it’s about all word’s

Change Maker Awards

Posted on: February 21, 2008

Tak ada yang pasti selain perubahan

Selagi berada dalam kondisi mapan berkecukupan, cepatlah berubah. Jangan sampai langkah perubahan diambil pada kondisi sudah di tepi jurang kemelaratan. Selain sulit, tidak mudah untuk melakukan perubahan tersebut.

Pernyataan tersebut terungkap pada diskusi terbuka yang mengawali acara Anugrah Pembuat Perubahan 2005 yang diselenggarakan oleh Change Makers Society dan Program Studi Ilmu Manajemen Pasca Sarjana UI.

Tercatat nama almarhum Raja Ubud, Tjokorda Gde Agung Sukawati dan almarhum Cacuk Sudarijanto. Keduanya dianggap berjasa dalam menciptakan perubahan yang bersifat berkelanjutan, mendasar dan memperbaharui kesejahteraan masyarakat.

Meski begitu, pada umumnya tokoh-tokoh pembuat perubahan harus mengalami suasana yang sulit, penuh keterbatasan dan terus bergerak tanpa ada dukungan nyata dari lingkungannya.

“Sebab manusia secara alami selalu merasa nyaman dan aman dengan kondisi mapan yang sedang dia nikmati. Alhasil, penikmat kemapanan itulah yang menjadi batu sandungan terbesar para tokoh pembuat perubahan,” Rhenald Kasali, ujar Ketua Program Pasca Sarjana Ilmu Manajemen UI, Kamis lalu.

Padahal tokoh pembuat perubahan tersebut selalu memulai langkahnya hanya bermodalkan kesungguhan, keberanian, kreativitas menembus berbagai hambatan dan yang terutama adalah kejujuran.

Namun, laiknya pohon yang sekedar mengikuti arah angin berhembus. Para pecinta kemapanan itu cenderung untuk mengekor pada keberhasilan yang telah di tempuh oleh tokoh pembuat perubahan tersebut.

Ditempat yang sama Founder layanan kesehatan Bersih Sehat, Hariono diperlukan sikap yang kuat untuk terus yakin pada pilihan yang telah diambil dan yang sedang dijalankan.

“Saya sempat dikatakan gila saat mengundurkan diri dari tempat kerja di Pemda DKI dan memilih meniti bisnis layanan kesehatan Bersih Sehat. Namun setelah berhasil, banyak orang yang mencibir lalu meminta arahan saya,” paparnya.

Di sisi lain pun, cukup banyak tokoh pembuat perubahan yang harus gagal di tengah jalan bahkan mati demi keyakinan perubahan yang dia anut. Sebut saja Gandhi, Martin Luther King, Abraham Lincoln hingga Munir.

Sebaliknya banyak pula tokoh perubahan yang berhasil dengan perubahan yang dia perjuangkan namun akhirnya setelah menikmati hasil dari perubahan tersebut—sang tokoh itu—justru berubah menjadi tiran yang menghalangi adanya perubahan.

“Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan adanya kesadaran untuk selalu mawas diri setiap kali melakukan inovasi. Selain itu kita harus terus belajar pada perubahan tersebut,“ papar Irwan Hidayat, Presiden Direktur PT Sidomuncul.

Irwan memberikan contoh kiprahnya untuk mengubah kondisi stagnan industri jamu miliknya. Dia menuturkan butuh waktu selama 16 tahun hanya untuk sadar dan mengerti alasan mengapa industri jamu tidak mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Setelah menemukan alasan itu, lanjutnya, sekitar lima tahun untuk memperbaiki dan menumbuhkan kepercayaan masayarakat. Tentu saja perubahan yang diajukan olehnya dipertanyakan oleh kolega dan kalangan regulator.

Melangkah untuk berubah

Tentu saja untuk menjalankan manajemen perubahan, diperlukan seorang change makers. Sebab mereka yang mampu melihat perubahan, bergerak—termasuk menggerakkan orang-orang di sekelilingnya untuk bergerak– serta menyelesaikan perubahan itu sampai tuntas.

Jika mereka seorang pemimpin, diwajibkan memiliki pandangan yang visioner, dapat memilah informasi, tahu kapan saatnya berubah, serta menganalisis informasi untuk mengambil keputusan

Menurut Direktur Utama PT Telkom Tbk, Kristiono, sosok Cacuk adalah profil nyata tentangan individu yang yakin akan langkah-langkah perubahan yang diambil. Hasilnya memang tidak serta merta namun berimbas nyata pada Telkom hingga saat ini.

“Perubahan yang diambil Pak Cacuk memang masih terus terasa hingga saat ini. Meskipun tentu saja saat beliau melakukan perubahan itu, banyak pihak yang merasa tidak nyaman,” ujarnya.

Pasalnya, langkah pertama yang dilakukan Cacuk adalah menyentuh masalah keuangan Telkom yang amburadul namun dinikmati oleh oknum-oknum di tubuh perusahaan berstatus BUMN itu.

Berbeda dengan Cacuk yang mengubah budaya Telkom karena tuntutan jabatannya selaku direktur utama PT Telkom periode 1988-1992. Raja Ubud, Tjokorda Sukawati justru melakukan perubahan radikal di Ubud sebagai bagian dari kewajiban dan tanggung jawabnya kepada rakyat dan Tuhan.

“Saat ayah melakukan perubahan tersebut yang ada di benaknya hanyalah melaksanakan yadnya (kewajiban) baik kepada rakyat, lingkungan maupun kepada Tuhan. Tidak ada niatan untuk mencari penghargaan,” ujar putra Raja Ubud, Tjokorda Oka Sukawati.

Lihat saja, langkah yang ditempuh Tjokorda Sukawati dengan mendatangkan pelukis terkenal macam Walter Spies, Rudolf Bonnet, Arie Schmidt, Hanz Snell, Antonio Blanco hingga Affandi untuk menularkan ilmu mereka pada pelukis Ubud.

Konon, sebelum kedatangan para pelukis-pelukis hebat itu, lukisan seniman Ubud terbatas hanya pada tema-tema yang lazim ditemui pada epos Mahabarata dan Ramayana. Kini berkat sentuhan para pelukis tersebut, pelukis Ubud mampu menampilkan karya yang sangat ekspresif dengan multi tema.

Alhasil eksotisme Ubud—yang lalu diadopsi seluruh pelosok Bali–dapat dinikmati oleh khalayak yang lebih luas, bahkan menjadi magnet bagi turis manca negara untuk mengunjungi Bali.

Tentu saja, tidak akan ada yang menyangka perubahan itu akan mengubah seluruh hal yang selama ini menjadi hal-hal yang sudah dianggap pasti. Karena di dunia ini tak ada yang pasti selain perubahan. Jadi segeralah berubah.

21/4/05

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: