it’s about all word’s

Dan Brown: Lovely reader and writer

Posted on: February 21, 2008

Buku-buku Favorit Dan Brown

Tahun ini diakui atau tidak menjadi milik penulis buku kontroversial The Da Vinci Code, Dan Brown yang berhasil menggusur popularitas JK Rowling, penulis buku seri Harry Potter yang menjadi buku paling laris tahun lalu.

Tidak hanya sukses menjual jutaan buku ke seluruh penjuru dunia dan membuat umat Kristiani kebakaran jenggot karena isi novelnya yang mempertanyakan nilai-nilai tradisional kekristenan yang menjadi tiang iman selama ribuan tahun.

Sebut saja tentang Yesus mengawini Maria Magdalena, Raja Konstantin Agung penyembah berhala, Biara Sion, Opus Dei, Knight Templar, Rosslyn Chapel, misteri Rennes-le-Chateau dan masih banyak lagi tema-tema yang menggelitik.

Kehebohan menjadi-jadi karena buku itu lalu difilmkan oleh Columbia Picture dan mencetak boxoffice di banyak negara jauh melampaui film kontroversial The Last Temptation of Christ (1988), karya sutradara kondang Martin Scorsese.

Atau film Stigmata karya sutradara Rupert Wainwright yang mengangkat isu tentang ajaran Yesus dalam Injil Thomas dan gulungan Nag Hamad–ditemukan di Laut Mati tahun 1945–yang dipercayai sebagai karya terakhir Yesus.

Dibalik itu ternyata pria kelahiran 22 Juni 1964 itu memiliki beragam buku bacaan yang bisa membuat orang kagum dan tidak akan menyangsikan kemampuannya menulis sebuah novel yang sedemikian cerdas.

Seperti dikutip dari situs resminya, anak tertua dari tiga bersaudara itu sedikitnya memiliki 10 bacaan favorit beberapa memang merupakan karya sastra yang membuat dia terpacu membuat novel yang menarik.

Sebut saja Of Mice and Men (John Steinbeck), Gödel, Escher, Bach (Douglas Hofstadter), Kane and Abel (Jeffrey Archer), Plum Island (Nelson DeMille) dan Much Ado About Nothing (William Shakespeare).

Sementara lima buku yang lain adalah buku-buku yang mempengaruhi daya khayalnya sehingga memunculkan kisah thriller, tokoh detektif, teka-teki simbol, permainan kata-kata dan sosok ahli pemecah kode Robert Langdon.

Buku-buku tersebut a.l The Bourne Identity Series (Robert Ludlum), Codes Ciphers & Other Cryptic & Clandestine Communication (Fred Wrixon), The Puzzle Palace (James Bamford), The Elements of Style (Strunk and White) dan Ambigrams and Reflections on the Art of Ambigrams (John Langdon).

“Menurut saya seniman dan filsuf John Langdon adalah salah satu orang jenius. Bukunya telah mengubah cara berpikir saya tentang simbol, seni dan seluruh hal,” ujar pria kelahiran Exeter, New Hampshire itu.

Meski begitu, Brown mengakui buku The Da Vinci Code merupakan gabungan dari gaya penulisan deskripsi John Steinbeck, jalan cerita Robert Ludlum dan permainan kata-kata milik Shakespeare.

Toh dibalik segala kesuksesan itu, nama besar Dan Brown sempat tercoreng gara-gara tuduhan penjiplakan ide dari penulis buku Holy Blood, Holy Grail, Michael Baigent, Richard Leigh dan Henry Lincoln.

Untung saja Pengadilan Tinggi London yang dipimpin Hakim Ketua Peter Smith memenangkan Brown yang beralasan baru membaca buku Holy Blood, Holy Grail setelah mengirim sinopsis Da Vinci Code kepada penerbit Random House yang menerbitkan buku itu dua dasawarsa lalu.

26/5/2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: