it’s about all word’s

Hubungan Perdagangan RI-Australia

Posted on: February 21, 2008

Perdagangan Indonesia-Australia terhambat sejumlah tantangan

Kerjasama antara Indonesia dan Australia yang terus meningkat pernah diutarakan oleh Imron Cotan dalam Pidato Kuasa Usaha Ad. Interm RI Untuk Australia dan Vanuatu pada Upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI Ke 58 tahun di Canberra, tahun 2003.

Disebutkan total perdagangan bilateral ke dua negara mencapai puncaknya tahun 2002 yaitu sebesar Aud$ 7.3 miliar, meningkat 2.82%. Nilai ekspor Indonesia ke Australia mencapai Aud$ 4.2 miliar atau naik 8% dan nilai impornya dari Australia yang mencapai Aud$ 3.1 miliar atau turun 5%, sehingga pada tahun 2002 yang lalu necara perdagangan Indonesia dengan Australia surplus sebesar Aud$ 1.1 miliar.

Selain itu semakin membaiknya hubungan perdagangan tersebut ditunjukkan oleh makin meningkatnya posisi peringkat Indonesia sebagai negara sumber impor atau pasokan bagi Australia.

Jika pada tahun 2000 Indonesia menduduki ranking ke-13 sebagai negara sumber impor Australia, maka pada tahun 2002 peringkat Indonesia naik pesat menjadi ranking ke-9 negara pemasok utama bagi Australia.

Dalam buku putih kebijakan luar negeri Australia yang berjudul Advancing the National Interest dijelaskan hubungan politik Australia-Indonesia telah mengalami masa sulit sejak periode 1999. Namun pemerintah kedua negara beberapa tahun ini terus berupaya membina kembali hubungan tersebut melalui kerjasama perdagangan dan hubungan antarmasyarakat.

Seperti diketahui buku putih yang diluncurkan Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer bersama Menteri Perdagangan Mark Vaile merupakan revisi dari buku sebelumnya berjudul In the National Interest yang diluncurkan para 1997.

Berbagai perbaikan dalam kebijakan dalam politik luar negeri Australia dicatat dalam buku putih baru itu dan disesuaikan dengan perkembangan dan konstelasi politik regional maupun internasional.

Dalam sambutannya saat itu Downer mengatakan, buku putih 2003 memberikan kerangka dasar kebijakan luar negeri Australia tanpa meletakkan prioritas hubungan atau menitikberatkan hanya pada satu negara saja.

Hal itu diungkapkannya sebagai tanggapan terhadap asumsi yang menyebutkan bahwa Australia lebih mementingkan hubungannya dengan Amerika Serikat dan Eropa sementara mengabaikan wilayah Asia, terutama Asia Tenggara.

Indonesia termasuk salah satu negara yang memperoleh catatan khusus dalam buku putih itu di samping AS, Jepang, Korea, India, China, dan Timor Timur. Negara-negara tersebut merupakan mitra penting Australia baik dari sudut politik maupun ekonomi.

Setelah serangan teroris di Bali tahun 2002 yang menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia yang kemudian disusul ledakan di luar Kedutaan Besar Australia di Jakarta menewaskan 9 warga Indonesia, September lalu, tren kerjasama yang membaik itu tidak terganggu

Sebaliknya dua kejadian ini oleh beberapa pihak dipandang sebagai titik awal kembalinya kerjasama antar kedua negara ini yang dimulai dengan penekanan kerja sama dalam melawan ancaman terorisme yang memang sangat mendesak.

Bagi Indonesia yang sempat sedikit terganggu atas hasil survei yang menyatakan bahwa Indonesia adalah ancaman terbesar bagi rakyat Australia, hal itu rupa-rupanya berhasil diredam oleh tindakan pemerintah konservatif Howard yang terpilih kembali untuk masa jabatan keempatnya.

“Hubungan antara Australia dan Indonesia adalah hubungan yang luas meliputi hubungan politik, perdagangan, hubungan antarmanusia dan pertukaran kebudayaan. Saya yakin bahwa di bawah DR Yudhoyono hubungan itu… akan terus menguat,” ujar Perdana Menteri Australia John Howard usai mengetahui terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI.

Dalam pembicaraan informal via telepon dan pertemuan formal di Jakarta, Howard dan presiden terpilih Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono telah sepakat untuk bekerja sama dalam melakukan perang terhadap teror. Selain itu keduanya juga berharap untuk mengadakan pembicaraan lanjutan yang lebih intens dalam pertemuan puncak APEC di Cile.

Namun, analis politik Michael McKinley yakin bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan adanya sebuah era baru kerja sama antara kedua negara, dengan mengatakan Howard masih harus melakukan banyak pekerjaan karena hubungan itu telah diganggu oleh pandangannya mengenai Asia, baik sebagai pasar maupun sebagai suatu ancaman.

“Dia [Howard] mencoba mengambil sikap ke arah yang tepat (dengan berbicara dengan Yudhoyono),” kata McKinley seperti dikutip dari Reuters.

Hambatan Perdagangan yang menghadang

Pasca ledakan bom di depan Kedubes Australia tidak akan sampai mengganggu hubungan dagang Australia-Indonesia. Noke Kiroyan, Presiden Australia-Indonesia Business Council (AIBC), menilai, para pengusaha asal Australia saat ini hanya menunda hubungan bisnis dengan pengusaha Indonesia.

“Namun ini sangat tergantung dari upaya kita untuk mengembalikan Indonesia pada semula,” kata Noke dalam penjelasannya mengenai hubungan dagang Australia-Indonesia di Jakarta,

Noke menjelaskan, hubungan dagang kedua negara menunjukan peningkatan rata-rata Aud$9 miliar per tahun, kecuali untuk 1998 dan 1999. Indonesia mempunya 10 daerah tujuan dagang di Australia, dan sebaliknya Australia mempunyai 8 daerah tujuan.

Perdagangan yang dilakukan berupa saling melengkapi, seperti Indonesia mengimpor kapas serta mengekspor garmen, bahkan elektronik ke Australia.

Selain itu secara statistik perdagangan dua-arah telah meningkat menjadi 25, 2% selama tahun 2000-2002. Lebih dari 400 perusahaan Australia sedang melakukan perniagaan di Indonesia, mulai dari usaha pertambangan sampai telekomunikasi.

Secara umum perusahaan-perusahaan tersebut bekerja sebagai mitra dagang dengan perusahaan dan pemerintah Indonesia.

Selain itu dalam hal usulan rencana kerjasama perdagangan bilateral dengan Australia yang sempat mengemuka September lalu, Direktur Kerjasama Bilateral I Departemen Industri dan Perdagangan, Sondang Anggraini menyatakan untuk tahap awal kedua negara akan melakukan negosiasi atas penyelesaian sejumlah hambatan dagang yang sudah berlangsung.

Beberapa permintaan dari Australia antara lain agar Indonesia memberikan perhatian dan penanganan serius terhadap penambangan ilegal. Hal itu berkaitan dengan keberadaan sejumlah perusahaan pertambangan Australia yang mulai melakukan penambangan di kawasan Indonesia bagian timur.

Alasannya pada saat yang sama, penambangan liar marak terjadi di daerah Maluku. Padahal, pemerintah Indonesia sudah memberlakukan pelarangan penambangan di kawasan observasi.

Australia juga meminta Indonesia memberlakuan pengawasan terhadap daging beku impor yang dijual di Indonesia dengan menggunakan pemalsuan label dan status importasi dari Australia. Padahal, daging itu sebenarnya dari negara yang masih terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sondang lebih lanjut menjelaskan, pembicaraan antarkedua negara ini belum menghasilkan kesepakatan resmi karena masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Selain itu sejumlah persoalan yang menjadi ganjalan dalam hubungan perdagangan Australia dan Indonesia yang sejak kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid yang dijanjikan akan diselesaikan melalui forum pertemuan pejabat tinggi belum juga seluruhnya menghasilkan titik terang.

Persoalan dalam hubungan perdagangan dengan Australia antara lain, tuduhan dumping bagi produk Indonesia, holding order (produk pertanian dan perkebunan Indonesia dilarang masuk karena tidak lolos standar Australia), serta peraturan tarif.

Selain itu sampai saat ini masih banyak produk pertanian dan peternakan Indonesia yang dilarang masuk karena perbedaan standar dengan Australia. Hal yang dirasa sangat merugikan padahal belum jelas apa kesalahannya.

Beberapa pejabat pemerintahan dan praktisi perdagangan Indonesia mengatakan seharusnya soal tudingan dumping dari Australia, jika belum terbukti sebaiknya produk Indonesia jangan dilarang masuk ke Australia.

Alasannya proses pembuktian dumping umumnya membutuhkan waktu satu tahun, masak setahun barang tertahan. Baru jika terbukti benar dumping, boleh saja dilarang oleh pihak Australia.

Selain itu, Indonesia masih adanya keharusan mengimpor pakan ternak dari Australia untuk sapi yang diimpor dari negara itu dengan alasan karena komposisi pakan Indonesia dianggap mengandung sesuatu yang dinilai melebihi ambang batas dan membahayakan.

Padahal beberapa peneliti ternak mengatakan bahwa pakan ternak Indonesia kualitasnya lebih bagus daripada Australia dan harganya pun lebih murah.

Namun semua pihak seharusnya juga menyadari seluruh hambatan itu bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Mungkin jalan yang paling bijak adalah mengintensifkan Indonesia Australia Ministerial Forum (IAMF).

Sebagai contoh Working Group On Agriculture and Food Cooperation (WGAFC) Perth, Australia, tanggal 5 – 7 Maret 2002 sebetulnya diam-diam sudah menghasilkan kerangka saling pengertian antara kedua negara. Hanya sayang gaungnya sedikit padam usai peristiwa Bom Bali.

Sehingga ada baiknya pertemuan seperti itu oleh pemerintah Howard dan Yudhoyono kembali diintensifkan, sebab untuk benar-benar mewujudkan kerjasama yang sebenarnya dari pada sekadar simbolisme ditingkat elite kedua negara.

Selain itu satu hal yang sepertinya selalu mengganggu jalannya kerjasama perdagangan Indonesia adalah terus menerus dikeluarkannya travel warning pemerintah Australia bagi warganya yang ingin berkunjung ke Indonesia.

Bukan apa-apa, hanya saja pada dasarnya seringkali jalinan kerjasama bisnis yang seharusnya tinggal direalisasikan harus berhenti di tengah jalan saat travel warning itu turun.

31/10/04

1 Response to "Hubungan Perdagangan RI-Australia"

dtds

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: