it’s about all word’s

Kenji Otaka: Love History

Posted on: February 21, 2008

Bagi pebisnis kebanyakan, membaca buku sejarah tentu sebuah pekerjaan yang aneh. Tetapi tidak Kenji Otaka, Presdir PT Honda Prospect Motor, Menurut dia justru buku sejarah sangat menarik dan memuat banyak hal yang mendukung bisnisnya.

“Dalam buku sejarah karakter pahlawan beserta pandangan hidup mereka merupakan salah satu pedoman arah hidup saya. Misalnya samurai bernama Nobonaga Oda yang menginspirasi banyak novelis,” paparnya seusai peluncuran Honda Jazz VTEC pekan lalu.

Selain itu dari buku sejarah akan bisa diketahui apa yang terjadi di masa lampau sebuah negara, misalnya Indonedia. Itu sangat membantu untuk memahami Indonesia. Sebab akan sulit mengerti sebuah negara tanpa mengerti sejarah bangsa itu.

Dengan mengerti sejarah Indonesia maka keputusan yang diambil juga akan memuaskan mitra lokalnya. Sebab menjadi fakta bahwa perusahaan yang dipimpinnya adalah usaha patungan, di mana 51 persen saham dimiliki prinsipal Honda, dan 49 persen mitra lokal.

Sebaliknya dari buku manajemen tidak akan bisa ditemukan kondisi nyata di lapangan. Justru untuk menjadi seorang manajer yang baik harus dilakukan melalui latihan dan pengalaman nyata. Membaca buku manajemen atau bisnis hanya satu hal.

“Meski begitu saya sesekali membaca buku manajemen sekedar untuk menganalisis apa yang sudah saya lakukan sebelumnya. Yah sekedar sebagai referensi saja,” tutur pria yang juga menguasai bahasa Tagalog dan Indonesia.

Ucapan Kenji tentu tak mengada-ada. Dia punya pengalaman kerja yang beragam. Sebelum berkiprah di bidang pemasaran. Selama tiga tahun dia bekerja di Kedutaan Besar Inggris di Tokyo. Tak heran bahasa Inggris Kenji sangat baik.

Setelah itu, lebih 10 tahun bekerja di luar Jepang, terutama di Malaysia dan Filipina untuk berbagai posisi penting sebelum akhirnya ke Indonesia pada 2002 sebagai Vice President dan kemudian President Director di HPM, mulai Juni 2004.

Ayah dari Yoko dan Tsubasa ini selain gila membaca juga hobi melukis dan bermain musik. Dan soal baca, kedua anaknya yang masing-masing kuliah di Yokohama National University dan Keio University pun juga mengikuti hobi baca sang ayah.

“Mereka sangat gemar membaca. Mungkin karena mereka berasal dari pohon yang sama. Yoko menjadi dokter dan Tsubasa malah bercita-cita untuk menjadi novelis. Saya tahu itu sulit,” paparnya sembari tergelak.

Kenji sendiri dalam seminggunya secara teratur menghabiskan menu bacanya yaitu tiga majalah dan tiga buku. “Jadi hampir setiap hari saya membaca buku. Saya bisa baca buku dengan sangat cepat,” lanjutnya

Keunikan yang lain adalah, Kenji tak pernah sekalipun menyentuh manga (komik). Selain tidak suka, kenikmatan berfantasi tidak ditemukannya pada manga. Makum saja dalam komik, imajinasi sudah terpampang disana. Alhasil membaca manga menurutnya tidak memberi nilai tambah.

Sejauh ini Kenji lebih sering membaca karya pengarang Jepang, meski begitu dia mengaku juga menikmati karya penulis Eropa atau Amerika. Hanya saja akhir-akhir ini dia cenderung membaca karya-karya yang lebih ringan seperti novel.

“Tetapi saat ini saya sedang ingin membaca buku dari pengarang Jepang. Salah satu buku favorit adalah Kokoro (berarti: Hati) karya Soseki Natsume. Yang saya baca tiga tahun lalu. Pertama dalam bahasa Jepang lalu dalam yang versi Inggris,”

Orang nomor satu HPM yang hobi berkirim surat evaluasi atau pujian kepada anak buahnya di penjuru Indonesia ini mengaku heran dengan kasus buku sejarah yang menimbulkan perselisihan antara Jepang dan Korea Selatan akhir-akhir ini.

Menurut dia sebetulnya hal itu karena perbedaan persepsi saja. Seharusnya hal-hal seperti itu lebih baik diungkapkan secara jujur sambil mencari cara untuk menciptakan hubungan yang baik antara kedua negara. Hal yang sama juga harus dilakukan menyangkut perselisihan sejarah antara Jepang-China.

Toh pada kenyataannya sejarah antara Jepang-Indonesia bisa dijelaskan secara jujur dan hubungan antara kedua negara sejauh ini sangat baik. Di sisi lain mengapa Korea atau China tidak bisa.

Sejarah adalah masa lampau. “Di Indonesia saya pernah menemukan tiga buku sejarah yang berbeda-beda. Itu tergantung cara pandang orang dan itu bukan masalah yang berat”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: