it’s about all word’s

Catatan HAM di Indonesia

Posted on: February 21, 2008

Judul : Keamanan Mengalahkan Kebebasan
Catatan HAM 2004
Editor : Al Araf dkk
Penerbit : Imparsial, Januari 2006
Tebal : 103 halaman

Judul : Perlindungan Terhadap Pembela
Hak Asasi Manusia
Penulis : Al Araf dkk
Penerbit : Imparsial, Desember 2005
Tebal : 129 halaman

Masalah keamanan memang bak pedang bermata dua. Satu sisi rentan dijadikan alat untuk melanggengkan kepentingan penguasa, sisi lain terletak pada kebutuhan rasa tenang masyarakat.

Tarik menarik kepentingan ini akan makin kuat saat rezim otoriter berkuasa. Sebut saja saat Sukarno dan Suharto berkuasa. Keduanya memiliki sejarah kelam menjadikan kata keamanan demi kepentingan kekuasaan dan persatuan bangsa.

Pada sisi lain, sejarah kelam yang tertoreh itu juga jadi bukti keteguhan prinsip mereka terhadap arti menegakkan aturan sebuah negara. Keduanya sama-sama keras melibas gerakan kiri maupun kanan.

Pemberontak macam DI/TII, PKI sampai PRRI habis dilibas. Hasilnya, boleh dibantah atau diamini. Indonesia tetap utuh sebagai negara kesatuan. Pada jaman Suharto, keamanan sebagai syarat lancarnya roda ekonomi paling berhasil diberikan.

Sayangnya pendekatan keamanan ala perang yang dijalankan Suharto dan L.B Moerdani justru menjadi rezim yang menindas rakyat. Hingga timbul anekdot, tembok pun bisa mendengar.

Saat itu, suara miring dari rakyat hingga lapisan terbawah dan terpencil pun bisa terdengar. Aktivis LSM dan mahasiswa pun bisa saja ‘hilang’ sewaktu-waktu. Media pun bisa sedemikian permisif berkat budaya telpon dari penguasa.

Pasca mundurnya Suharto dan naiknya teknokrat Habibie, kondisi keamanan Indonesia jatuh pada kondisi yang paling menyedihkan dan berujung dengan lepasnya Timor-Timur.

Tampilnya Gus Dur dan Megawati juga tak membantu. Justru di bawah kepemimpinan keduanya, Indonesia menjadi ladang subur garapan teroris garis kanan menebarkan maut.
Keduanya bahkan memanfaatkan alasan keamanan dengan langkah populis. Gus Dur mengamini pisah ranjangnya polisi dari tentara. Sedang Megawati meneken Amandemen UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan RUU Intelejen.

Hasilnya di jaman Gus Dur terjadi kegamangan keamanan nasional. Karena perceraian itu, baik polisi maupun tentara sering bertindak nanggung. Satu sisi tidak ingin dinilai campur tangan urusan lembaga lain, di sisi lain masyarakat butuh aparat bertindak secepatnya.

Sementara di jaman Megawati, berkat kebijakannya kasus lenyapnya aktivis makin sering terjadi dengan berbagai alasan. Kasus kekerasan pada nada ketidaksetujuan yang dulu sering tertutup malah makin mudah dipertontonkan.

Menurut kedua buku terbitan Imparsial ini naiknya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden sejak awal oleh para aktivis pembela HAM tidak akan memberikan angin segar. Hal itu terlihat dengan tidak menjadikan penyelesaian kasus pelanggaran HAM dalam Agenda 100 harinya.

Sikap itu makin diperkuat dengan sikap inkonsistensi SBY dalam penuntasan kasus pembunuhan Munir, yakni dengan dipangkasnya kewenangan Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir dan ditolaknya beberapa tokoh penting dalam penyelesaian kasus tersebut.

Bukti makin menguat gaya pendekatan keamanan ala Orde Baru yang sering kali terdengar konyol adalah pelarangan pemutaran film dokumenter bertema hak asasi manusia dalam Jakarta International Film Festival (Jiffest) beberapa waktu yang lalu.

Saat itu film Garuda’s Deadly Upgrade karya kolaborasi jurnalis Australia David O’Shea dan Lexy Rambadeta (Indonesia) tentang kasus aktivis Munir dilarang diputar oleh Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia.

Meski melarang, saat dicecar pers, Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia, Titi Said justru tergagap dan menunjuk agar menanyaka pada kelompok penyensor yang terdiri dari Polri, TNI, BIN, dan Bais. Kalau sudah begini dimana letak keamanan yang humanis itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: