it’s about all word’s

Hidup Tanpa Tembakau

Posted on: February 21, 2008

Untuk sebagian pria dan perempuan, menenteng rokok atau menghembuskan asap dari bibir sudah menjadi pelengkap penampilan, menunjang kepercayaan diri atau wujud relasi sosial.

Beberapa malah merasa lebih gagah kalau di bibir mereka nangkring sebatang rokok. Sedang bagi para bos lain lagi, gengsi sosial akan makin terdongkrak kalau sudah menyedot cerutu.

Padahal pada 2000 bersama penyakit AIDS, konsumsi tembakau dalam bentuk rokok menjadi salah satu penyebab kematian yang paling cepat di dunia. Badan Kesehatan Dunia, WHO, memperkirakan sampai 2020 tembakau akan menyebabkan 8,4 juta kematian setiap tahunnya.

Menurut Depkes RI, 70% angka kematian akibat tembakau tersebut terjadi di Asia karena pesatnya peningkatan penggunaan tembakau dan pada 2020 akan mencapai 4,2 juta orang.

Hal ini diperkuat hasil riset Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2006 yang dilakukan Dr. Tjandra Yoga Aditama yang dilakukan di Jakarta, Bekasi dan Medan. Hasilnya 22% remaja Indonesia adalah konsumen dan berpotensi besar menjadi pecandu rokok.

The Framework of Convention on Tobacco Control (FCTC) yang menjadi dasar hukum internasional yang kuat untuk mengontrol peredaran tembakau dan rokok di seluruh dunia.

Dalam konvensi tersebut, ditandatangani ketentuan yang terkait dengan masalah rokok, termasuk larangan penjualan rokok bebas di sembarang tempat, khususnya kepada remaja berusia di bawah 18 tahun.

Untuk Indonesia penerapan konvensi itu tampaknya masih butuh waktu lama, hal ini disebabkan antara lain oleh situasi dilematis, dimana industri rokok menjadi penyerap tenaga kerja.

Dan yang terpenting cukai rokok menjadi tulang punggung penerimaan negara. Data Bisnis mendapatkan sejak tahun 1989 sumbangan cukai rokok Rp1,48 miliar pada APBN dan terus melonjak hingga mencapai Rp36 miliar pada RAPBN 2006.

Hasilnya hari anti tembakau sedunia yang jatuh pada 31 Mei dan Perda DKI Jaya No.2 tahun 2005 tak terlalu efektif dan masih kalah dibandingkan langkah Thailand atau Iran.

Pemerintah Thailand bahkan mewajibkan agar produsen rokok mencantumkan foto korban rokok sedang Iran lebih tegas lagi yaitu mengharamkan rokok.

Sulitnya berhenti madat

“Saya ini dulu perokok berat. Tapi berhenti total karena mengandung anak pertama. Meski sudah lama tidak merokok sampai sekarang kalau melihat orang merokok masih ngiler,” ujar Wanda Hamidah di sela-sela ulang tahun Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), pekan ini..

Menurut mantan aktivis 1998 dan aktris yang kini jadi bos di Indo-PR itu cara terbaik berhenti merokok adalah motivasi dari dalam diri si perokok. Sebab ketergantungan merokok adalah persoalan emosional.

Hal yang sama juga diakui Gubernur Sutiyoso yang sampai linglung selama sepekan saat mulai serius berhenti merokok setelah putri keduanya, Yessy meminta hal itu sebagai hadiah ulang tahunnya.

Tak berbeda jauh dengan Sutiyoso adalah pengalaman berhenti rokok Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Presiden Soeharto, Fuad Hasan yang sejak muda dikenal sebagai perokok berat.

Keputusannya berhenti total merokok bukan karena dilarang dokter atau karena berbagai penyakit akibat rokok tetapi karena sikap cucu dan anak-anaknya yang tidak suka dirinya merokok.

Namun langkah paling berani dan mengagetkan adalah yang ditempuh Sutiyoso yaitu mengeluarkan Peraturan Gubernur No 75 tahun 2005 yang lebih dikenal sebagai Perda larangan merokok di tempat-tempat umum.

“Ancaman bahaya rokok juga mengancam kesehatan perokok pasif atau orang-orang yang berada di sekitar perokok. Karena itulah kawasan tanpa rokok diperlukan sebagai usaha mengurangi dampak polusi rokok bagi mereka yang tidak merokok,” tutur dia.

Menurut artis Peggy Melati Sukma sudah seharusnya aturan melarang merokok di tempat umum ini diterapkan. Paling tidak hal itu akan membantu untuk mengurangi kecanduan akan rokok

Peran serta perempuan

Menurut Presiden komisaris PT Generasi Cipta Arta Media dan Komisaris PT Jelita Puspa Indonesia, Sendy Yusuf perempuan harus aktif dalam kegiatan penyadaran orang terhadap bahaya asap rokok.

“Biaya pengobatan bagi penderita sakit akibat efek merokok itu tiga kali lebih besar dari biayanya membeli batang demi batang rokok,” ujar humas organisasi WITT itu.

Tidak heran jika sikap anti rokok Sendy menurun pada anak-anaknya yang akan menegur para tamu yang dengan sengaja menyalakan batang rokoknya kala bertandang ke rumah mereka..

Sementara itu menurut salah satu pendiri WITT, Dewi Motik Pramono alasan mengapa WITT menekankan gerakan ini pada perempuan adalah karena perempuan paling dekat dengan anak-anak.

“Dengan menyadarkan perempuan akan bahaya merokok, berarti turut mencegah anak-anak mengenal rokok sejak dini,” ujar dia.

Meski memakai nama Wanita, tidak berarti anggota WITT selalu perempuan. Menurut Motik banyak juga pria yang jadi anggota WITT, sepanjang punya komitmen membatasi pemakaian tembakau dan mengampanyekan bahaya merokok.

WITT dirikan bersama sembilan teman perempuannya seperti Nusandari Retno Widyastuti, Etty Setiawan Djody, Mia Hanafiah, Nina Akbar Tandjung, Enny Soekamto, dan Inti Subagyo.

Mereka adalah anggota Yayasan Jantung Indonesia yang kemudian mendirikan WITT karena prihatin melihat luasnya pemakaian rokok.

Tentu saja tak mudah menjalankan kampanye anti tembakau ini sebab organisasi non profit ini tentu saja butuh pengorbanan waktu, tenaga, bahkan uang yang jumlahnya tidak sedikit.

Untung saja langkah WITT didukung banyak artis dan tokoh politik saat menjalankan program advokasi bahaya merokok ke berbagai tempat.

Organisasi ini juga bekerja sama dengan Komisi Nasional Penanggulangan Masalah Merokok (Komnas PMM) yang beranggotakan 27 lembaga swadaya masyarakat bidang kesehatan dan perlindungan konsumen.

Bila WITT lebih fokus pada pendidikan masyarakat mengenai bahaya merokok, Komnas PMM lebih mengarah pada usulan kebijakan kepada pemerintah.

Toh meski rokok mulai dimusuhi nyatanya iklan rokok masih dengan mudahnya nampang di mana-mana. Tidak hanya di televisi, majalah dan tablid tetapi di spanduk dan terpampang di jalan-jalan strategis di Jakarta.

28/5/2006

2 Responses to "Hidup Tanpa Tembakau"

Bagaimana yah caranya jadi anggota WITT? orang awam boleh ga jadi anggota WITT?

salam..

saat ini saya menjual CD cara berkebun tembakau yang benar, hanya dengan harga 60 ribu/CD (sdh msk ongkos krm). CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknya langsung di lapangan. dan ada juga buku panduannya (berwarna + bergambar) harga 60 ribu.

jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.

terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: