it’s about all word’s

Dradjat Hari Wibowo

Posted on: February 21, 2008

Mata rusak karena baca Kho Ping Hoo

Dalam jagad buku cerita silat tanah air, nama Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo merupakan tokoh pencipta candu baca bagi penggenarnya. Salah satunya Dradjat Hari Wibowo.

Mantan Komisaris Independen BNI dan Anggota Komisi XI DPR ini bahkan bisa melahap tuntas setumpuk kisah silat Kho Ping Hoo yang satu serinya empat puluh jilid hanya dalam tempo semalam saja.

“Itu terjadi saat saya di bangku Sekolah Dasar. Baca Kho Ping Hoo terus sambil tiduran. Karena tidak enak kalau berhenti, jadinya bacanya begadang. Hasilnya mata saya tambah rusak dan sekarang jadi seperti ini,” ujarnya.

Maklum pesona Lu Kwan Cu, Kam Bu Song, Suma Han, Kao Kok Cu, atau Wan Tek Hoat dan Putri Syanti Dewi, Cia Keng Hong, Cia Sin Liong, Ceng Thian Sin, Tang Hay, Bu Kek Siansu dan Pedang Kayu Harum memang terlalu memikat.

Untung kegilaan membaca pria kelahiran Surabaya ini kemudian disalurkan pada buku-buku yang lain. Mulai dari novel hingga ilmu pengetahuan, buku agama hingga ekonomi.

Hasilnya selain koleksi buku pria ini sangat beragam khasanah pikirnya pun semakin luas. Hal ini memudahkannya menamatkan pendidikan sarjananya di IPB untuk kemudian berkarir sebagai peneliti senior di Center for Policy and Implementation Studies (CPIS).

Disela-sela karirnya di CPIS, Drajad mendapat kesempatan mengambil gelar master di University of Queensland. Pulang dari negeri Asia Putih itu, dia berkarir sebagai direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Rajin belanja buku

Berbeda dengan kebanyakan penggila buku yang suka fanatik pada karya penulis dan topik bacaan tertentu, Drajad justru sangat suka melahap perbedaan pemikiran dari para penulis terhadap topik yang sama.

“Dari beragam cara pandang tersebut saya justru mendapatkan sisi lain dari permasalahan yang dibahas. Misalnya saya tidak setuju dengan liberalisasi tetapi saya tidak anti dengan pemikiran itu,” papar pria yang juga hobi musik, bahkan sudah meluncurkan album pop rock bertajuk ‘Beri Kesempatan’ ini.

Sayangnya kesibukannya sebagai anggota DPR membuat aktivitas bacanya berkurang drastis. Maklum posisinya sebagai ekskutif menuntutnya lebih mendalami beragam peraturan dan undang-undang.

Meski begitu konsultan UNDP dalam sebulannya pria ini tetap rajin belanja buku. Tak hanya di dalam negeri. Setiap berkesempatan keluar negeri, bertumpuk buku selalu diborongnya.

“Honor kerjaan dari luar negeri kan lumayan jadi kalau soal jumlah belanja buku di luar negeri banyak lah. Soalnya nanti diuber-uber pihak pajak,” paparnya sambil tertawa berderai.

Salah satu alasan dia memburung buku-buku di luar negeri karena buku-buku karya penulis dalam negeri karena umumnya lemah dalam hal studi literatur, selain terbatas kebaruannya pun kurang.

Hal itu terjadi karena harga buku mahal, kondisi perpustakaan di Indonesia sangat memprihatinkan. Hasilnya untuk mencari jurnal terbaru sebagai referensi, Drajad harus terbang ke Singapura.

Salah satu jalan yang diusulkan Drajad adalah tidak menerapkan undang-undang hak cipta bagi buku agar harga buku murah. “Setidaknya budaya baca buku tercipta di masyarakat.” Wah setuju pembajakan dong!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: