it’s about all word’s

Dari rumah sampai Israel

Posted on: February 21, 2008

Natal dirayakan dengan berbagai kegiatan oleh umat Kristiani, tidak terkecuali kalangan eksekutif yang merayakannya sambil berlibur.

Bagi umat Kristiani Natal dirayakan dengan meriah sebagai ungkapan syukur lahirnya Yesus Kristus sang penebus dosa umat manusia.

Meski hingga detik ini tanggal pasti Natal masih terus menyimpan misteri dan kontroversi (ada gereja yang merayakannya 25 Desember, ada pula yang meyakini 6 Januari), toh, apapun perdebatan yang dihadirkan dengan beragam teori, Natal tetap hadir dengan segala keriangannya. Ada pohon terang, Sinterklas, kado, pesta, misa syukur dan tawa untuk keluarga.

Tentu banyak uang yang lalu dimanfaatkan para pebisnis untuk mengambil untung dari keriangan Natal. Mulai dari hadiah, paket merayakan Natal di hotel, perjalanan di dalam atau ke luar negeri.

Salah seorang yang rajin memanfaatkan Natal sekaligus sebagai waktu berlibur bersama keluarga adalah Ryan Kiryanto, ekonom PT Bank BNI (Persero) Tbk yang tiap akhir tahun bersama istri dan ketiga putra-putrinya selalu mengambil paket berlibur ke Bali.

“Tapi tahun ini beda. Mereka [anak-anak] minta ke Singapura atau Sydney. Tapi tahun ini kami pasti ke Singapura,” ujarnya.

Ada pula yang ingin merasakan nuansa berbeda. Sebut saja Lans Brahmantyo, bos Afterhour Group, yang mengaku ketagihan dengan suasana Natal di Timur Tengah.

Tahun ini giliran anak bungsunya yang tengah berusia sembilan tahun, Luigi yang akan mengunjungi Timur Tengah, Israel, dan Yordania bersama nenek dan tantenya.

Diyakininya ziarah ke tempat suci akan mempertebal iman anak bungsunya. “Selain dia suka travelling, ziarahnya juga penting.”

Menurut Lans, biaya US$2.500 per orang untuk ziarah ke Timur Tengah sebanding dengan pengalaman batinnya dalam merayakan Natal.

Ada juga yang justru lebih suka merayakan Natal bersama keluarga di rumah. Sebut saja bos penerbitan Atmo Group, Arswendo Atmowiloto yang mengaku sebagai orang kolot.

“Saya selalu beranggapan Natal harus dirayakan malam hari bersama keluarga besar di rumah, tempat saya bersama istri bisa berkumpul bersama anak dan cucu,” tuturnya.

Bicara soal Natal, Wendo punya pengalaman yang sangat berkesan dan akan selalu dikenang seumur hidup, yaitu saat merayakan Natal di penjara Cipinang 15 tahun silam. Alumnus program penulisan kreatif di Iowa University, AS, ini sempat lima tahun masuk bui.

Natal di tahun pertamanya dihabiskan dalam keheningan karena dia menempati sel isolir. Baru pada 1992 dia bersama rekan-rekannya boleh merayakan malam Natal di ujung malam.

“Aturan penjara jam 18:00 semua tahanan sudah masuk ruangan. Untuk jaminan ada kesepakatan pada penjaga kalau ada yang kabur silakan langsung ditembak mati saja.”

Hal yang sama dilakukan konsultan manajemen Th Wiryawan yang memilih Natal sebagai saat untuk meningkatkan kadar spiritual ketiga anaknya. “Karena ketiganya bersekolah di Singapura, Vietnam dan Prancis, maka Natal adalah waktu yang tepat untuk mengumpulkan mereka.”

Paket tur

Di satu sisi naiknya harga tiket pesawat akibat meroketnya harga bahan bakar berimbas pada sepinya peminat paket Natal dan tahun baru ke Bali.

“Trennya lagi sepi. Turunnya mencapai 50%. Tetapi ini juga akibat kebiasaan orang Indonesia yang suka punya rencana mendadak. Selain itu harus diakui saat ini paket ke Bali cukup mahal,” tutur Direktur Sales Marketing Wita Tour Rudiana.

Tak heran jika kemudian Wita Tour bersikap realistis dengan memasang target tidak setinggi tahun lalu. Itu pun disertai dengan beragam tawaran servis yang menarik.

Singapura–yang tahun ini membidik sedikitnya 3.000 turis Indonesia-juga ketiban apes, dengan lesunya kunjungan wisatawan Natal asal Indonesia ke Negeri Singa ini.

Data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Batam menyebutkan tingkat hunian hotel di dalam kota yang biasanya pada saat normal bisa mencapai 90% kini sudah melorot pada kisaran 60%-70%. Sedangkan okupansi di resor hotel pun anjlok drastis tinggal 30%.

Tak heran segudang cara dilancarkan, salah satunya dengan membuka program menyeberang Batam-Singapura gratis yang berlaku 17 Oktober 2005 hingga 1 Januari 2006.

Agar makin mulus, Singapore Tourism Board lalu menggandeng biro perjalanan wisata di 10 kota a.l Pekanbaru, Palembang, Jambi, Pontianak, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Bandung.

Juga sedikitnya 55 biro perjalanan wisata dan empat penerbangan nasional seperti Merpati Nusantara Airlines, Lion Air, Batavia Air, dan Riau Airlines.

Sebaliknya, liburan ziarah ke Eropa hingga Timur Tengah justru laris manis diserbu peminatnya. Salah satu pemain besar di jasa perjalanan ziarah ini, Ritz Tour bahkan sampai harus menolak pesanan.

“Sudah penuh! Kebetulan momennya Natal dan tahun baru. Bahkan sampai harus menolak peminat,” ujar Vina, petugas reservasi Ritz Tour.

Menurut dia, tahun ini paket yang ditawarkan sama larisnya dengan tahun lalu. Untuk menampung peziarah itu, Ritz Tour sampai menggandakan jumlah peserta per grup.

Padahal untuk ikut perjalanan tak murah. Tercatat yang paling murah adalah kunjungan ke Mesir-Jerusalem seharga US$1.499 hingga US$1.799 per orang untuk kunjungan delapan hingga 11 hari.

Sementara paket termahal adalah kunjungan Fatima Lourdes-Medjurgorje selama 16 hari seharga US$2.879 per orang.

Tapi berapa pun besarnya uang yang dikucurkan untuk Natal semuanya kembali pada makna Natal yang ingin diraih.

*Bisnis Indonesia Edisi: 25/12/2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: