it’s about all word’s

Johnny Darmawan Danusasmita

Posted on: February 21, 2008

Suka ngantuk kalau baca buku ilmiah

Hal itu diungkapkan Johnny Darmawan Danusasmita, Presdir PT Toyota Astra Motor yang mengaku lebih betah baca novel romantis, buku bertopik manajemen atau malah cerita sukses orang-orang.

Maklum di masa mudanya, Johnny termasuk orang yang sulit diam bahkan dari bisik-bisik kawan-kawannya dia dikenal sebagai jago tawuran dan tukang kebut-kebutan di jalan raya.

“Kejelekan saya yang lain adalah malas mengingat dan tidak pernah memperhatikan siapa pengarang buku tersebut. Yang jadi perhatian saya adalah isi dari buku tersebut,” tuturnya di sela-sela halal bihalal PT TAM dan peluncuran New Vios, Selasa lalu.

Tetapi ada dua penulis kisah romantis yang masih dia ingat yaitu Mira W dan Marga T.
Uniknya, ketiganya berasal dari satu universitas yang sama yaitu Universitas Trisakti Jakarta. Bedanya Mira W dan Marga T di FK sedangkan Johnny di FE.

Seperti diketahui Mira Widjaja adalah novelis istimewa yang diakui sebagai novelis paling produktif saat ini. Sejak tahun 1978 sebanyak satu juta tiga ratus tujuh puluh lima eksemplar karyanya, laris terjual hingga kini.

Novel-novel karya Mira W yang terkenal a.l Sepolos Cinta Dini, Kemilau Kemuning Senja, Galau Cinta SMA dan lain sebagainya yang ketiganya pernah cetak ulang.

Sedang karya yang difilmkan a.l Bilur-bilur Penyesalan, Arini, Masih Ada Kereta yang akan Lewat, Sesaat Dalam Pelukan, Bukan Cinta Semusim, Seandainya Aku Boleh Memilih, dan lain sebagainya.

Sedangkan Marga T mulai dikenal sejak novel pertamanya Karmila (1971) dipublikasikan. Karmila kemudian difilmkan, dengan sutradara Ami Priyono. Sampai saat ini buku ini telah dicetak ulang sembilan kali

Namanya makin melejit lewat Novel Badai Pasti Berlalu disusul karya-karyanya yang lain a.l Sebuah Ilusi, Gema Sebuah Hati, Sepotong Hati Tua dan banyak lagi.

Lebih baik diskusi

Sementara, lanjutnya, untuk bisa mengerti terhadap sesuatu topik yang terkandung dalam buku-buku ilmiah saya lebih memilih untuk menemui orang tersebut kemudian berdiskusi.

Pria kelahiran Agustus 1952 yang mengawali kariernya sebagai manajer yunior di PT Multi Astra itu juga suka dengan buku-buku detektif karya Ian Fleming atau Sherlock
Holmes.

Menurut pria yang pernah menjadi auditor di PricewaterhouseCoopers (PwC) Jakarta itu buku-buku detektif memberi keasyikan tersendiri karena mengajaknya berpikir dan menebak-nebak akhir cerita yang rumit. Bahkan seringkali pembaca akan salah menebak.

“Untungnya ketidak sukaan baca saya tidak diwarisi ketiga anak saya. Mereka sangat suka membaca buku,” tutur jebolan FE, Universitas Trisakti tahun 1975.

Meski begitu dia tidak menampik juga memiliki buku ilmiah yang bersifat pragmatis diantaranya The 7 habits of highly effective people karya Stephen Covey. Menurutnya buku karya Covey ditulis dari hal-hal yang terjadi dari kejadian sehari-hari.

Menurut dia manusia sebetulnya memiliki sifat baik lebih dari tujuh saja. Hanya saja Covey melihat ketujuh sifat itulah yang paling menonjol dibandingkan sifat-sifat yang lain.

Rupa-rupanya pendapat Johnny sudah didengar Covey. Buktinya Oktober lalu Covey meluncurkan buku lanjutan dari The 7 Habbit yaitu 8th Habbit. Wah harus ke toko buku dong!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: