset yang asli, mahal banget. Dulu waktu masih gila main PS saya pernah nitip ke kawan di luar negeri. Harganya per CD Rp300 ribu-Rp400 ribu. Bandingkan dengan bajakan di Glodok hanya Rp5.000. Bahkan ada yang Cuma Rp2.000,” terang Danny Valldares alias alias Saddam.

Danny sendiri kemudian beralih ke game online Counter Strike dan membentuk klan (grup) XCN yang menjadi jawara di tingkat nasional bahkan di tingkat regional.

Alasan berbeda diungkapkan Eka, menurutnya hampir 99% keping permainan PS di Jakarta adalah bajakan yang tidak akan bisa dibaca oleh mesin original yang untuk tipe 35001 refurbish (rakitan) asli dengan perlengkapan harganya Rp3 jutaan.

Sementara yang rakitan Indonesia dihargai antara Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta. Dengan mesin murah meriah ini Anda bisa memutar seluruh CD permainan PS yang beredar di Indonesia.

“Saya pernah beli PS yang asli saat jalan-jalan ke Singapura. Eh setelah di bawa ke sini (Indonesia) malah tidak bisa memutar kaset yang dibeli di Glodok,” papar Eka sambil terus asyik mengarahkan Bejo Sugiantoro menggiring bola.

Singkatnya, tambah Eka, peredaran CD game bajakan ini hampir mirip CD film. Artinya baru seminggu di rilis di luar negeri maka akan sudah ditemui di dalam negeri. Bahkan untuk WE bisa ditemukan kurang dari seminggu.

Melihat aktivitas pembajakan di dalam negeri yang merajalela itu tak heran jika kemudian produsen video game jadi ogah untuk memasarkan produknya.

Tidak hanya Sony sebagai produsen PS. Nintendo (GameCube) maupun Microsoft (XBox) pun ogah memasarkan game tersebut. Pasalnya mesin game merupakan bisnis bernilai besar. Hingga 2004 saja penjualannya di AS diperkirakan mencapai US$10 miliar.

Ganasnya bajakan tersebut diakui dan dibenarkan Izak Jenie, direktur PT Jati Piranti Solusindo (Jatis), perusahaan yang dikenal sebagai penyedia isi program (content provider) yang juga sedang bersiap-siap menjadi pembuat game (game developer).

Pertumbuhan dunia video game di seluruh dunia sendiri sudah jauh melampaui angka pendapatan industri film. Tahun lalu saja industri game diperkirakan bisa meraup keuntungan US$34 miliar, sedangkan film hanya US$21,4 miliar.

Satu-satunya produsen mesin game yang cukup percaya diri memasukkan ke Indonesia adalah Sega yang hadir dengan Dreamcast 128 bit.

“Kalau yang satu ini meski sedikit tapi punya penggemar fanatik dan agak merepotkan untuk dibajak sebab tidak pakai kepingan tapi pakai stik ala Nintendo jaman 8 bit,”ujar Jaya.

Sementara itu Xbox 360 dengan perlengakapan satu stik, satu dvd game original saat ini harga tak kurang dari Rp4,6 juta. Namun produk anak perusahaan milik Bill Gates ini termasuk bandel untuk di bajak.
Gebrakan PS3

PlayStation 2 (PS2) adalah konsol video game kedua dari Sony, setelah PlayStation. Pengembangannya diumumkan pada April 1999, dan diedarkan pertama kali di Jepang pada 4 Maret 2000.

Versi AS dilepas pada 26 Oktober 2000. Di tahun pertama PlayStation 2 mengalami penjualan yang relatif sedikit, namun saat ini telah tumbuh menjadi konsol game paling populer– belum termasuk versi bajakannya–terjualnya 90 juta unit.

Tak heran saat ada berita akan diluncurkan generasi PS terbaru Playstation 3 bulan ini. Produsen-produsen lain lalu begitu kelabakan bahkan Nintendo sampai harus menurunkan konsol GameCube hingga US$99 alias kurang dari Rp100 ribu.

Pasar dalam negeri pun sudah mulai kasak kusuk. Para netter yang masuk golongan cracker sudah sibuk membahas tips-tips bagaimana mengoprek mesin PS3 yang diklaim akan dijual seharga US$300.

PlayStation 3 (PS3) adalah konsol video game berikutnya dari Sony Computer Entertainment yang akan bersaing dengan Nintendo Revolution serta Xbox 360.

Meski merupakan mesin terbaru, produsen PS3 menjamin mesin ini akan tetap mampu membaca permainan dari generasi sebelumnya. Selain itu konsol ini akan mendukung Application Programming Interface (API).

Dengan adanya API maka program yang ada di dalam konsol bisa beroperasi dengan program lain. Adanya API ini memungkinkan pengembangan produksi game ini.

Untuk mendukung kinerja PS 3, Sony menyematkan tipe processor yang bisa menghasilkan gambar, gerakan, ekspresi yang benar-benar realistis.

Peluncuran PS 3 sendiri menurut situs resmi Playstation juga akan disertai peluncuran generasi terbaru permainan paling populer saat ini yaitu Winning Eleven 10.

Sarana Pacaran Murah

Wabah Playstation memang tak kalah dibanding wabah flu. Di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, Tak sulit untuk menemukan tempat peminjaman yang menyediakan permainan ini.

Maklum permainan ini selain menghibur dan menantang, juga diakui merupakan permainan yang digarap dengan tingkat ketelitian sangat tinggi alhasil tampilannya pun sangat mirip dengan kondisi nyata dan terasa realistis.

Tak heran, pembalap kelas dunia di ajang Formula 1 dan GP Motor macam Juan Pablo Montoya dan Valentino Rossi pun memanfaatkan Playstation untuk mempelajari karakter sirkuit tempat mereka akan beradu kemampuan.

“Kalau dihitung-hitung dalam seminggu maka hampir setiap malam, satu jam sepulang kerja pasti saya main Playstation. Istilahnya pengantar tidur. Yang tidak paling sabtu dan minggu,” ujar Feldani Effendy.

Pria kelahiran Medan itu memulai karir bermain video game sejak tahun 1980-an a.l Atari, Nintendo, Sega 16 Bit, Sony PS 1 lalu PS 2. “Saya pernah mencoba Microsoft Xbox 360. Tapi kasetnya kasetnya tidak familier dan permainanya tidak variatif.”

Menurut pria yang biasa disapa Deni itu, dia termasuk penggemar fanatik permainan yang mengumbar kecepatan alias balap mobil seperti Need For Speed: Most Wanted, F1 dan Grand Tourismo.

Untungnya pria yang kini berlabuh di Front Page Public Relations itu memiliki pacar yang juga gila main PS. “Hanya saja pacar saya termasuk penggemar permainan yang horor-horor.”

Uniknya gara-gara memiliki kesamaan hobi main PS. Akhirnya kedua pasangan yang sudah pacaran cukup lama itu kemudian menjadikan Playstation sebagai sarana pacaran yang murah.

“Aktivitas pacaran di Jakarta itu termasuk mahal. Kalau tidak makan ya nonton. Habis makan pasti nonton. Kalau nonton pasti harus makan. Nah kalau main PS kan murah. Cukup di rumah makan tinggal memanfaatkan delivery services,” ujarnya sembari terkekeh.

Produk Bajakan

Jebolan Universitas Prof. Dr.Moestopo (Beragama) ini seperti penggemar PS pada umumnya di Indonesia cenderung tak terlalu mewajibkan diri dengan produk asli non bajakan.

Sudah menjadi rahasia umum hampir seluruh keping film, program komputer dan permainan PS yang beredar di tanah air ini adalah produk bajakan yang satu buahnya bisa dibeli dengan harga Rp5.000-Rp10.000.

Hal yang sama juga berlaku pada mesin pemutar PS rakitan dalam negeri yang harganya jauh lebih murah dibandingkan yang asli. Menurut Deni, selain murah produk tersebut termasuk awet.

Tetapi, lanjutnya, keawetan komponen PS lokal tersebut bisa jadi karena hanya digunakan oleh satu orang saja. Dia membandingkan dengan kondisi mesin dan stik Nintendonya yang sering rusak karena sering digunakan beramai-ramai.

“Biasanya saya melihat-lihat di internet permainan PS terbaru apa yang ada. Lalu tinggal cari bajakannnya di Mal Ambassador, Kuningan. Hari gini mana ada yang versi asli. Saya malah tidak tahu mesti mencari kemana keping permainan PS yang asli,” ujarnya.

Yang jelas menurut dia, permainan PS harus diakui kini bukan monopoli anak-anak. Bermain PS kini adalah bagian dari gaya hidup bagi generasi masa kini dari segala lapisan umur.

2 Responses to "Bius Play Station Bajakan"

saya punya cerita.saya sering beli games ps1 di depan sekolah saya(saya masih sd).harganya,dulu saya kelas 1 4000,sekarang 5000.tapi,kebanyakan itu bajakan.soalnya,kalo asli,di kelilingnya ada tulisan USSR.itu yang asli,tapi yang palsu ada tulisan DEVU.makanya,kalo mau beli,saya cari yang ada tulisan USSRnya.

membajak juga bagian dari perlawanan pada kapitalis AS hahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: