it’s about all word’s

Maurits Klavert

Posted on: February 21, 2008

Kita Harus Konsisten

Dalam konteks pendidikan, keluarga merupakan faktor yang memegang peranan paling penting. Sebab dalam keluarga yang normal, sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama keluarganya.

Untuk itu diperlukan suasana keluarga yang kondusif bagi pertumbuhan mental dan spriritual anak. Jika hal itu bisa diciptakan maka anak akan menjadi pribadi yang dipenuhi hal-hal positif.

Dalam hal kebiasaan membaca, keluarga adalah pendidikan yang paling penting. Jika kedua orang tua mampu menciptakan suasana yang mendukung terciptanya kebiasaan melahap buku maka secara otomatis sang anak akan terbawa dan menjadi pecinta buku.

“Untuk itu sebagai orang tua harus konsisten. Tidak perlu harus terus membaca buku di depan anak. Tetapi terus menciptakan suasana membaca yang ideal,” ujar Marketing Director Nestlé Indonesia, Maurits Klavert sebelum Dancow Parenting Seminar.

Menurut dia, ada dua jenis buku yang selalu konsisten untuk dibacanya yaitu buku manajemen dan pengembangan diri.

Pria kelahiran Malang itu termasuk gemar membaca buku-buku manajemen a.l seperti semua tulisan Peter Drucker, Leading the Revolution-nya Garry Hammel, Service
Strategy karya J. Horovitz.

“Saat ini saya sedang membaca buku The World is Flat karya Thomas L. Friedman. Sedangkan buku renungan pribadi yang baru saya selesaikan adalah karya Eckhart
Tolle yang berjudul The Power of Now,” tutur dia

Dalam sehari Maurits hanya membaca beberapa lembar buku setiap kali akan tidur dan melanjutkan berlembar-lembar di akhir pekan. Tetapi hal itu dilakukannya dengan konsisten.

Hasilnya keempat anak Maurits yaitu Rafael, Fabian, Amanda dan Jonathan yang berumur antara 20-10 tahun jadi gemar melahap buku tanpa harus dipaksa-paksa.

“Sama kaya kalau disuruh minum susu. Kalau disuruh-suruh justru susah. Tapi kalu sudah suka. Malah jadi susah untuk distop.”

Salah satu anak Maurits yang terbesar, Rafael malah memilih belajar di Belanda untuk menekuni dunia media yang dekat dengan dunia informasi.

Pria ini juga termasuk tak pernah membatasi belanja buku anak-anaknya. “Uang yang keluar rasanya tidak sebanding dengan manfaat yang akan didapatkan. Setiap akhir pekan pasti ketiga anak saya jalan ke toko buku.”

Lanjutkan booklet dongeng

Pentingnya baca buku ini rupa-rupanya sejak lama sudah menjadi salah satu strategi pemasaran Nestlé Indonesia. Tiga kali dalam setahun, Nestle selalu menerbitkan booklet cerita bagi anak-anak.

Bahkan di tahun 2000, bekerja sama dengan studio animasi Red Rocket yang berpusat di Bandung.Nestle melalui Dancow mensponsori pembuatan film seri animasi untuk acara Dongeng untuk Aku dan Kau.

“Tidak hanya booklet dongeng yang diterbitkan sejak 10 tahun yang lalu, tahun ini juga diterbitkan satu seri booklet mengenai kecerdasan emosional juga lerning and science,” tuturnya.

Penerbitan booklet tersebut akan berjalan bersama-sama dengan peluncuran program Program Edukasi Orang Tua untuk Anak Indonesia (PRESTASI) di bawah payung Dancow Parenting Center (DPC).

DPC adalah serangkaian program pendidikan pola asuh anak meliputi faktor mental, fisik maupun leingkungan yang dikemas dalam bentuk seminar kepada orang tua dan pendidik.

1 Response to "Maurits Klavert"

Hai maurits your name fam like my fam name……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: