it’s about all word’s

Kokoh membina bisnis keluarga

Posted on: February 21, 2008

Judul : World Class Family Bussines
Penulis : A.B Susanto
Penerbit : PT Quantum Bisnis & Manajemen
Tebal : 222 halaman

Terdapat mitos dalam sebuah perusahaan keluarga yang seringkali terbukti kebenarannya yaitu generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati dan generasi ketiga menghancurkan.

Alasannya terdapat anggapan bahwa perusahaan keluarga memiliki ketergantungan pada sosok tertentu yang akibatnya krisis kepemimpinan acap kali terjadi. Selain itu kebijakan dan jalannya perusahaan seringkali cenderung manut ditangan satu orang saja.

Tetapi tidak tertutup kemungkinan sebuah perusahaan keluarga menajdi besar dan berkelas dunia. Sebut saja IBM, P&G, Wal Mart atau Astra. Memang untuk menggapai prestasi itu diperlukan langkah-langkah strategis sekaligus profesional.

Dan untuk itu diperlukan kemampuan untuk dapat menangani isu-isu internal yang saling kait mengait seperti kepemimpinan, konflik, suksesi, kompetensi, transparansi, kompensasi, dan budaya perusahaan.

Pada buku-buku yang mengetengahkan perusahaan-perusahaan keluarga yang sukses di Indonesia umumnya masih terfokus pada pribadi sang pendiri, bukan pada bagaimana proses meraih kesuksesan tersebut.

Untuk itu dalam buku ini penulis mengembangkan dan menyajikan resep manjur untuk mengelola perusahaan keluarga secara lebih cerdas bagi pendiri, pemilik, generasi penerus hingga profesional yang bekerja di perusahaan keluarga.

Tentu saja disamping lebih terfokus pada studi kasus beberapa perusahaan keluarga, penulis juga secara sistematis membedah isi perut perusahaan-perusahaan sukses tersebut.

Secara kasat mata jelas terlihat pisau analis milik penulis menggores lincah. Hal ini didapatkan dari pengalaman penulis yang sudah 20 tahun malang melintang menjadi konsultan bisnis kepada sekian banyak perusahaan termasuk perusahaan keluarga.

Tujuannya tentu agar pembaca buku ini dapat menjadikan perusahaan keluarga tersebut tidak hanya tetap bertahan hingga beberapa generasi tetapi juga untuk menumbuhkan, mengembangkan dan mentransformasikan perusahaan mereka menjadi perusahaan berkelas dunia.
Konsep kebersamaan

Seperti diketahui pada umumnya perusahaan keluarga di Indonesia bertahan menjalankan bisnisnya dengan manajemen tradisional namun setelah krisis moneter, perusahaan-perusahaan tersebut mulai berubah.

Mereka mulai bangkit kembali dengan adanya ekspansi, merger dan akusisi serta meningkatkan peran distributor melalui pemberdayaan keluarga. Sehingga akhirnya perusahaan tersebut menjadi besar dengan value chain yang menjadi satu.

Selain itu perubahan pasar dan persaingan yang semakin ketat memunculkan paradigma lingkungan dalam dan luar perusahaan keluarga. Hasilnya tentu saja terdapat peningkatan sistem menajemen yang berimbas pada pola bisnis, sistem kompensasi, remunerasi, sumber daya manusia dan organisasi.

Namun dalam hal ini, penulis tetap menekankan hakekat pentingnya peran pemimpin sebagai dirigen, pemimpin karismatik, seorang biintang yang dielu-elukan keberadaannya dan bertugas mengarahkan gerak seluruh organisasi.

Dan untuk itu pemimpin itu memerlukan sekelompok orang kedua yang menopangnya, orang-orang yang tangguh dan bekerja keras dibalik layar tanpa sekalipun nama mereka disebut-sebut.

Untuk itu diperlukan pribadi yang siap menerima perannya yang abu-abu secara ikhlas dan memberi kontribusi yang terbaik bagi organisasinya. Menonjolkan bendera organisasi dan bukan tokoh dibaliknya.

Mendorong tumbuhnya kebersamaan dengan sedapat mungkin mengurangi gaya organisasi yang menonjolkan primadona merupakan cara lain dlam mengembangkan co-leadership (hal 86)

Selain itu diperlukan kebersamaan, rasa memiliki dan kebanggaan pada institusi yang bisa diwujdukan dengan adanya egalitarisme. Jika hal itu bisa diwujudkan maka SDM akan memiliki rasa percaya diri untuk berinisiatif mengembangkan perannya di perusahaan.

Penulis juga mengingatkan pentingnya membangun budaya perusahaan sebagai perekat. Sebab budaya perusahaan menjadikan sumber daya manusia dalam perusahaan tersebut memiliki tujuan yang jelas dalam menjalankan perannya.

Tentu saja yang diinginkan adalah budaya perusahaan yang baik dan direncanakan agar sesuai dengan visi, misi dan strategi perusahaan bersangkutan. Pendek kata untuk maju diperlukan keberanian untuk berubah. Sudahkan perusahaan Anda berubah? Baca buku ini.

*Bisnis Indonesia 8/8/05

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: