it’s about all word’s

Kurt Wenner: The 3D Street Art

Posted on: February 21, 2008

Aroma Renaisance dalam seni jalanan

Dalam perspektif seni lukis kontemporer. Kita mengenal seni lukis yang disebut grafiti (coretan) dan mural (lukisan). Kedua karya ini bisa Anda temui di kolong-kolong jembatan atau di tembok-tembok ibu kota yang dingin tanpa ekspresi.

Kehadiran punya dua makna, memperindah atau malah dianggap mengotori pemandangan. Buktinya lukisan mural karya para perupa dalam ajang Jak@rt lima tahun lalu justru dihapus Pemda DKI Jakarta.

Kedua seni jalanan ini masih memiliki kaitan dengan fresko. Ini adalah teknik melukis di dinding dengan menimpakan pigmen pada plaster dinding yang baru dilapisi. Dengan teknik ini karya bisa dinikmati berpuluh tahun.

Teknik ini banyak dipakai pada masa Renaissance hingga Barok. Teknik jalanan ini termasuk beruntung sebab mendapat penghormatan dari Gereja Katolik yang menempatkan fresko di langit-langit katedral.

Sebut saja lukisan di langit-langit di Kapel Sistine oleh Michaelangelo, Last Judgement oleh Michaelangelo, The Last Supper oleh Leonardo da Vinci dan Villa Farnesina oleh Raphael.

Sayangnya, penempatan fesko di tempat ibadah itu justru menjadikan seni jalanan itu terasing dari habitat yang semestinya. Adalah Kurt Wenner, seniman AS yang kemudian menurunkan fresko dari langit-langit gereja dan mengemablikan ke permukaan jalan.

Selain kembali ke media permukaan jalan, karya Wener memancarkan gaya Renaissance dengan sentuhan teknik anamorphism yang untuk pertama kalinya digunakan dalam seni jalanan.

Dengan teknik anamorphism, seluruh lukisan akan menampakkan ruang tiga dimensi yang sangat nyata. Teknik ini tak mudah sebab membutuhkan perhitungan fisika yang rumit.

Tak heran dalam lukisan jalanan, Wenner dianggap sebagai bapak teknik ini karena sekarang beberapa seniman sudah mulai mengikutinya. Dengan demikian, dia mengubah seni lukis jalanan dan membantu memasukan unsur renaissance dalam karya seni yang dia hasilkan di seluruh dunia.

Jebolan NASA

Hasil karya anamorphic nya pertama kali didokumentasikan dalam sebuah film dokumentasi National Geographic “Masterpieces in Chalck” pada akhir tahun 1970.

Dia lahir di Ann Arbor, Michigan dan dibesarkan di Santa Barbara, California. Lukisan dindingnya yang pertama dihasilkan ketika dia masih berusia enambelas tahun.

Ketika menginjak usia tujuhbelas tahun dia sudah menghidupi dirinya dengan menjadi seniman grafis. Dia mengenyam pendidikan di Rhode Island School of Design dan Art Center College of Design.

Wenner kemudian bekerja untuk badan luar angkasa AS, NASA sebagai ilustrator luar angkasa ilmiah yang membuat gambar-gambar konseptual proyek-proyek luar angkasa di masa depan dan lanskap extra terrestrial berdasarkan informasi ilmiah terakhir yang diberikan oleh pesawat luar angkasa Voyager.

Pada tahun 1982, dia meninggalkan NASA dan menjual hartanya untuk pergi ke Italia dan belajar seni. Selama tinggal di Roma, Wenner belajar tentang seniman-seniman besar dan banyak melukis patung-patung klasik di museum.

Masa itu membawanya berkenalan dengan bentuk seni yang berbeda yaitu seni figuratif (perlambang/kiasan) dari Barat serta memberikannya pelajaran neoklasik yang diperlukannya untuk membentuk karakteristik yang diinginkannya.

Selama masa studinya, Wenner menjadi tertarik pada arah ekspresi artistik dirinya. Dia banyak melakukan perjalanan untuk mempelajari secara langsung karya-karya seniman besar dan monumen di Eropa.

Dalam setahun pertamanya di luar negeri, dia bereksperimen dengan media cat tradisional, seperti tempera, fresco dan lukisan minyak.

Dia juga membuat karya permanen besar seperti berbagai altar dan sebuah gereja di Puglia, Italia Selatan untuk orang-orang yang telah menolongnya selama melakukan perjalanan.

Wenner telah banyak menghasilkan karya umum di Italia. Karyanya yang terakhir adalah merancang dan melukisa seluruh langit-langit gereja Saint George di Lake Como, Italia Utara.

Pada tahun 1991, dia membuat materi prosesi untuk kunjungan Paus Yohannes II di kota Mantua acara tersebut disiarkan secara langsung ke seluruh Italia. Ini adalah yang pertama kalinya dalam 500 tahun Paus menginjakkan kakinya di Mantua.

Wenner juga banyak membuat lukisan minyak dan lukisan dinding baik yang berisfat umum maupun pribadi di AS. Salah satu lukisan dindingnya di AS yang terbesar di pajang di Wilshire Boulevard di Westwood, California.

Lukisan ini bisa disaksikan dalam film Sneakers dan Double Edge. Lukisan dinding lainnya “The Magic Flute” terpampang di City Hall yang baru di Fresno, California.

Karena dia sering sibuk dengan karya-karya besar, Wenner tak punya banyak waktu untuk membuat karya-karya khusus untuk pameran. Tetapi pada tahun 1991, Kennedy Center di Washington DC memberikan penghormatan pada dia dengan mensponsori pameran tunggal di sana.

Undangan tersebut merupakan kesempatan yang sangat jarang dimana karya-akaraya seniman visual ditampilkan di Kennedy Center.

Wenner telah mengikuti berbagai kompetisi dan menerima banyak penghargaan dia dianugerahi Golden Bacchus dari Borolo, Golden Giotto dari Milan dan enam medali emas lainnya.

Saat tidak terlibat dalam kompetisi atau mengerjakan karya-karya besar, Wenner mendedikasikan waktunya untuk mengajar seni pada anak-anak.

Pada tahun 1990 dia membuat program penghuni sekolah dua hari bersama “The Music Center” di Los Angeles, California. Sebgai seorang yang berkeyakinan kuat akan pentingnya opendidikan seni dia telah mengajar lebih dari 100,000 pelajar seklama bertahun-tahun.

Sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam pendidikan seni, dia menerima medali dari John F. Kennedy Center.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: