it’s about all word’s

Nuansa Tengah Hutan

Posted on: February 21, 2008

Anda suka dengan menginap di tempat yang unik? Kalau dagu Anda bergerak mengangguk maka hotel Sheraton Timika bisa menjadi satu pilihan tepat bagi Anda bersama pasangan.

Tapi jangan bayangkan bangunan hotel menjulang tanpa emosi di layaknya bangunan hotel di kota-kota besar.

Sheraton Timika justru menawarkan 84 kamar dengan arsitektur perpaduan resort dan ranch para pemburu. Untuk itu elemen alami menjadi dominan di seluruh bangunan ini.

Kayu dan bambu menjadi faktor utama di 14 kamar superior room, 23 kamar eksekutif room, 33 kamar deluxe room, 10 kamar deluxe pool view, 2 kamar eksekutif suite, serta 2 kamar deluxe suite tersebut.

Pepohonan dan semak-semak yang dibiarkan tak ditebang di sekeliling hotel makin memperkuat kesan alami hutan.

Mbitoro atau patung ukiran karya seniman Kamoro dengan ukuran besar-besar yang dibuat dari kayu utuh diletakkan di beberapa sudut jalan dan di pinggir kolam renang tak pelak memancarkan aura eksotis bumi Cenderawasih.

Bagi Anda yang bosan dengan bau udara dengan pengatur hawa (AC) diberikan kesempatan untuk menikmati udara lembab Papua saat menyusuri selasar kayu yang mirip jembatan untuk menghubungkan antar unit bangunan yang seluruhnya berdiri di atas tiang-tiang raksasa.

Bagi Anda yang datang bersama rekan-rekan kerja untuk mempersiapkan jalannya bisnis di masa mendatang tak usah khawatir karena tersedia beberapa ruang pertemuan dengan kapasitas berbeda-beda.

Sementara Timako Bar yang menyediakan berbagai jenis minuman dari perbagai negara dan life music bisa menjadi tempat bersaintai melemaskan urat pikiran Anda.

Kalau bosan dengan rapat yang terkungkung dinding tersedia crab pot, restoran yang letaknya di tepi kolam renang dengan makanan-makanan khusus seperti grill dan sea food.

Dan untuk melamaskan otot fitness center dengan fasilitas yang lengkap dan standar internasional dengan instruktur fitness yang berpengalaman bisa menjadi tujuan Anda.

Tak boleh dilewatkan

Bagi yang suka berbelanja, gift shop yang menjual pernak-pernik Sharaton dan art shop yang menjual hasil-hasil kerajinan masyarakat suku Amungme dan Kamoro sepertinya menjadi hal yang tak boleh ditinggalkan.

Namun, ada satu yang sangat saya sarankan bagi Anda yang mengaku sebagai eksekutif yang gemar mengayun stik, bercita rasa tinggi, sekaligus suka tantangan.

Karena hanya 30 menit dari tempat Anda menyandarkan punggung ada sebuah lapangan golf dengan taraf internasional hasil karya designer top dunia Ben Crenshaw.

Selain tempatnya berada di tengah-tengah hutan Anda akan mendapat kesempatan sebagai penjelajah hutan dan berjumpa dengan beragam penghuni hutan. Tentu saja untuk menikmati itu selain menyiapkan fisik, siapkan pula krim anti nyamuk.

Tempat itu juga menyediakan restoran Rimba Irian dan proshop yang menjual berbagai jenis peralatan golf dan pernik-perniknya.

Siapkan jauh hari

Hanya saja untuk menikmati segala keindahan itu, Anda wajib memesan kamar di hotel ini jauh-jauh hari. Bukan apa-apa Sheraton Timika merupakan tujuan utama para karyawan PT Freeport Indonesia untuk melepaskan kepenatan selama seminggu kerja.

Tak heran jika akhir pekan adalah saat-saat yang penting bagi para karyawan tersebut untuk beristirahat di Hotel Sheraton Timika.

“Hal tersebut akan sangat berpengaruh bagi tingkat hunian dimana untuk weekend, kami selalu full booked Pada hari-hari biasa tingkat hunian berkisar 50%-60%. Namun kadang-kadang hari-hari biasa bisa mencapai 100% apabila ada kunjungan pejabat pemerintahan dari Jakarta atau grup beberapa perusahaan,” ujar Reception  Manager Hotel Sheraton Timika Hendrik Wakum.

Sementara setiap tahunnya Hotel Sheraton Timika akan selalu dibanjiri oleh para pengunjung untuk mengikuti acara Festival Budaya Kamoro dan Festival Budaya Asmat.

Dan jika Anda beruntung. Bisa jadi Akan menempati kamar yang pernah ditinggali tokoh dan artis ternama seperti Presiden Soeharto, Megawati, Yusuf Kalla, Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen

Atau suite room yang selalu menjadi incaran, yaitu tempat legenda Rolling Stone, Mick Jagger melepas lelah. Nah mau apalagi.

*15/2/2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d bloggers like this: